My Childhood Love

My Childhood Love
aku ingin memilikinya



selamat membaca 😊


Cinta memang tidak tahu kapan akan datang entah karena terbiasa atau karena memang sudah mencintai dari dulu hanya saja belum sadar kalau itu adalah cinta.


Hati reno berbunga-bunga senyumnya tidak pernah luntur dari bibirnya mengingat kejadian kemarin saat mengantar pulang cintanya. Semua itu tidak luput dari tatapan teman-teman satu kelasnya.


Dingin saja sudah tampan apalagi tersenyum begitu para kaum hawa yang berada di kelas semakin terpesona dengan ketampanan reno,jika oca berada di sini mungkin di colok tuh mata para kaum hawa.


''Cie-cie yang lagi kasmaran''goda ahky yang baru sampai di kelas dan mendekati temannya ini yang sedang melamun.


''Kenapa musim panas gini bisa berubah menjadi musim semi ,lihat ky seperti banyak kelopak bunga yang berterbangan di sekitar kita''heboh beni dengan tengilnya menggoda reno.


''Pengganggu''dengus reno dengan suara pelan dan berubah datar karena kesenangannya terganggu.


''Iye ...lo tuh kayak orang gila!gak lihat lo sudah jadi artis dadakan''sarkas beni dengan suara lantangnya.reno hanya acuh mendengar ucapan beni.


''Plakkkk''ahky memukul kepala beni dengan buku yang sebelumnya sudah dia gulung.


''Awww..lo gila ya?bisa bodoh gue lo pukul mulu nih kepala''beni mengusap pelan kepalanya yang di pukul ahky menggunakan buku.


''Nah ... sudah bangun kan akhirnya''ahky terkekeh mendengar umpatan beni padanya.


''Kalian ini ada apa sih dari tadi ribut mulu''gerutu reno kesal ,Mereka berdua hanya tersenyum mendengar gerutuan reno.


''Jangan lupa PJ nya kalau sudah jadian''ucap beni lagi dirinya duduk di tengah di ikuti ahky yang juga duduk di sebelah reno.


''Belum''


''Maksud lo?''ucap keduanya bersamaan menatap kearah reno dengan tatapan heran juga sedikit bingung.


''Belum gue tembak ''ucapnya dengan nada santai,ahky dan beni menepuk keningnya pelan.


Bagaimana ceritanya temannya ini belum juga jadian sama adek cantik itu jadi kemarin hanya permainan saja hingga menghacurkan gelas dan juga cemburu berlebihan,mereka berdua mendesah pelan...Setahu mereka temannya ini memang tidak pernah dekat dengan perempuan kecuali ibu,adik dan sahabat dari adiknya itu.


''Gimana ceritanya masih belum jadian?''tanya ahky langsung.


''Hu'uh... padahal kemarin lo terlihat sangat cemburu dan hampir ingin membunuh orang''timpal beni bergidik ngeri mengingat kecemburuan reno kemarin.


''Gue mau langsung nikah ''


satu menit ,dua menit keduanya masih mencerna ucapan reno yang menurut mereka bercanda,tiga menit kemudian mereka berdua sadar dan berteriak.


''Hah!!!!!''keduanya kaget setengah mati dengan apa yang mereka dengar dari mulut reno.


''kalian apaan sih...bisa budek lama-lama telinga gue deket kalian''


''lo gak lagi bercanda kan?gak lagi demam kan?''


''ish... apaan sih ben tangan lo kondisikan dong !''sergahnya menepis tangan beni yang mulai mendekatkan ke kening.


''Lo yakin?''tanya beni lagi


''yakin lah''


''Jangan main-main ren ini sudah sangat serius,apa kamu sudah memikirkan matang-matang!apalagi dia masih SMA ''ahky yang memang lebih bijak mencari ketegasan dan keseriusan reno dalam matanya kata yang di ucapkan pun berubah sopan jika sudah serius.


''Hm,aku gak pernah seserius ini ky ,aku ingin memiliki hatinya ,semua yang ada padanya''reno menjawab dengan mantap membuat banyak pasang mata melihat ke arah reno dkk.


