My Ceo, My Contract Boyfriend

My Ceo, My Contract Boyfriend
Rencana



Pratama star grup


 Di gedung mewah yang menculan tinggi dengan nama gedung pratama star grup. Di sinilah ada banyak bungga papan ucapan untuk presiden Alexsander pratama.


 Yang tertata rapi dari pintu masuk menuju sebuah ruangan konverensi mewah, yang sudah di penuhi oleh banyak kariyawan pratama star, dan juga banyak orang terpenting.


" hey...di mana aurel kenapa belum kelihatan di sini" ucap laras salah satu teman kantor aurel


" Ya benar.. kemana aurel?" 


Tanya devan, salah satu teman aurel juga.


"Sebentar saya telfon dulu"  


Ucap ibu rina merupakan kepala devisi mereka. 


mengeluarkan ponselnya mencoba menghubungi aurel, tetapi tidak terhubung.


Sedangkan aurel berlari dari sebalah sudut ruangan dengan napas ngos-ngosan.


Hey...Aurel dari mana kamu? kami semua mencari mu" Devan bertanya.


" Itu tadi saya dari toilet. ngk tau ni, tiba-tiba sakit perut "  


Jawab aurel sambil memengang perutnya.


" Apa kamu sedang sakit aurel? " 


Tanya ibu rina dengan wajah cemas. karena memang ibu rina, laras, dan devan adalah teman dekat.


" Tidak apa-apa bu, ini sudag lebih baik "  


"Mohon perhatiannya, acara pelantikan presiden Alexsander pratama akan segera di mulai.mohon duduk di tempat." ucap pemandu acara.


" Ayo kita duduk" ibu rina mengajak ketiga anak buahnya, mencari tempat duduk untuk bertiga.


"Ngomong-ngomong, sepertinya benar kata gosip. Bahwa presiden alex agak gila kerja, bahkan baru pulang dari kota A tapi langsung kerja " 


 Devan berbicara. setalah berempat sudah mendaratkan bokong masing-masing di tempat duduk yang berjejer.


" Entalah..tapi aku dengar- dengar presiden sangat tampan " ujar laras deng wacah ceria dan berbinar-binar.


" Ya tampan karena tuan andorson saja sangat tampan, walaupun usianya sudah tidak mudah lagi. coba deh lihat kesana, ada tuan andorson " 


 Ucap aurel dengan senyum, dan menunjuk ke arah tuan andorson.


" Ya benar, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" jawab ibu rina. 


"Mohon perhatiannya, presiden alexsander akan segera memasuki aula " ucap pemandu acara.


semua tampak hening memandang kaki yang akan melangka naik ke podium untuk memberikan kata sambutan. semua kariyawan tampak menunjukan wajah ceria dan ingin melihat langsung presiden mereka, karena mereka hanya dengar jika putra penurus perusahaan ini sangat tampan.


Tapi seketika semua mata di buat terkejut.tapi tidak dengan beberapa hadirin dan beberapa kariyawan, karena mereka mengenal pria itu.


Tetapi tidak dengan beberapa kariyawan, mereka berpikir yang berdiri di depan adalah priseden mereka. 


Begitu pula dengan ayah alex. yang kelihatan begity kesal.


Untuk semua hadirin yang ada di sini, sekali lagi saya ucapkan terimakasi, untuk pengaturan yang luar biasa ini, untuk menyambut saya, tapi mohon maaf saya tidak menginginkan acara sambutan ini, karena sudah dari awal saya sudah berpesan untuk tidak melakukan acara ini. terimakasi. Presiden Alexsander pratama. Ucap ander sang asisten.


Membacakan surat wasiyat tua alex, dan merupakan orang yang berdiri di podium itu, karena tuan alexsander menolak untuk datang ke acara itu. belio sudah berada di ruagan kerjanya untuk menyelesaikan beberapa masalah mengenai perusahannya.


Ander pun membungkuk memberikan hormat ke tuan andorson yang masi terlihat kesal dengan kelakuan anaknya.


Andrean pun meningalkan podium, dan acaranya langsung di tutup oleh pemandu acara.


" Dasar anak bandel, susah di atur" Tuan andorson dengan kesal, melangka pergi meningalkan ruang konverensi.


