My Ceo, My Contract Boyfriend

My Ceo, My Contract Boyfriend
Sesuatu ide konyol



"Ehm..Tuan saya permisi, keluar duluh,"


 ujar aurel karena merasa tidak nyaman dengan tatapan si bos.


" Tunggu!"


Adu apa lagi sih tuan. Batin aurel


 Aurel menghentikan langkah nya dengan mengigit bibir bawahnya. terpaksa berbalik tapi masi dengan posisi menunduk.


"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?" 


"Ehm..lupakan." 


Aurel yang mendapat jawaban dari alex, ia hanya menyerid dahi nya, lalu berbalik dan melangkah keluar dari ruangan ceo.


Ehhmm dasarrr pria aneh, menghentikan langkah orang, tetapi tidak menyapaikan apa pun.Anehh benarrr.  Lirih aurel setelah sampai lorong ruangan nya.


Tapi untung tidak terjadi apa-apa. Dia belum sama sekali mengenali ku, atau mencurigai ku. Pikiran aurel lalu melangkah masuk ke ruangan nya.


Aurel yang awalnya merasa takut, ketika masuk ke ruangan alex, akhirnya ia merasa lega karena dapat keluar dengan keadaan tenang.


Sedangkan berbeda dengan alex yang merasa aneh setelah kepergian aurel dari ruangan nya, ia merasa seperti ada sesuatu antara dia dan aurel.


"Andre tolong cari tahu soal wanita tadi, dan beritau saya nanti." 


Adre yang mendapat perintah dari tuan nya secara tiba-tiba, ia hanya menyerid dahinya dan merasa aneh dengan bos nya akhir-akhir ini.


"Owh soal nona aurel nya tuan?" 


"Ehmm.."  jawab alex hanya dengan berdehem.


"Ow.. baik tuan, saya akan cari tahu."  


Sejak kapan tuan tertarik dengan informasi kariyawan di sini. Pikiran andre yang merasa aneh dengan perubahan tuan nya.


Sedangkan di ruangan devisi, kariyawan sudah pada berkumpul karena memang sudah waktu istrahat. 


"Aurel lu ngak lakuin kesalahan kan, makanya di panggil si bos," Tanya devan.


Seketika mengundang semua mata memandang aurel, ia yang merasa dirinya di tatap, ia hanya tersenyum tipis.


"Ehmm ngak ko dev. Tadi saya hanya di minta si bos buat bikinin kopi, itu aja sih, ngk ada apa-apa ko."


"Owh syukurlah kalau gitu rel," timpal ibu rina 


"Ayo..pada mau makan siang ngak ni?"  Tanya laras.


"Ayo.."  ajak ibu rina menatap ketiga sahabat nya.


 Sedangkan di ruangan ceo, alex meminta andre untuk memesan nya makan hari ini, ia merasa malas untuk pergi keluar.


Andre pun menuruti perintah bos nya, hingga beberapa menit, orderan makan yang di pesan andre sudah sampai.


"Tuan ini makan nya," ujar andre lalu meletakan beberapa bingkisan makan di mejah bos nya.


"Iya makasi ander, ayo kita makan sama-sama!"


Andre hanya mengangut dan duduk menikmati makan bersama bos nya.


Hingga satu jam pun berlalu, waktu istrahat sudah selesai. Semua kariyawan sudah kembali bekerja seperti biasa.


Sedangkan sekretaris indah membereskan sisa makan di mejah, lalu ia melangkah keluar untuk membuang sampah makan.


Ia memang tidak jadi di pecat, setelah aurel memberikan penjelasan ke alex. Dan entah kenapa alex seperti terhipnotis dengan ucapan aurel, lalu ia berubah pikiran untuk memecat indah.


Dan hal itu berhasil membuat sang asisten marasa heran dengan perubahan sifat bos nya, secara drastis.


Tiba-tiba ia kembali ke ruangan alex dengan ngos-ngosan.


"Maaf, tuan itu...ada tuan besar datang, dan pak andre sedang menjemput tuan besar di lantai satu." Ujar indah.


Alex hanya menyerid dahi nya.


