
Mansion pratama
" Alex,dedyy sudah mengatur wanita lain untuk di jodohkan dengan mu, nanti besok malam kamu bisa pergi menemuinya, deddy tidak ingin perjodohan ini sampai di batalkan lagi"
Ujar tuan andorson dengan wajah kesal setelah mengetahui bahwa putranya dan riska sudah sepakat membatalkan perjodohan mereka.
" Deddy apa ini tidak terlalu cepat"
protes alex, tak terima dedyy nya terus menjodohkan nya.
"Sudah alex, jangan jadi anak durhaka kamu. deddy sudah cape terus berbicara dengan mu, soal hal asmara mu"
" Tapi tidak seperti ini juga ded" alex masi tak terima atas keputusan deddy nya.
" trus mau mu bagaimana, jika tidak mau di jodohkan, bahwa wanita mu ke hadapan deddy"
Tuan andron tampak kesal lalu berbalik pergi meninggalkan alex yang masi duduk diam.
" Andre segera hubungi riska, dan suruh wanita itu, bertemu dengan ku" ucap alex dengan mengusap kasar wajahnya, ia tampak frustasi juga.
"Baik taun"
Andre segera menghubungi riska dan menyuruh riska untuk mengatur pertemuan aurel dengan alex malam ini di sebuah club.
Sebenarnya alex tampak frustasi hingga ia memutuskan untuk bertemu di club, karena setelah pertemuan ia masi ingin bersantai di sana.
Alex dan andrean tampak sudah terlebih dahulu masuk ke club, mereka masuk ke raungan vvip.
Sembari menunggu Aurel datang, alex mulai minum, minuaman keras. di layani oleh andre, karena alex tidak ingin di kelilingi oleh pelayaan wanita mana pun.
Hingga 30 menit, aurel pun sampai ke club di antar oleh riska. Aurel dan riska melangkah masuk ke ruangan vvip di mana alex dan andre berada.
Tentu saja, aurel sudah di vermak oleh riska dengan make up dan gaya yang berbeda mengunakan rambut wig, sehingga aurel memang terlihat berbeda.
Grekkk....
" permisi tuan, maaf kami baru sampai" Ucap riska setelah masuk
Di sambut oleh andrean dan menyuruh mereka duduk.
" Riska kamu sama andre keluar"
alex menyuruh mereka keluar meningalkan aurel dan alex sendirian di ruangan itu.
" ehmm baik tuan" ujar riska sembari menatap menguatkan aurel lalu melangkah keluar.
Andrean hanya mengangut dan mengikuti langkah riska.
Setelah keluar, mereka berdua memesan ruangan vvip lain nya, lalu berdua juga minum di sana.
" ehmm ada apa tuan, kenapa tuan memanggil ku kesini lagi, bukan kah tuan sudah tau yang sebenarnya, dan bahkan perjodohan nya sudah di batalkan" ujar riska menatap takut ke wajah alex.
" Ya perjodohan nya sudah di batalkan, tetapi surat kontrak kita masi berjalan. belum selesai"
ujar alex dengan wajah datar, dan mata nya yang sudah agak mereh, karena mabuk.
" haa.. bagaimana bisa tuan, kan perjodohan nya sudah di batalkan" protes aurel tampak tidak terima.
" Apa perlu saya mengulangi kata-kata saya" ucap alex dengan tatapan tajam.
" Tapi tuan.."
Alex lagsung memotong pembicaran aurel
"Apa kamu pikir saya melupakan godaan mu malam itu, terhadap saya, apa kamu pikir itu hanya berlalu begitu saja"
Aurel tampak terkejut,
bagaimana bisa hewan purba ini masi mengingat perbuat memalukan itu. Batin aurel yang merasa malu mendengarkan ucapan alex.
"Eehm..soal itu maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud menggonda tuan, itu hanya bagian dari rencana riska untuk membatalkan perjodohan nya dengan tuan"
Aurel berbicara jujur coba menjelaskan. sedangakan alex yang mendengar penuturan aurel ia hanya menyimak dan diam sebentar.
" siapa nama asli mu" alex kembali bertanya dengan menatap wajah aurel.
