
selamat membaca😊
seperti biasa oca yang bangun setiap pagi menuju balkon kamarnya menghirup udara yang berhembus segar.
''Selamat pagi dunia.'' Teriaknya.suara teriakannya menggema memenuhi seluruh penjuru rumah.mereka yang bekerja di rumah besar itu sudah terbiasa dengan teriakan anak majikannya setiap pagi.
setelah puas di balkon,oca masuk lagi kekamarnya untuk bersiap-siap berangkat sekolah,setiap pagi oca tidak pernah sarapan di rumah karena tidak ada yang menemani hanya bibi,tukang kebung dan 2 penjaga di rumah ini.sedangkan orang tuanya berada di luar negri.
Setelah turun kebawah dia melihat makanan yang sudah tersedia di meja makan namun setiap kali berada di meja makan itu dia teringat kedua orang tuanya yang jarang berada di rumah.membuatnya merasa kesepian tanpa kehadiran mereka.
''Pagi bi '' sapa oca sambil tersenyum.
''Pagi non ,mari sarapan dulu bibi sudah masak makanan kesukaan non..''ucap bibi lembut.
''Nanti pulang sekolah saja bi ,aku berangkat dulu ya bi.''menolak halus oca melenggang pergi tanpa mendengar jawaban bibinya.
''Kasihan nona selalu sendirian pasti kesepian.''ucap bibi yang merawat oca sedari kecil kemudian dirinya mengirim sebuah pesan kembali,selalu seperti itu.
Melangkah dengan perlahan oca menuju sekolah sambil bernyanyi kecil dia sudah terbiasa berjalan sendiri, biasanya dulu dia selalu bersama rina sahabatnya.ingin menunggu abang reno takut gak di jemput.
''Na...na...''bersenandung riang sesekali memutarkan badannya.banyak pasang mata yang melihat tingkah oca namun yang di bicarakan tidak perduli terus melangkahkan kakibya sambil bersenandung.
Namun tiba tiba sebuah motor berhenti di depan nya ,seorang cowok yang dia sukai membuka kaca helemnya.
''Bareng yuk ca,abang anterin.''seperti biasa reno selalu menghampiri oca yang berjalan kaki setiap hari.
''Gak ah bang masak mau nebeng terus sama abang sekali-sekali lah abang bareng pacar gitu berangkatnya,masak bareng aku terus.''cerocos oca sebenarnya dia senang bila di antar reno hanya saja oca merasa dari dulu selalu merepotkan reno.
''Ah kamu mah ini tuh pesan dari ...''ucapan reno terhenti tatkala oca langsung naik kesepeda reno.
''Adek kesayangan abang alias si rina kan?emang aku masih bocah apa harus di jagain.''ketus oca melanjutkan ucapan reno.
''Di mata abang Emang masih bocah.''guman reno.
''Abang ngomong apa?.''tanya oca yang masih sibuk memasang helemnya.
''Udah ayo berangkat nanti telat'' ucap reno mengalihkan pembicaraannya.
''Bang belum jawab lo pertanyaan oca.''ucap oca lagi meminta jawaban.
''Yang mana?''tanya reno yang masih fokus menyetir sepedanya.
''Itu pacar abang.''
''Abang gak punya pacar kalau teman cewek sih banyak,yang suka juga banyak.''ucap reno sambil melirik kaca spion yang awalnya oca tersenyum lalu kemudian cemberut.reno tersenyum kecil melihat perubahan wajah oca yang berada di belakangnya.
''Cantik-cantik gak temen abang?.''entah kenapa oca merasa cemburu dan menanyakan itu,dirinya sangat ingin tahu .
''Iya cantiklah mana mau abang temenan sama cewek buluk.''goda reno terseyum di balik helm nya tentu saja tanpa oca ketahui.
''Beneran bang?cantik mana aku atau mereka?.''tanya oca yang mulai merasa penasaran.
''Semua cewek pasti cantik dong.''timpal reno.