"Kenapa deddy kesini lagi sih,"  lirih alex sembari mengacak rambut nya, merasa pusing dengan tekanan deddy nya.


"Itu tuan, tuan besar datang dengan seorang tamu wanita."  Ujar indah.


Alex yang mendapat ucapan itu, ia hanya memutar bola mata nya, merasa makin frustasi.


" Huffff... ucapan deddy benar-benar serius."  Lirih alex dengan melipat kedua tangan nya.


Sedangkan tuan androson bersama andre sudah menaiki lif ceo menujuh ruangan alex.


Seolah tidak mengetahui kedatangan deddy nya. Alex berpura-pura sibuk dengan pekerjaan nya, hingga tidak menyambut kedatangan deddy nya.


Grekkk...


Pintu terbuka dan muncul sang asisten andre dan di ikuti oleh tuan besar, beserta seorang wanita mudah.


"Alex apa kamu begitu sibuk?, sehingga tidak menyambut kedatangan deddy."  


Perkataan tuan andorson jelas sindiran untuk alex. Meskipun begitu, alex masi pura-pura sibuk dengan pekerjaan nya.


Dan tidak menghiraukan kedatangan deddy nya dan wanita mudah itu.


"Alex..." panggil tuan adorson dengan suara agak meninggi kali ini, ia merasa alex mengabaikan kedatangannya.


"Iya ded, saya agak sibuk, banyak pekerjaan yang menumpuk."  jawab alex dengan wajah datar.


Hemm tuan andorson hanya menarik napas panjang menghadapi sifat putranya.


"Sambutlah mirna, kedatangan nya adalah kehormatan bagi kita,"  jelas tuan andorson.


"Ehmm..deddy, bukan kah hari ini deddy ingin menikmati liburan? Kenapa malah buang-buang waktu kesini?" 


Alex mengabaikan ucapan deddy nya, dan seolah kembali melayangkan pertayaan untuk deddy nya.


Tuan andorson mencoba mengalihkan pembicaraan karena ia melihat raut wajah putranya tidak senang dengan kedatangan mirna.


Sedangkan mirna hanya tersenyum memandangi alex.


Hingga beberapa menit, akhirnya alex, menemui tuan andorson dan mirna di sofa, ia pun terpaksa duduk melingkar dengan mereka.


Tetapi masi dengan eksperesi wajah datar, saat ia melihat wanita yang ada di depannya.


Meskipun mirna menyingung senyum di bibirnya tetapi sama saja, alex hanya menatap tampak ekspresi apa pun.


Mirna memang sudah menyukai alex sejak lama, dari pertemuan nya di negara A waktu ada acara dari salah satu rekan bisnis mereka.


Hingga ia jatuh cinta dan mengatakan pada ayahnya jika ia menyukai alex, dan meminta ayah nya untuk bisa menjodohkan nya dengan alex.


Awalnya ayahnya menolak, karena tidak mungkin ia harus menyampaikan hal ini ke tuan andorson.


karena dari mereka semua, tuan andorson yang paling di hormati dan di sanjung karena ia yang paling berkuasa, dengan kata lain ia yang memiliki harta paling berlimpah.


Tetapi tidak di sangka waktu pertemuan tuan andorson dan ayah mirna di perjamuan makan malam di salah satu rekan bisni mereka.


Tuan andorson menceritakan soalnya alex, ia sangat ingin alex cepat menikah, dan memberikan cucu untuk keluarga pratama.


Mendengar hal itu, ayah mirna tersenyum dan menawarkan perjodohan mirna dengan alex. Tak di sangka tuan andorson menyetujui hal itu.


Karena mirna sudah mendapatkan lampu hijau dari taun andorson, ia dengan senang hati kembali ke indonesia.


Hingga pagi nya ia melakukan kunjungan ke rumah alex, karena alex tidak ada di rumah, tuan andorson mengajak nya ke kantor alex.


"Alex. ini mirna anak dari pak dermawan, kamu bisa berkenalan dengan nya dan mengajak nya makan malam setelah pulang kerja."  Tuan andorson menjelaskan.


Seperti biasa alex hanya menatap tampak eskpresi apa pun.