Aurel tampak glebatan di tanya soal nama, karena sekarang identitas asli nya masi tertutup, alex belum mengenali nya.
" sa..ya,, nama saya helana wisma"
Aurel memakai nama lain untuk menutupi indentitas nya. Alex tampak mengangut.
" Di mana kamu bekerja"
Deekkk.. Aurel makin glebatan, bingung harus menjawab apa lagi.
" aahh.. itu tuan saya seorang ceo di perusahan campaka wisma, saya melajutkan perusahan deddy saya"
Ujar aurel dengan senyum tipes, dan berbohong karena tiba-tiba muncul ide itu dalam pikiran nya.
" Ya bagus. perusahan mu mengelola di bagian apa"
Alex bertanya sembari menugkan minumanya.
Berbeda dengan aurel yang makin frustasi dengan pertanyaan alex
" Aaahh,,, "
Aurel melihat sekeliling ruangan itu dan tampak sedang berpikir tiba- tiba ia menemukan pot bungga di sudut ruangan.
" itu tuan... saya mengelola di bagian perambotan rumah tangga, seperti pot bungga, gelas dan piring, sebagai nya"
aurel menjawan sembari tertawa, sebenarnya tertawanya untuk menghilangkan rasa frustasi nya.
Hee,,bisakah anda berhenti bertanya lagi, ini kepala ku serasa mau pecah, mikirkan cara untuk menjawab pertanyaaan mu. Aurel membatin dengan kesal.
Alex tampak mengagut dan sedang memikirkan sesuatu.
" baik soal kontrak kita, harus tetap jalan sampai selesai masa kontrak nya" ucap alex dengan wajah datar.
" Hay... tidak bisa seperti itu tuan"
Aurel tampak terkejut dan reflek menjawab pertanyaan alex.
" jika kamu tidak setujuh, maka ganti rugi lah sekarang dengan 25 miliar"
Alex tampa sedang mengcoba menekan aurel
" haa,, bagaimana bisa seperti itu tuan, kenapa saya harus mengganti rugi sebanyak itu"
Waaa.. ternyata dia ingin memeras ku, dasar spesias burung purba, sudah kaya melintir, masi saja, memalak orang miskin seperti ku.
" kenapa.. bukan kah itu gampa bagi seorang ceo. uang seperti itu kecil bagi seorang pengusaha"
Jawab alex dengan senyum tipis di bibirnya,sembari menegukan minuman nya lagi.
Glegg...
Aurel menelan salivanya dengan kasar setelah mendengar ucapan alex
" Ya baik.. saya setujuh melanjutkan kontraknya"
Aurel tampak menyetujui dengan pasrah ia tidak punya pilihan lain lagi.
Alex tampak menyingung senyum kemenangan di bibirnya.
Ia pun lanjut menegukan minumanya. Detik berikut nya hanya ada keheningan di antara mereka.
" Kemari..!"
Tiba-tiba alex menjentikan jarinya meminta aurel untuk mendekat ke arah nya.
" Ada apa tuan"
Aurel tidak segera mendekat, ia takut melihat mata alex yang sudah merah karena mabuk.
" Apa perlu saya mengulanginya lagi"
Alex menatap tidak suka, karena aurel masi banyak bertanya.
" Ehhm tidak tuan "
ucap aurel dengan senyum paksa karena takut dengan tatapan alex .
Aurel pun mengubah posisi duduknya dekat ke arah alex. Tiba-tiba tampa aba-aba ,alex langsung mengecup bibir aurel.
Aurel tampak terkejut dengan serang alex, ia segara mendorong alex.
Tetapi alex menguncinya dengan tubuhnya sehingga ia tidak bisa bergerak.
Aurel tak mau membuka mulut nya, tetapi alex punya cara agar bisa membuka bibir aurel. Alex mengigit sudut bibir aurel, aurel reflex membuka bibir nya.
Ciuman alex makin panas, hingga aurel hampir kehabisan oksigen, aurel tampak susah paya bergerak agar alex bisa melepaskan bibirnya, Ia sudah hampir mati lemas.
eehh,,,pria sial, ini aku hampir mati lemas, tolong lepaskan ciuman gila mu itu. Aurel membantin dengan berlinang air mata di sudut mata nya.
