My Ceo, My Contract Boyfriend

My Ceo, My Contract Boyfriend
Secara kebetulan



Setelah meminum kopinya alex merasa sudah lebih tenang. Hingga tepat jam stengah 10, alex dan andre menujuh ke ruangan meeting. 


Meeting pun berlanjut hingga satu jam, dan tepat di jam stengah 11, alex dan andre melangkah kaki kembali ke ruangan ceo.


Alex duduk di kursi kebesaraan nya, sedangkan andrean duduk di bagian sofa. Melihat tuan nya yang tampak sedang gusar memainkan pulpen di tangannya sembari memutar-mutar kursi nya.


Seperti orang sedang berpikir keras. Andrean yang melihat hal itu, ia berpikir mungkin bos nya masi di bawa pengaruh alkohol akibat semalam.


Tetapi di sisi lain ia berpikir, kenapa bos nya akhir-akhir ini seperti berubah-ubah mood nya, dan hal itu membuat andrean sedikit khawatir.


Tiba-tiba alex teringat aroma dan rasa kopi yang ia minum tadi pagi.Ia baru sadar, ada orang yang bisa membuat kopi dengan rasa dan aroma khas seperti ibu nya.


" Andre yang buatkan kopi tadi pagi siapa?" 


Yang di tanya malah hanya menyerid dahi nya, bagaimana tuan tidak tahu.


Yang yang jelas-jelas tuan sendiri yang meminta andre untuk menyuruh indah membuatkan kopi.


Dan tadi pagi juga indah yang membawakan kopi, kenapa ini tuan malah bertanya lagi.


Andren merasa agak pusing menghadapi sifat bos nya akhir-akhir.


" Itu indah tuan."  Andre coba menjawab dengan tenang.


"Ya sudah suruh dia buatkan lagi satu untuk ku!."  ucap alex masi dalam posisi yang sama.


"Ehm.. baik tuan."


Andre segera berlalu dari ruangan alex dengan berjutah tanda tanya dalam benak nya.


Ehmm tuan-tuan, saya baru sadar, jika tuan minum kopi sahari hampir dua kali, bahkan ini juga belum lewat beberapa jam. Bantin andre 


"Indah kamu buatkan kopi lagi untuk tuan alex!"  


Ujar andre setelah tiba di mejah sekretaris indah.


Indah yang mendapatkan perintah itu,ia juga kaget, bagaiman tuan alex bisa meminta minum kopi lagi padahal ini baru lewat beberapa jam.


Indah hanya menatap diam ke arah andre, seperti meminta jawaban dari andre atas pikiran nya.


Andre hanya menatap tajam indah.


" segera buatkan kopinya, tuan alex menunggu!"  Perintah andre lalu segera berlalu dari hadapan indah.


"Ehm.. ia baik taun." 


Indah segera melangkah pergi ke dapur perusahan untuk membuatkan kopi.


Jangan di tanyakan lagi, benak indah juga masi di penuhi oleh banyak tanda tanya atas perubahan sifat bossnya .


Hingga beberapa menit indah membawa nampan kecil dengan secangkir kopi masuk keruangan ceo.


" permisi taun, ini kopi nya, silahkan."  Ucap indah


Alex menyimpan berkas yang ada di tangan nya lalu menoleh ke secangkir kopi yang ada di depan nya.


Ko aroma nya beda nya tidak seperti tadi pagi, saat di taruh di depan ku aroma nya tampak menusuk ke hidung ku. Batin alex sembari menyerid dahi nya.


Akhirnya alex memutuskan untuk mencoba untuk mencicip kopi yang ada di depan nya.


Setelah di cicip alex tampak mengangkat alis nya lalu menyimpan kembali kopinya di mejah sembari menatap ke arah indah.


"Siap yang membuat kopi ini?"  Tanya alex menatap indah.


"Saya tuan," ucap indah dengan wajah takut.


"Lalu kenapa tidak seenak tadi pagi ?" Alex kembali bertanya.


Andre yang ada di sebelah alex, ia hanya menyerid dahinya melihat tuan nya seperti sangat kesal karena kopi yang ia minta tidak sesuai dengan keinginnya.


"Ehmm maaf tuan, biarkan saya coba membuat ulang lagi,"  pinta indah yang seperti nya menutupi sesuatu.


"Bicaralah! Saya sedang bertanya kenapa kopinya tidak seenak yang saya minum tadi pagi?." Alex kembali bertanya dengan suara penegasan.


