My Childhood Love

My Childhood Love
drama



''Nih ambil.''


''Buat apa?.''


''Haduh nih anak kagak nyambung deh .''


''Kan udah di jelasin tadi lo pegang tangan oca terus lo kasih nih bunga sama coklat.masak harus di jelasin lagi sih .''kesal siska pada ready.


''Siap siap semua berada di tempat ok sesuai rencana.''


''Siap .''jawab semuanya.


''Misi di mulai.''ucap siska .


Mereka pun memulai misi meski oca tidak mengerti tapi dia berusa ikut saja.


Mereka berjalan di sekitar reno dkk sengaja berpura pura tidak melihat keberadaan reno dkk.


Mereka berpencar agar tidak di curigai oleh reno dkk ,Ready mengajak oca sedangkan yang lain kearah yang lain lalu kemudian bersembunyi.


Gugup itulah yang dirasakan ready apakah ini saatnya dia mengungkapkan perasaannya pada oca orang yang dia sukai selama ini .


Pikirannya tidak konsen dengan rencana teman temannya.tapi jika dia tidak mengungkapkannya dia akan menyesal se umur hidupnya.


Dengan berani ready memegang tangan oca dengan gugup,oca yang di pegang hanya diam karena inilah rencananya.


Di tempat yang tidak terlalu jauh reno mengeluarkan amarah dan matanya menajam kearah orang yang berpegangan tangan.


Sebenarnya oca sudah merasakan hawa amarah tapi dia diam saja.


''Hm ,,,, oca sebenarnya aku suka padamu.''ucapnya tenang setelah tekadnya bulat.


''Maksudmu?''oca tidak mengerti bukankah rencananya hanya memberikan bunga dan coklat.


''Sebenarnya aku suka padamu dari dulu .''oca diam terpaku.


''dari dulu aku tidak berani mengatakan ini padamu aku takut kamu tidak akan mau jadi temanku lagi.''ucapnya sendu.


''Kamu sudah tahu kan aku menyukai seseorang dan aku sangat mencintai dia.''ucap oca dia tidak percaya bahwa ready menyatakan perasaannya.


''Maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu dy.''ucapnya lagi dan melepaskan tangan ready.


''Aku tahu ca ,,,, aku tidak punya kesempatan.''


''Aku hanya ingin mengungkapkannya aku tidak ingin menyesal ca dan sekarang hatiku lega .''ready tersenyum pahit dengan kenyataan yang harus dia terima.


Kemudian ready memegang tangan oca dan memberikan bunga serta coklat yang tadi sudah di siapkan .dan berkata


''Tetaplah jadi temanku apapun yang terjadi,untuk yang tadi lupakan anggaplah ungkapan tadi angin lalu.''ready tersenyum tulus kali ini.


''Kita akan selalu menjadi teman aku janji .''ucap oca sambil tersenyum.dia tahu bahwa laki laki di depannya sedih tapi mau bagaimana lagi hatinya sudah penuh dengan abang reno dan tidak ada tempat bagi orang lain.


.


.


.


.


.


Bukan hiburan yang reno dapatkan tapi malah kemarahan yang semakin memuncak.


Cemburu


Hatinya semakin sesak melihat orang yang dia cintai mendapat bunga dari orang lain bukan bunga darinya.


Krekkkk


Gelas yang dia pegang pecah sang sahabat hanya bisa mengelus punggungnya dan membisikkan kata kata.


''Gila tuh cewek banyak juga yang naksir.''tanpa melihat reno yang meredam amarahnya,dengan mendengar ucapan beni reno kembali marah.


''Lo gila ya ben?.''lirih ahki yang hanya didengar beni.


''Apa?.''menoleh kearah ahki dan reno .


Gluk menelan ludah kasar.


''Apa aku sudah salah bicara?''melirik kearah ahki .sedangkan ahki bomat.


''sepertinya reno marah sekali.''batin ahki.


Kemudian tanpa permisi pada kedua temannya reno langsung mengambil langkah seribu meninggalkan mereka berdua membuat kedua temannya kaget.


''Ahki gawat.''ucap beni.


''Gila tuh cewek bisa buat si dingin marah kali ini kita gak bisa nolong .''ucap ahki.


.


.


.


.


.


''Lo lihat tuh si siapa namanya tadi lupa gue.''tanya siska yang masih mengintip.


''Gue juga lupa .''ucap juni.


''Ah itu ren,,,, ren,,,,,''siska mengingat ngingat.


''Reno.''ucap didi yang jengah dengan kedua temannya ini karena dia juga ikut terseret untuk bersembunyi.


''Nah iya reno ,tuh lihat mukanya udah kayak mau bunuh orang .''ucap siska.


''Yang mana sih gue masih nggah nggeh deh.''didi hanya cuek .


''Itu yang duduk di seberang ,nah kan gelasnya pecah .''ucap siska yang masih fokus menatap ke arah reno dkk.


''Waduh kayaknya dia marah tuh!.''ucap juni yang juga menatap kearah seberang.


Sedangkan didi malah menatap kedua temannya alias ready dan oca didi tahu tatapan itu tapi dia tidak mau ikut campur.


Didi beralih menatap juni dan tersenyum baru kali kini dia berdekatan dengan orang yang dia sukai .


''Lah lo kenapa senyum senyum.''ucap siska .


''Bukan urusan lo .''didi cuek.


''Gila nih anak ngeri gue lihatnya.''guman siska merinding.


''Manis kok.''ucap juni tiba tiba .tadi melihat sekilas senyuman didi dia terpesona.


''Apanya yang manis?.''bingung siska.sedangkan didi salah tingkah.


''Gulali ,,,, iya gulali itu maksudnya manis hehehe.''spontan juni setelah sadar dari lamunannya.


''Ya sudah sana pergi ,beli tiga jangan lama lama.''


''Di temenin tuh si juni jangan senyum gak jelas takut gue lihatnya.'' Tanpa menjawab juni langsung pergi ditemani didi.


''Punya temen kok aneh aneh semua sih.''gerutunya setelah juni dan didi pergi.


Kemudian siska fokus kembali melihat drama yang dia buat menjadi seperti apa.entahlah.


Bersambung,,,,,,