My Childhood Love

My Childhood Love
Sakit Tak Berdarah



Oca sangat senang berada di taman itu mengingatkannya pada sang sahabat yang berada di pesantren.


Reno melirik oca yang sedang menikmati pemandangan taman banyak anak kecil berlarian sesekali oca tersenyum entah apa yang dia lihat sehingga oca terlihat begitu cantik dimata reno.


''Manis ,,, dan lucu.''batin reno yang masih terus melirik kearah oca sambil tersenyum penuh arti.


Reno terfokus pada senyum oca bibirnya yang berwarna ping muda dan terlihat lembut sungguh membuat reno terlena dalam lamunan liarnya,entah apa yang dia pikirkan hingga dia tersenyum sendiri.


''Bang reno,,,.''oca memanggil manggil reno dengan berteriak serta mengguncang tubuh reno namun yang di panggil masih larut dalam lamunannya.


''Haish abang sedang mikirin apa sih dari tadi juga oca panggil gak denger ya?pakai senyum senyum lagi pasti lagi mikirin cewek. ''


''Eh kamu panggil abang ?mau apa?.''


''Iya dari tadi Baru nyadar bang?emang lagi mikirin apa sih bang ?cewek ya?kok senyum senyum gak jelas ?.''ulang lagi oca dengan bibir mengerucut.


''Iya ceweklah masak cowok,kan gak etis tuh kalau abang yang ganteng paripurna ini mikirin cowok.''canda reno sekalian dia ingin tahu reaksi oca.


''Homo dong kalau mikirin cowok.''ucap oca tersenyum kecut sambil memalingkan wajahnya.


''Apa aku tidak ada harapan bang?.''batin oca meremas baju sampingnya erat.


''Kalau abang homo mana ada cewek yang mau coba.''


''Ya gak lah mana mungkin abang homo, lagian abang itu sudah suka dan cinta sama seseorang tapi abang juga masih sedikit ragu apa dia menyukai abang atau hanya,,,,.''sambil melirik ekspresi oca yang sudah terlihat muram reno tersenyum tanpa di sadari oleh oca.


Deg,,,


''Kenapa aku merasa sesak ,apa aku sudah tidak ada harapan?.''pikirnya dalam hati.


''Pasti dia juga suka dan cinta sama abang kan abang gantengnya gak ketulungan.''oca tersenyum masam dia cemburu pada orang itu harus bisa menetralkan hatinya yang sedari tadi sesak setelah mendengar bahwa reno menyukai seseorang.


''Iya sepertinya dia cinta banget sama abang makanya ketika cemburu dia terlihat menggemaskan dimata abang .''ucap reno tersenyum melihat ekpresi oca yang sudah mulai menampakkan rasa cemburunya.


''Ya udah bang jangan deket deket oca nanti dia cemburu lagi kalau tahu .''ucap oca sambil mengerucutkan bibir ada rasa marah dan juga sedih di hatinya.


''Dia gak mungkin cemburu apalagi sama kamu yang sudah abang anggap adek .''reno tidak tahu bahwa perkataannya melukai seseorang yang berada dekatnya meski niatnya hanya ingin menggoda.


Deg,,, deg,,,


''Sepertinya aku memang sudah tidak ada harapan lagi,aku harus mengubur cintaku.''batin oca sesaknya semakin terasa sampai oca memegang dadanya namun reno tidak tahu.


Oca sedikit menjauh dari reno membuat reno sedikit bingung dan ada perasaan canggung setelah oca menjauh.


''Mau eskrim?abang yang traktir!''reno menawarkan oca agar tidak canggung.


''Mau bang,rasa stroberi vanilla.''kemudian oca diam melamun sedangkan reno langsung berjalan kearah tukang jualan eskrim.


.


.


.


.


.


''Reno?apa kamu benar reno.''ucap orang itu.


''Kamu kenal aku ?.''heran reno yang merasa tidak mengenal orang itu.


''Kita kan satu sekolah dulu waktu smp,ya ...meski tak sepopuler dirimu hehehe.''


''aku lupa.''


''Tidak apa aku baru datang dari luarnegri.kamu cari apa?.''


''Kamu tidak bisa lihat aku berada dimana?.''


''Kamu memang tidak pernah berubah dari dulu datar dan dingin.ya sudah aku kesana dulu senang bertemu denganmu .''ucap orang itu tersenyum sambil melangkah kearah lain.


''Hemmm.''


.


.


.


.


.


Oca pergi ketoilet di taman itu karena sudah tidak tahan ingin menangis setelah berada di dalam toilet tangisnyapun pecah tanpa di sadari ada seseorang yang mengikuti oca dari belakang dan mendengar semua gumanan oca yang terasa menyayat hati.


''Beginikah rasanya cinta tak berbalas?.''sesak batin cowok itu yang masih mendengar tangisan oca dari luar toilet sambil memegang dadanya.


''Aku akan membantumu mendapatkan cintamu tapi cintaku akan aku kubur karena aku ingin selalu melihatmu tersenyum dan bahagia meski bukan denganku .''guman cowok itu yang sudah tidak tega mendengar tangisan oca berlalu pergi.


.


.


.


.


Oca pun kembali ketempatnya setelah selesai dari toilet,reno pun muncul membawa sekantong kresek dan memberikan pada oca.


''Makasih bang.'' Oca langsung membuka bungkusnya dan memakan langsung eskrimnya agar terasa dingin hatinya.


''Hemm.''


''Apa begitu enaknya hingga makan eskrim saja seperti anak kecil...blepotan.''reno tersenyum sambil mengelap di sekitar bibir oca dengan sapu tangan membuat oca diam dan terus memakan eskrimnya sampai habis.


''Aku mohon bang ...jangan membuatku salah paham dengan sikap abang,,,rasanya sakit tak berdarah.''batin oca.


''Biasa aja bang . Ayo pulang aku sudah lelah.''oca langsung beranjak berdiri dan berjalan terlebih dahulu.


Reno yang melihat oca seperti itu merasa aneh,kemudian reno mengikuti oca dari belakang.


bersambung,,,,,,