''jika lo sudah yakin kita bisa apa''timpal beni yang mendengarkan.


''benar...kita hanya bisa mendukungmu selama itu membuat mu bahagia sobat''ucap ahky serius.


''terimakasih,kalian memang sahabat baikku'' meski dengan nada datar tetap saja reno senang memiliki teman sekaligus sahabat seperti mereka.


''iya lah kita kan emang sahabat baik loh''kemudian ketiga tertawa bersama dan menjadi pusat perhatian di dalam kelas.


''Apa aku kurang baik ren ,bahkan aku kalah sebelum berjuang ''batin gadis itu kemudian beranjak keluar kelas sambil menahan tangisnya agar tidak pecah.


''Aku ingin tahu perempuan mana yang beruntung mendapatkan cintamu itu''gumannya pelan sambil mengusap pipinya yang basah.


kemudian gadis itu pergi keluar dari kampus untuk mencari tahu dimana perempuan itu sekolah.


.


.


.


.


.


Berbeda dengan reno berbeda pula dengan oca dan teman-temannya yang juga menampilkan senyumannya rencana mereka berhasil untuk mengetahui apakah reno mencintai oca atau tidak ,ternyata reno mencintainya namun mungkin masih belum sadar padahal reno niatnya udah mau di nikahin tuh.


''Lanjutin gak rencana kita?''


''Gak...''


''Ternyata abang lo lebih menakutkan jika cemburu''diangguki yang lainnya.


''Serem...hihhhh ''mereka bergidik ngeri membayangkan tatapan membunuh itu datang dari abang reno.


''Tatapannya itu dih bikin gue mau mati,apalagi gelas aja kalah tuh sama tangan abang lo ''


''Pasti sakit tuh tangan secara sampai pecah''


''Hm..aku juga baru tahu''senyum oca di depan teman-temannya.


Mereka sedang berada di kantin padahal ini belum istirahat tapi karena guru lagi pada rapat dan jam pelajaran bebas mereka semua pergi ke kantin tentunya janjian dulu sebelumnya.


''Asyik... karena sudah berhasil makan gratisnya mulai dari sekarang!''ucap siska tersenyum sumringah.


''Ah...lo kalau soal makanan paling depan''


''Pantang kenyang sebelum puas'' ucap siska lagi semuanya menggeleng dengan temannya satu ini memang kalau di hadapkan dengan makanan matanya langsung berbinar apalagi gratisan bisa-bisa satu kantin habis di borong.


''Tenang ...lo ambil apapun yang lo mau gue bayar,kalian juga ambil apapun yang kalian suka.ini bentuk terimakasih gue karena kalian bantuin gue''


Ucap oca senang sambil tersenyum manis sambil mengeluarkan segepok uang.


''Ini nih baru temen kita ,sangat royal dan baik hati''ucap juni yang di angguki yang lainnya.


''baiklah ,aku catat nanti biar gampang pesennya ''kemudian juni mencatatnya di kertas.


Ada seorang yang diam sedari tadi sambil menatap oca intens tatapannya sulit diartikan tidak ada yang sadar dengan itu.


''kenapa lo diem aja''tanya didi sambil menepuk pundak ready pelan karena sedari tadi diam saja.


''pengen diem aja''ucap redy berusaha menormalkan ekspresinya.


''mau pesen apa?yang lain sudah di catat tuh tinggal kamu doang yang belum''ucap didi ,sebenarnya didi sudah tahu dari kemarin kalau redy menyukai oca karena tanpa sengaja dirinya mendengar gumanan redy meski pelan namun dia tidak ingin ikut campur masalah itu.


''seperti biasa''senyumnya seolah-olah tidak rerjadi apapun di depan mereka semua.


''karena semua sudah gue catet ,gue pergi dulu di ayo temenin gue ''ajaknya yang di angguki didi kemudian keduanya pergi.


sambil menunggu makanan datang mereka semua mengobrol dengan riang.


bersambung...