Falshback


Dalam perjalan pulang dari bandara soekarno hatta, Alex mendaptkan telpon dari seseorang yang sudah alex bayar untuk mencari tau penyusup yang sudah mencoba membocorkan beberapa rahasia perusahan.


Karena seminggu sebelumnya alex mendapatkan kabar bawa ada masalah dengan perusahan ayanya, karena di tunduh menyalin dokumen dan materi perusahan lain, jadi perusahan ayahnya harus membayar ganti semua kerugian.


Dan masalah ini di sembuikan oleh tuan androson dari alex, tidak ingin alex mengetahuinya.tetapi malah masalah ini sampai ke tangan alex, karena walaupun alex berada di negara A dia tetap memantau perusahan di sini, dan itu tidak di ketahui oleh ayahnya.


" Ok baik,, kamu ikuti gerak-gerik orang itu. Dan cari tau kemana saja dia pergi " 


alex berbicara pada sang penelpon.


"Baik tuan " ucap si penelpon.setelah itu telpon terputus.


"Andre kamu tanggani dulu acara sambutan nya. saya sudah dari awal bicara sama daddy untuk tidak perlu menyiapakan acara ini, tapi rupanya deddy lebih keras kepala dari ku " 


 Alex berbicara dengan bersandar dan memanjakan mata sejenak. Entah apa yang ada di pikiran nya.


"Apa tidak lebih baik tuan datang saja? bagaimana dengan tuan besar? "


Andre coba memberikan saran ke tuan nya, dengan wajah penuh harapan agar tuan nya tidak membuat masalah dengan tuan besar.


" Apa aku menyuruh mu untuk membata, jika tidak ingin datang, maka pergilah dari hadapanku" 


 Alex menatap tajam ke arah andrean


" Tidak tuan saya akan datang " 


 dengan pasrah andre menjawab, karena keputusan bosnya susah untuk di gangu.


" Saya sudah membuatkan kata sambutanya, kamu bisa bacakan saja "


 lalu alex meletakan sebuah kertas di tempat duduk di sampinnya.


" iya baik tuan " 


Mobil pun memasuki halaman perusahan pratama star crup dan terparkir tepat di lobi. Alex pun turun dari mobil, melangka menuju ruanganya, sedang andrean yang menuju ke ruang konverensi.


 


Bertemu di lif


" Apa sudah selesai acaranya " 


 Tanya alex, yang menatap datar, kearah bangunan tinggi lewat kaca jendela ruangannya


" sudah Tuan " 


Jawab Andre yang sudah berada di ruang kerjanya tuanya.


" Baik, ikut dengan ku "


  Alex melangkah pergi di ikuti sang asisten dari belakang .


Sampailah mereka di depan pintu lif khusus untuk keluarga pratama. Pintu lif pun terbuka...


" Deddy...."


 ucap Alex, dengan wajah terkejut.


" Ya..anak bandel. kamu pikir deddy tidak akan mencari mu, setelah apa yang kamu perbuat" tanya tuan andorson dengan wajah masang.


" Ya...sibuk. Deddy tau putra deddy sangat sibuk, sampai mengabaikan kadoh dari deddynya, apa hal seperti itu masi bisa di sebut sebagai anak baik? "   


Tuan andorson, pura- pura ngambek.padal tujuannya hanya ingin mengoda putranya.


karena dia tau, putra nya pasti punya alasan penting sehingga tidak datang ke acaranya.


Alex hanya diam dan memasan wajah datar, berbeda dengan adrean yang menahan tawa nya, melihat bos nya di omelin seperti anak kecil.


" Ayo ikut deddy, ada yang ingin deddy bicarkan dengan mu" 


Tuan andorson melangkah menuju ruangan ceo.


Alex tidak punya pilihan lain selesain mengikuti arah langkah kaki deddy nya.


Ruangan ceo


" Ada apa ded "


 tanya alex setelah mereka tiba di ruangnya.


" Deddy punya pronyek besar untuk mu" 


tuan andorson menatap serius wajah Alex.


" Oow.....bagus, saya senang mendengarnya dedy. Pronyek apa ded? " 


Alex menatap serius ke wajah deddynya


" Apa kamu menyukainya"


" Ya pasti saya menyukainya deddy, saya harus bekerja keras untuk perusahan ini bukan." 


jawab alex, lalu melangkah mendekat ke kursi kebesarannya.