Andre bahkan merasa bingung, apa yang sebenarnya terjadi, ia menoleh menatap tajam indah, yang seperti kelihatan mencoba menutupi sesuatu.


"Ehm..itu tuan. Maafkan saya, kopi yang tadi pagi tuan minum. Itu bukan buatan saya, tapi di buat oleh salah satu kariyawan di sini tuan." 


Ucap indah dengan nada gemetaran, karena sebenarnya iya sudah merasa seluruh badan nya bergetaran melihat tatapan membunuh dari sang bos dan juga sang asisten.


Ucapan indah membuat alex dan andre menatap tajam penuh permusuhan ke arah indah.


"Andre kamu atur duluh dia." ucap alex tegas.


"Ampun tuan-ampun tuan, saya mohon maaf, saya sebenarnya tidak berniat berbohong."


Ujar indah dengan nada memohon bahkan air mata nya sudah hampir tumpah.


Alex tampak diam dan tidak menghiraukan permohonan dari indah.


Andre yang melihat hal ini, ia juga terbakar api emosi karena sifat indah. Ia lalu segera menarik tangan indah dan menyeret nya keluar dari ruangan ceo.


"Andre tanyakan kepadanya siapa kariyawan yang sudah ia perintahkan!" ujar alex sembari menyilangkan tangan nya di wajah nya.


Andre hanya mengangut dan terus menyeret keluar indah yang masi ingin memohon ampun dari alex.


Setelah sampai ruangan andre,ia segera menghakimi indah dengan tatapan tajam dan seperti sudah siap membunuh indah.


"Cepat katakan siapa kariyawan yang sudah kamu perintahkan!" Ujar andre dengan nada marah.


" Itu tuan, saya belum sempat menanyakan namanya, tapi seperti nya dia anak dari bagian devisi. saya sempat melihat kartu nama nya, tapi saya lupa namanya." 


Ujar indah dengan suara menangis, dengan berlutut di depan ander.


Setelah mendengar penuturan indah, andrean hanya menatap sinis indah, yang sudah mencoba membohonginya dan alex.


Bagi andre, jika alex sudah meleparkan tugas kepadanya untuk mengurus kariyawan di sini, maka kariyawan itu tidak akan di pakai lagi di kantor ini.


"Segera bangun. Dan temui ibu betti di bagian keuangan, ambil pesangon mu. Dan jangan coba-coba muncul lagi di hadapan tuan alex." 


Ujar andre dengan nada penegasan dan tak luput dari wajah dingin nya.


"Ampun pak, jangan pecat saya, saya mohon maaf, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi." 


Ujar indah dengan berdurai air mata memohon ampun ke sang asisten.


"Apa perlu dengan perbuatan kasar duluh baru kamu mengerti nona indah." 


Ucap andre kali ini dengan nada tinggi bahkan wajahnya sudah merah menahan emosi.


Ander memang tipe seperti bossnya jika sudah bilang a nya harus a, tidak dapat di gangu gugat lagi.


Setelah mendengar penegasan dari andre, indah hanya pasrah dan terus menangis meruntuki kelalaiyan nya sendiri.


Ia segera berlalu dari ruangan andre dengan kaki gontai menujuh ke mejah nya.


setelah indah keluar, andre segera mengecek cctv, setelah berhasil mendapatkan cctv dari jam 8 pagi, akhirnya andre menemukan orang yang sudah membantu indah.


Setelah itu andre mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


"Halo ibu rina, tolong suruh nona aurel ke ruangan tuan alex sekarang!" 


Ujar alex dengan si penelpon yang merupakan kepala devisi.


" Aurel kamu lakukan kesalahan apa, sehingga barusan pak andre menelpon ku, meminta mu untuk menemui tuan alex sekarang," 


Ujar ibu rina, menatap menyelediki aurel, karena bagi mereka, jika tiba-tiba kariyawan di panggil oleh boss berarti kariyawan itu sedang bermasalah.


Aurel yang mendapatkan pertanyaan itu, ia hanya menatap diam dengan pikirannya sendiri.


"Haa benaran nya bu, pak andre yang menelpon?" 


Aurel masi coba mencerna kata-kata ibu rina, ia bahkan merasa shock,


kenapa tuan alex  tiba-tiba memangil ku.Batin aurel.


" la benaran rel, masa ibu bohong sama kamu rel," ujar ibu rina.


