My Ceo, My Contract Boyfriend

My Ceo, My Contract Boyfriend
Teringat



Setelah sampai di Apartemen riska, aurel segera mengeluarkan ponsel nya dan nelpon riska.


Tapi yang di telpon rupanya sedang sibuk, sehingga panggilan telpon sudah mencapai 3 kali, tetapi belum ada jawabannya.


Akhirnya aurel memilih memesan ojek online, dan pulang kerumahnya.


Setelah sampai rumah, aurel segera menujuh ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Di sela-sela mandinya, aurel mengelus bibirnya dengan senyum yang susah di artikan.


Ooh..sial , kenapa aku jadi senang nya, setelah ia mengambil ciuman pertama ku.


oh..tidak aurel.. Apa kamu sudah gila, pikiran macam apa ini. Sadar aurel, kamu sekarang sedang berhadapan sama siapa, dan penyamaran mu belum di ketahui.


Aurel berguman dengan menarik napas panjang.


Setelah beberapa menit, ia segara keluar dan memakai baju tidurnya. Dan segera berbaring.


Sedangkan di tempat lain, Alex juga baru selesai membersihkan tubuhnya, ia juga sedang berbaring, dan tampak sedang memikirkan sesuatu.


Eehmm rupanya bibir gadis bodok itu, manis juga nya.


Alex berguman sembari senyum-senyum sediri, memikirkan ciuman pertamanya bersama aurel.


"Apa yang sedang di lakukannya gadis bodok itu"


Lirih alex lagi lalu meraih ponsel nya.


"Aah sial..aku belum memiliki nomor gadis bodok itu" 


Alex segera menekan panggilan ke nomor lain.


"Ehmm"  Alex hanya berdehem setelah panggilan terhubung.


"Halo tuan, apa ada yang bisa saya bantu" 


Tanya andre di balik telpon, karena yang menelpon hanya terdiam setelah panggilan terhubung.


Alex sebenarnya gensi memberitau tujuan nya ke andre.


"Ehm.. andre bagaimana informasi tentang wanita itu" 


"Owh tuan saya akan mencari dengan jelas besok" 


Ander tampak menyerid dahinya, memikirkan bagaimana bisa bos nya menelpon nya dengan jam 12 malam hanya untuk menanyakan tentang informasi wanita itu.


"Owh baik, Apa kamu punya nomor nya" 


Akhirnya Alex berhasil mengeluarkan pertayaan itu dari mulut nya, tetapi percayalah, hatinya masi menyangkal dan gensi.


Andre tampak mengangkat alis nya dan sedikit terkeke.


Apa tuan sudah jatuh cinta dengan nona helena. Batin andre.


"Ehmm.. maaf tuan, saya tidak memiliki nomornya, Apa perlu saya cari tuan" 


"Ehhmm tidak perlu, istrahatlah" 


Ujar alex lalu mematikan telponnya, sembari mengusap kasar wajahnya.


Eehm.. kenapa aku mencari nomor gadis bodok itunya, aah sudah lah aku ingin tidur. Guman alex lalu kembali berbaring.


Sedangkan andre sedang terkeke di apartemennya, 


Ahh rupanya tuan ku sudah merasakan yang namanya jatuh cinta. 


Andre berguman sembari terus terseyum sendiri memikirkan kembali percakapannya bersama bosnya.


Hingga akhirnya ia menguap dan tertidur. Di sisi lain tuan alex dan aurel juga sudah tertidur.


Keesokan hari


Di kediaman aurel smat, semua orang tampak sibuk dari jam 4 subuh memasak beberapa lauk pauk untuk persiapan dagang pagi ini.


"Nak..sudah tinggalkan saja, biar mama yang beresin. kembali ke kamar mu dan bersiaplah untuk kerja"   ujar sang mama irah yang merupakan mama aurel.


"Iya mama, ini dikit lagi, aurel selesaikan dulu cucian piringnya, tidak baik di tinggal saja seperti ini" 


"Ya sudah, cepatlah dan segera mandi, setelah itu marilah kita sarapan" 


"Iya ma" 


Aurel segera membereskan cucian piringnya dan berlalu ke kamarnya, segera memberiskan tubuhnya. beberapa menit pun ia keluar dari kamar sudah berpakayan rapi.


"waa anak papa, sangat cantik pagi ini"  ujar sang papa yudah sembari tersenyum menatap putrinya.


"Iya dong anak siapa lagi, kalau bukan anak mama" mama ira ikut timpal sembari terkeke.


"hehehe makasi ma, pa " aurel tersenyum dan melangkah dekat ke mejah makan yang berukuran kecil.


"heey.. siapa bilang ka aurel cantik, jelek kaya gini di bilang cantik" ujar sang adik indra yang tiba-tiba sudah muncul di belakang.


"Irinya..bilang dong" timbal aurel dengan menatap sinis adiknya.


Indara hanya terkeke, melihat kakaknya ,jika sudah di godain seperti ini, ia akan ngambek.


"Ehmm..sudah tidak usah bertengkar, ayo sini indra gabung kita segera sarapan"  ucap papa yudah.