Alex tampak menyadari aurel sudah hampir kehabisan okseigen, alex melepaskan ciumanya.
Aurel terenga-enga..menarik napas,,mengatur kembali napas nya.
Sial ternyata ia mesum juga, hampir aku mati lemas karena boss brengsek ini.
Aurler tampak memaki dalam hati nya.
" Tuan bisakah anda menjaga sikap anda, saya bukan wanita banyar mu, sehingga seenak nya anda mempermaikan saya" Ujar aurel dengan wajah kesal.
"Kenapa. Bukan kah kamu sudah menjadi pacarku, jadi wajar saya melakukan itu"
Tampak dosa alex menjawab dengan santai menatap wajah aurel.
" Tidak tuan. Itu tidak ada dalam perjanjian kontrak kita"
" Apa perlu saya menambakan soal ini ke surat kontraknya, agar kita bisa melakukan nya"
Alex berbicara dengan menyingung senyum di sudut bibir.
Berbeda dengan aurel yang merasa bulu kuduk nya merinding setelah mendengar penuturan alex.
"Apakah Anda tidak waras, jika tidak ada yang perlu di bicarakan lagi saya ingin pulang"
Aurel segera bangkit dan hendak melangkah pergi, tetapi tiba- tiba tanggan nya di genggam oleh alex.
" duduk... tampak seijin saya, tidak ada yang boleh meningalkan ruangan ini"
Alex menatap tajam, dengan suara meninggi dan itu berhasil membuat nyali aurel kembali menciut.
Eehmm sial..benar-benar sial.. kenapa aku harus berhadapan dengan pria gila seperti ini.
Aurel membatin, lalu kembali duduk di samping alex.
Alex kembali menegukan minumannya, lalu menatap aurel.
" Bukan kah awalnya kamu yang sudah menggoda ku, dan mengatakan jika kamu ingin mencicip bibir ku, mari segera kita lakukan"
Ucapan alex berhasil membuat ronah wajah aurel memar karena malu.
Aurel hendak berbicara, alex langsung kembali mencicip bibir aurel, dan itu tidak dapat membuat aurel bergerak lagi, karena suruh tubuh nya benar-benar di kunci oleh tubuh alex.
Tanggan alex tak luput dari dua gunung aurel yang tampak segara di balik midj dress nya.
Sehingga membuat aurel benar-benar sudah tidak bisa menolak, memang diri nya menolak tapi tidak dengan tubuhnya.
Hingga tampak sadar aurel membalas ciuman alex, akhirnya ciuman mereka makin panas,dan sudah hampir mencapai puncak.
Tetapi alex tidak ingin melakukan penyatuhan, iya punya cara sendiri agar kedua nya mencapai puncak kenikmataan tampak melakukan penyatuhan.
Walau pun selama ini alex tidak berdekatan dengan wanita mana pun, tetapi bukan berarti ia tidak normal.
Ia juga pria normal, yang kadang harus melampiaskan puncak napsu nya dengan bermain solo sendiri dengan sabun mandi.
Hingga kedua nya akhirnya mencapai puncak masing- masing.
Kedua nya tampak terenga-enga, dan coba mengatur kembali napas.
Keheningan yang masi ada di antara mereka. Hingga alex menyuruh aurel merapikan penampilan.
" pulang lah ,andre mengantar mu" ujar alex
" tidak tuan saya akan pulang bersama riska"
" riska sudah kembali lebih dulu"
Greekk....
" nona mari saya segera antar" ucap andre setelah masuk
" kemana riska" jawab aurel
" nona riska sudah kembali non, ia tadi di telpon oleh deddynya"
" Ehm baik lah,,"
Aurel segera berdiri dan melangka keluar tampak berpamitan dengan alex.
Alex hanya menyeredit dahi nya melihat tingka aurel.
Akhirnya andre mengantar aurel, tetapi aurel tidak memberitau alamat asli rumah nya, ia minta turun di sebuah apartemen, ya itu apartemen milik riska.
***********
Hay guys setelah mampir jangan lupa tingalkan like, hate, dan vote nya.
oh nya jangan lupa sama tips nya juga nya😊
Terimakasi😊😊