"Haa baik lah, saya akan coba temui tuan alex, tapi saya rasa saya tidak melakukan kesalahan apa pun," 


Ujar aurel dengan nada santai, tapi percayalah di hati dan pikiran nya masi di liputi oleh banyak tanda-tanya, bahkan dirinya sendiri merasa gerogi.


Ibu rina, laras, devan hanya saling melepar pandang, dan mencoba menguatkan aurel, bahwa ia akan baik-baik saja.


Aurel hanya menatap ketiga sahabatnya dengan senyum tipis, lalu ia melangkah keluar pergi ke ruangan ceo.


Aurel tampak menarik napas panjang setelah mencapai pintuh ruangan ceo.


Tok..tok..tok..


"Masuk," suara khas andrean .


Aurel segera melangkah masuk, dan berdiri tepat di hadapan kedua pria itu, yang hanya menatapnya sejak masuk.


Mendapat tatapan dari alex, aurel merasa diri nya pasti di marahi oleh alex.


Begitu pula dengan andre yang melihat tatapan alex ke aurel, ia merasakan tatapan yang beda.


"Kenapa indah meminta mu untuk membuatkan kopi tadi pagi?"  Tanya alex dengan wajah datar.


Aurel tampak terkejut dengan pertayaan alex, ia hanya menyerid dahi nya menatap diam.


Haaa bagaimana ia tahu, saya sedang membantu membuatkan kopi untuk mba indah. Memang sih saya rasa kopi itu sebenarnya bukan untuk mba indah, karena saya melihat mba indah begitu tergesa-gesa membawakan kopi itu.


Batin aurel. yang masi memilih diam, tidak menjawab pertayaan alex.


"Hey..saya sedang bertanya pada mu!"


Alex merasa agak kesal karena pertayaan nya tidak di jawab oleh aurel.


"Ahh..itu tuan, saya tadi pagi berjalan dari toelit sembari bermain ponsel, sehingga tidak sengaja saya menabrak mba indah,


yang saat itu sedang memengang secangkir kopi. Dan kopi mba indah tertumpah, sehinga saya harus membuatkan nya lagi untuk mba indah."


Ujar aurel dengan menjelaskan panjang lebar untuk tuan alex.


Setelah mendengar penuturan aurel. Alex menyilangkan kaki panjang ke kaki nya yang lain.


Ia menatap aurel yang berdiri tertunduk dengan posisi yang masi sama sejak ia masuk.


Sedangakan aurel tidak berani melihat ke arah alex atau menatapnya.


Bahkan dirinya ingin secapat-cepat meningalkan ruangan ini.


"Buatkan saya kopi seperti tadi pagi!"  Perintah alex dengan tatapan datar.


Sedangkan yang mendapakan perintah hanya mengangkat alis dan berpikir.


Bagaimana buatkan kopi seperti tadi pagi, perasaan ku tidak pernah aku buatkan kopi untuknya. aurel tampak berguman.


Tapi rupanya gumanya agak keras sehingga bisa di dengar oleh alex dan andre.


Andre hanya mengangkat alis nya dengan menampilkan sebuah senyuman di sudut bibir nya.


"Kamu sudah membuatkan ku kopi tadi pagi" alex kembali berucap dengan tatapan yang susah di artikan.


Aah berarti kopi yang aku buatkan untuk mba indah. ternyata untuk pria gila ini. Aurel kembali membantin.


"Ah..baik tuan."


Aurel segera melangkah keluar menujuh ke dapur perusahan, membuatkan kopi seperti tadi pagi.


Beberapa menit pun, aurel dengan hati-hati membawa nampan kecil berisi secangkir kopi, lalu meletakan di atas mejah sang ceo.


"Silahkan tuan." 


Aurel berdiri di sebelah kiri mejah, ia menunggu alex untuk mencicipi kopinya.


Alex segera menghirup aroma kopi nya dengan suasana hati yang tenang, ia pun mengambil kopi nya dan menyesap dengan penuh nikmat,lalu meletak kembali ke mejah.


Ia kembali menatap aurel, dengan tatapan yang susah di artikan. Sedangkan andrean yang sedang mengecek beberapa tugas di samping mejah alex, ia hanya menatap bossnya dengan sebuah senyuman tipis.


************


Jangan lupa tinggalkan like, komen,dan tips nya.😊


owh iya satu lagi, jangan lupa hate nya juga nya.😊