"Saya sudah ada janjian dengan calon istri saya ded, jadi saya tidak dapat menerima permintaan deddy."


Pengakuan Alex tidak hanya membuat tuan andorson dan mirna kaget. Andre yang setiap hari menemani bos nya ia juga di buat kaget oleh pengakuan alex.


Bagaimana ia tidak tahu jika tuan nya sudah memiliki calon istri selama ini, dan kenapa ia tidak tahu soal hal ini.


Padahal selama ini tidak ada rahasia di antara nya dan tuan nya. Lalu sejak kapan tuan nya memiliki calon istri. Pikiran andre yang di liputi oleh banyak pertanyaan.


Andre melihat gerutan kekecewaan di wajah tuan besar. Mirna yang mendengar hal itu, merasa sudah di permalukan oleh alex.


Ia lalu menenteng tas branded nya, keluar dari ruangan alex dengan kekecewaan besar.


"Berhenti mempermalukan deddy alex. Jika kamu tidak membawanya ke hadapan deddy, maka kamu harus segera menikahi mirna atas nama pratama star group."


Tuan andorson meningalkan ruangan alex dengan rasa kecewa yang tidak bisa di jelaskan.


Setelah kepergian deddy nya. Alex kembali duduk di kursi kebesaran nya, memikirkan perkataan terakhir deddy nya.


Ia tahu bahwa perkataan nya barusan itu akan membuat deddy nya kecewa, tapi entah kenapa alex tiba-tiba mengatakan ide gila itu.


Tetapi memang tidak bisa di bohongin lagi, perasaanya ke aurel atas pertemuan mereka semalam.


Awalnya alex hanya ingin menekan aurel, untuk bisa tetap melanjutkan kontrak yang sudah mereka buat dari awal pertermuan.


Alex hanya ingin mengelabui ayahnya dengan membawa aurel sebagai kekasih bohonganya, tetapi siapa sangka, ayah nya ingin secepat nya menikahi nya dengan wanita lain.


Akhirnya ide gila itu keluar begitu saja dari mulut nya. Bukan alex pratama namanya jika ia tidak berani mengambil resiko, pantang ia menarik kata-kata nya. 


Darah pratama mengalir atas tubuh nya, tetapi mereka memiliki sifat dan kepribadian masing-masing. 


Tidak peduli badai seperti apa, alex tetap mempertahankan keputusannya. Ia sebenarnya tidak ingin di jodohkan dengan wanita mana pun.


Andre masi setia dengan posisinya yang sama, berdiri menatap tauannya, ia ingin bertanya soal calon istri tuan nya.


Tetapi ia memlih diam, sebaik nya nanti tuan nya yang akan menceritakan sendiri.


Andre tahu ini menyakut dengan masalah yang sensitif, ia tidak ingin menyingung perasaan tuan nya.


Alex kembali menatap ke arah jendela ia melangkah mendekat, dan menatap keluar.


"Andre urus wanita itu, untuk bertemu dengan ku!"


Andre menyerid dahinya, siapa wanita yang di maksud tuan nya kali ini.


"Maaf tuan mudah,siapa wanita yang tuan maksud?"


Alex menoleh ke arah andre yang tampak bingung, alex berjalan beberapa langkah dan menatap andre.


"Helena." 


Apa wanita yang di maksud tuan sebagai calon istri adalah nona helana? bukan kah masalah nona helana hanya sebagai penyamaran dari nona riska.


Dan bahkan itu sudah di selesaikan oleh nona riska. Kenapa tuan mudah malah mencari nya lagi.


Pertayaan itu terlintas dalam benak andre, walaupun begitu andre tidak mau mempertayakan hal itu.


"Hubungi  riska, dan cari normor wanita itu, dan bawa dia untuk ku!" 


Perkataan alex begitu tegas dan tidak dapat di bantah.


"Baik tuan." 


Andre berjalan keluar, mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi riska, meminta nomor helana yang sebagai aurel. Untuk mengatur pertemuanya dan tuan alex.


***********


Tetap dukung author nya.


Dengan cara like, komen, dan tips nya.😊


owh nya jangan lupa sama hate nya juga nya.😊