Akhirnya mereka berkumpul di mejah makan yang berukuran kecil lalu mereka segera menikmati sarapan pagi.


Sedangkan di keluarga pratama, alex serta tuan andorson sedang menikmati sarapan pagi juga, di mejah makan yang hiasi emas lapis.


"ded, alex berangkat dulunya " ujar alex setelah mereka selesai sarapan.


"duduk duluh alex, deddy ingin bicara" 


"Huffff"


Alex hanya menarik napas panjang, lalu kembali duduk, ia tau jika deddy nya akan membicarakan soalnya perjodohan lagi.


"Alex..deddy tidak ingin mengulangi perkataan deddy lagi, tapi saat ini deddy lagi serius, deddy berharap kamu jangan mengecewakan deddy kali ini " 


Tampak menunggu jawaban dari alex, tuan andorson langsung melangkah pergi setelah selesai berucap.


Alex hanya menyerid dahi nya memandangi pundak deddy nya yang sudah berlalu.


Apa deddy segitu marah nya dengan ku, karena membatalkan perjodohan ku dengan riska.


 Guman alex sembari menepis balakang lehernya.


Alex segera berdiri lalu berlalu keluar di mana ada andre yang sudah menunggu dengan mobil.


"selamat pagi tuan, bagaimana tidurnya, apakah tuan merasa sangat nyaman"


Ujar andrean sembari membuka pintu mobil mempersilahkan tuan alex masuk.


"Ehmm.."   alex hanya berdehem lalu segara beralu masuk ke mobil.


Tentu andre sudah tau, bos nya sangat dingin kaya es batu, jadi jika dengan andre pun ia akan berlaku seperti biasa.


Andre segera masuk mobil dan mengambil kemudi, lalu meninggalkan mansion keluarga pratama.


 Sedangkan di keluarga smat, aurel sudah selesai sarapan, ia pun berpamitan dengan orang tuannya.


"Bang, ayo kita brangkat, saya sudah hampir telat ni" ujar aurel pada tukan ojek.


"Ia neng, " ujar sang tukang ojek lalu mengemudi ke arah kantor aurel bekerja.


Ya Tuhan bagaimana ini, di taru di wajah ku, setelah sampai kantor, semoga semalam make up ku tidak luntur, dan bos gila itu tidak mencurigai ku.


Jika sampai ia mencurigai ku, maka habis lah aku. Aah pokok nya tidak boleh terjadi.


Aku tidak pernah terbanyangkan untuk bisa merasakan bibir manis bos dingin itu, tapi ternyata bibirnya juga sangat sexy.


Oh Tuhan...aurel.. apa yang kamu pikirkan, masi dalam keadaan gini, kamu masi memikirkan hal memalukan itu.


Yang nanti sebentar lagi akan membawa mu ke jurang kehanjuran. Oh...No.


Matilah aku......


Aurel terkejut saat motor sudah berhenti tepat di pintu gerbang perusahan pratama.


"neng sudah sampai" tukan onjek online memberikan info.


"Haa..maaf saya ngelamun Bang" 


Aurel segera merogok isi tas nya dan menyodorkan selembar uang.


"Buat abang aja, makasi nya" 


Aurel segera melangkah masuk ke gedung kantor dengan tergesa-gesa.


"Selamat pagi, ibu rina, ralas, devan. Maaf aku agak telat hari ini"  Ujar aurel setelah masuk ke ruangan devisi.


"Tumben rel, lu telat"  ujar ibu rina menatap wajah aurel.


"Iya, ngak kaya biasa nya aurel"  timpal devan.


"Eehmm..maaf, iya aku hari ini agak kesiangan bangunnya,dan juga masi bantuin mah ku masak lauk pauk untuk dangang hari ini"


Ucap aurel dengan wajah agak lesu, ia bukan lesu karena capek, tapi karena kepikiran soal kejadian semalam.


Setelah beberapa menit perjalanan alex dan andre akhirnya mereka juga tiba di perusahan, mobil berhenti di lobi kantor.


Alex segera melangkah keluar dari mobil lalu  melangkah masuk ke gedung kantor.


Menujuh lif ceo, lalu berlalu masuk ke ruangan nya, di ikuti oleh andre.


"Andre apa jadwal saya hari ini" 


"Hari ini tuan ada rapat bersama kepala devisi di jam 09-30 Am"


"baik kamu atur andre" 


Ucap alex lalu duduk di kursi nya dengan wajah begitu frutasi, memikirkan pembicaraan deddy nya tadi pagi.


Ia sampai tidak berkonsetrasi dalam bekerja, hingga ia meminta andre menyuruh sekretaris nya membuatkan kopi.


"Andre kamu tolong minta sama indah buatkan kopi" 


"Baik tuan"  ujar andre lalu melangkah keluar.


Eehmm semalam saya dengar suara tuan begitu bersemangat, kenapa pagi ini, udah seperti orang sakit. Andre bertanya dalam hatinya.


"Indah tolong buatkan kopi untuk tuan alex"  ujar andre setelah sampai mejah sekretaris indah.


"Iya baik pak andre, pak andre mau di buatkan kopi juga"  tanya indah dengan senyum genit menatap andre.