''Ah jawaban abang gak seru.''cemberut oca karena jawaban abang reno yang tidak memuaskan baginya.
''emang benerkan, semua cewek itu cantik''ucap reno.
''termasuk aku dong?''ucap oca sumringah namhn sederik kemudian wajahnha muram setelah mendengar ucapan reno.
''kamu masih bocah''
''bocah tetap aja bocah''mereka terus saja berdebat di tengah jalan raya.
Setelah sampai di depan sekolah oca turun dan mengembalikan helm yang dia pakai.
''Makasih ya bang udah di anterin,sekalian nanti gak usah di jemput bang ,oca ada janji sama temen.''ucap oca sekalian .
''Ok ,tapi besok abang antar jemput gak boleh nolak!''mutlak reno.
''Siap bos.''ucap oca sambil hormat .
Oca melangkahkan kakinya memasuki gerbang
Kemudian ada beberapa orang temannya yang menghampiri oca salah satunya merangkul pundak oca, mereka terlihat sangat akrab dan tertawa bersama memasuki sekolah.
Diseberang jalan di atas motor reno yang masih menunggu oca benar-benar masuk kesekolah,dia melihat oca yang pundaknya di rangkul temannya merasakan sesak dalam hatinya,panas.
''Ada apa dengan dadaku?kenapa melihat oca di rangkul temannya aku seperti ini!.''guman reno pelan.
''Apa aku menyukainya?apa aku mencintainya?''pikirannya melayang entah kemana tapi dia teringat ucapan adiknya sebelum berangkat kepesantren.
''Abang jagain oca selama aku pergi anggap oca adek, abang jangan datar apalagi dingin sama dia ya...ingat jagain ... !kalau sampai abang apa-apain itu si oca jangan anggap aku adek ''peringat adeknya.
Pesan yang selalu dia ingat meski terkadang kesal dengan sikap oca yang nakal juga keras kepala, tapi dia berusaha sebaik mungkin meredamnya karena teringat pesan rina.
''Apa yang aku pikirkan''mengambil nafas dalam kemudian melajukan motornya dengan kencang.
Dalam perjalanan reno sesekali menggelengkan kepalanya karena bayangan oca selalu melintas di depan matanya.
sehingga membuat kurang fokus pada saat menyetir.
''ada apa denganku?kenapa bayangan mereka selalu muncul''batin reno dia gagal fokus dalam menyetir hingga hampir menabrak pengendara lain yang berada di depannya.
''woi.. nyetir yang bener jangan ngelamun aja''ucap pengendara yang hampir reno tabrak.
''lo mau mati silahkan jangan bawa-bawa kita''ucap pengendara yang berada di belakang reno.
''maaf pak ''reno meminta maaf secara tulus karena ini memang salahnya.
''hati-hati nak ,ini jalan raya ''ucap ibu-ibu yang sama dengan rwno naik motor.
''iya bu tadi saya kurang hati-hati''
kemudian para pengendara kembali melajukan kendarannya sedangkan reno dirinya menepikan motornya ke pinggir jalan.reno membeli minuman setelah itu dirinya duduk sambil menenggak air mineral itu.
reno mengusap wajahnya pelan,hanya karena bayangan itu muncul hampir saja dirinya celaka dan mencelakai orang lain.
''huf... aku tahu dirinya sudah menyukaiku sejak kecil tapi aku masih menganggapnya adikku bukan sebagai wanita''guman reno pelan.dirinya meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini tidaklah benar.
setelah duduk sebentar akhirnya reno kembali memakai helemnya dan melajukan sepedanya dengan kecepatan sedang kali ini dirinya bingung harus apa memikirkannya saja membuatnya pusing.
''masa bodoh ''
hari ini adalah hari entahlah bagi reno oca di anggapnya adik sedangkan reno dia nggap abang sekaligus orang yang di sukai oca.
jangan lupa like,favorit ,komentarnya...
semangat .💪💪💪...dukung terus author yang kurang halu ini ya....😊
see you next time...