" Bagus... deddy senang dengarnya,"


 Tuan andorson dengan tertawa kecil menatap putranya


" ya sudah,apa proyeknya ded? " 


tanya alex, karena tidak sabar ingin mengetahui peroyek apa yang deddy nya kerjakan.


" proyek menikah" 


jawab tuan andorson dengan wajah serius menatap dekat ke wajah tuan alex.


"Apa tuan besar ingin menikah? "  


Tanya ander yang tak kala kaget nya mendengar penuturan tuan besarnya, berbeda dengan tuan alex, yang hanya menyerit dahinya.


" Bukan saya." 


Jawab tuan andorson dengan wajah masang, tapi kelihatan lucu, karena dia ingin mengoda dan merayu putranya, untuk bisa menikah.


" Ow,,,maafkan saya tuan, terus siapa yang akan menikah tuan? "


" Ya bos mu, saya ingin alex secepatnya menikah"


 ujar tuan andorson dengan menatap wajah alex.


" Apa...?"


 alex menatap dengan wajah terkejut.


" Ya deddy ingin kamu secepatnya menikah" 


" Tidak deddy, aku tidak ingin menikah, usia ku juga bulum terlalu tua, saya masi ingin konsetrasi dalam bekerja "


" Tidak. deddy ingin kamu secepat menikah dan berikan keturunan untuk keluarga pratama" 


Deeekk,,,, jatung alex terpompa begitu cepat, setelah mendengar penuturan ayahnya.


Bagaimana memberikan keturunan, sedang aku saja belum pernah punya kekasih. batin alex


" Tidak ded, bagaimana menikah, aku saja belum memiliki kekasih. " ucap alex dengan ketus.


" Ya,, dedy tau itu. karena putra deddy sangat gila kerja. Sehingga hal asmara pun tidak tertarik, jadi dengan itu deddy sudah mengaturnya. " 


 Sebenar nya sebulan sebelum alex balik ke jakarta, tuan andorson tak sengaja bertemu dengan teman kulianya di acara perusahan salah satu rekan bisnisnya.


melalui pertemuan mereka, banyak hal yang mereka bicarakan, bahkan dengan pasangan untuk anak mereka.


Tapi ternyata putri dari temanya itu,memiliki sifat yang sama seperti alex, yang tidak memiliki waktu untuk hal asamara. 


Dan kebetulan, tauan andorson juga ingin mencari jodoh untuk putranya, jadi tuan andorson mengajak temannya untuk menjodohkan anak mereka, teman nya pun menyetujui hal itu.


"Haa.. maksud deddy" 


 Tanya alex dengan wajah serius, menatap aneh pada tuan andorson.


" Ya..deddy sudah atur. jadi malam ini kamu harus pergi berkenjang. Deddy sudah mengatur calon kenjang mu, dia wanita karir dan dari kalangan konglamater juga.


Ayahnya teman baik deddy." Jawab tuan andorson.menjelaskan tujuanya.


" Ehm.. jadi maksudnya, tuan alex di jodohkannya tuan?" 


Tanya ander mewakil bosnya, karena kelihatnya, bosnya terasa schok mendengar penuturan ayahnya.


" Ya.. seperti itu. Karena saya tidak ingin menunggu lama, saya ingin alex secepatnya mendapatkan kekasih dan menikah" 


Andrean hanya menganguk. 


Huuffff....Tuan besar bikin capek diri saja sendiri, hal gila seperti ini mana mungkin tuan alex menyetujui nya. Batin anderean dengan narik napas berat.


" Ya baikla, aku menyetujui permintaan deddy"


 Ujar alex dengan wajah yang susah di tebak, entah apa yang di pikiran nya.


Andrean bahkan terkejut mendengarkan jawaban tuanya, semuanya di luar nalarnya, padahal selama ini dia mengenal dengan jelas bagaimana watak dan sifat tuannya.


" Andrean kamu tolong atur pertemuan ku malam ini " ucap alex mengalihkan pandangannya ke arah andre.


" baik tuan" 


Sedangkan  taun androson hanya tersenyum puasa, setalah mendengar persetujuan putranya.


**********


Ayo tetap dukung Authornya😊


dengan cara like,vote,dan tipsnya.😊


jangan lupa kasih ratenya juganya.😊


tetap semangat nya 💪💪