Andre hanya menatap sinis, iya memang tidak menyukai Indah yang selalu mencari perhatian dengan nya.


"Seperti yang saya perintahkan" 


jawab andre dingin, lalu melangkah kembali ke ruangan alex.


"Eehm baik pak andre"  ucap indah dengan memoyongkan bibirnya.


Ehhmm.. selalu saja menolak perhatian ku, dasar pria batu, tidak pekaan, liat aja aku akan terus mengikuti mu pak andre, sampai kamu bertekuk lutut di hadapan ku.  


Guman indah dengan menampilkan senyum sinis di bibirnya.


Setelah sampai di dapur perusahan, indah segera membuatkan kopi untuk tuan alex.


Beberapa menit indah pun kembali dengan membawa secangkir kopi menujuh ruangan ceo.


" permisi tuan, ini kopi nya, silahkan tuan"


" Ehm baik terimakasi" 


Ujar alex lalu menegukan kopinya, tetapi seketika.


Hufaaaa...


Alex memuntahkan kopinya.


" Apa ini, "  ujar alex dengan menatap tajam indah.


"Haa..tuan maafkan saya jika kopinya tidak enak"


Ujar indah dengan wajah takut memandangi wajah marah alex.


" Tuan ada apa"  andre bertanya, sembari mencicipi kopinya.


Ternyata kopinya pahit, bahkan andre juga memuntahkan kopinya.


"Hey..apa kamu ingin meracuni tuan alex, bisa-bisa nya kopi yang kamu buat sepahit ini" 


Ujar andre dengan tatapan begitu tajam seperti sudah siapa membunuh seseorang.


" maafkan saya pak, maafkan saya tuan, mungkin saya lupa menaru gula, karena buru-buru, biarkan saya membuatkannya lagi" 


Ujar indah dengan memohon, wajah begitu takut bahkan badan nya bergetaran semua, melihat dua pria di depan nya sudah seperti singa, yang siap menerkam mangsanya


Andre menatap bos nya, meminta persetujuan, alex yang merasa frutasi dan harus minum kopi, baru ia tenang, akhirnya hanya mengangut.


" Baik sana buatkan lagi, awas jangan sampai tidak enak lagi, maka jangan harap kamu masi berdiri di sini" 


Ancam andre, dengan tatapan membunuh ke arah indah.


Bahkan indah bulu kuduknya merinding semua, setelah mendengar penuturan andre.


Indah hanya mengangut dan melangkah tergesa,gesa untuk membuatkan kopi lagi untuk tuan alex.


Brukkk...


" ha..Apa anda tidak punya mata saat berjalan" 


Ujar indah dengan wajah kesal.


"Ow..maafkan saya mba, saya tidak melihat mba" 


Ujar aurel dengan wajah bersalah, karena memang ia juga salah berjalan dari toilet sembari bermain ponsel.


Indah tampak sedang memikirkan sesuatu


"Ehm..gimana sebagi permintaan maaf kamu, kamu bantu aku buatkan kopi" 


"Owh ya sudah boleh mba" 


Aurel segera melangkah mengikuti indah ke dapur perusahan.


Waah dapur di perusahan saja begitu mewah, sudah seperti restoran. Batin aurel setelah masuk.


karena memang ini baru pertama kalinya iya masuk ke dapur perusahan.


"Ehmm sudah jangan bengong lagi, ayo sini segara bikin kopinya" ujar indah menyadarakan lamunan aurel.


" iya baik mba" jawab aurel lalu melangkah kearah pembuatan kopi.


Hingga beberapa menit pun kopi sudah tersaji, indah segera mengambil dan melangakah keluar keruangan ceo.


" makasi aurel" ujar indah dan melangkah pergi.


Aurel hanya menggelengkan kepalanya melihat indah yang sepertinya sangat buru-buru.


" Ini tuan, kopinya, silahkan di minum" ujar indah setelah masuk ke ruangan ceo.


Alex segera mengambil kopi nya lalu mencicipi, hingga tiba-tiba ia terdiam.


Jangan tanyakan indah lagi, ia sudah gemetaran dan mengutuk aurel dalam hatinya.


Andre pun begitu menatap tajam indah.


Tiba-tiba alex kembali meminum kopinya, hingga stengah, iya sangat menikmati kopinya.


Bahkan membawanya teringat seseorang yang sudah pergi meningalkanya dan ayahnya. 


Mommy...aku kembali menikmati aroma dan rasa kopi mu mommy, ini sangat sama dengan buatan mu mommy.aku sangat merindungkan mu  mommy.


Lirih alex dalam hatinya setelah merasakan kopinya.


Andre dan indah hanya berdiri menatap tampak sepata kata pun. Mereka tidak tau apa yang di pikrkan oleh tuan nya, yang tiba-tiba diam dan tampak sangat menikmati kopinya.


***********


Hay guys terimakasi nya sudah mampir ke novel ku.


Jangan lupa tinggalkan like, vote dan tips nya😊😊


Dan jangan lupa sama hate nya, agar bisa di tambakan ke novel vaforit.


Sehingga saat update kakak semua tidak ketinggalan.😊🙏