My Ceo, My Contract Boyfriend

My Ceo, My Contract Boyfriend
Bertemu tuan besar



Setelah riska mendapat informasi dari andre, ia merasa ragu untuk memberikan nomor aurel.


Ia menundah pangilan andre, lalu ia menghubungi aurel, dan mengatakan apa yang sedang terjadi.


Aurel begitu frustasi dan merasa ingin secepatnya kabur dari kantor ini, tapi bagaimana bisa, ia masi harus meraup pundi-pundi di perusahan ini.


Ia akhirnya ia memutusakan memberikan nomor telpon lain ke riska, agar di berikan ke andre.


Ia mencoba mengunakan dua ponsel agar penyamaran nya tidak ketahuan.


Setelah mendapat telfon dari andre aurel memutuskan untuk bertemu setelah pulang kerja.


Ia beralasaan jika masi banyak projek yang ia kerjakan, dan hal itu di setujui oleh alex.


Res**toran**


" Ada apa tuan, kenapa tuan meminta ku untuk bertemu?"


Tanya aurel setelah mereka duduk di salah satu restoran di jakarta selatan.


Bukannya menjawab alex mendekatkan diri nya ke arah aurel, menatap dekat hingga jarak mereka tinggal beberapa cm saja.


Aurel yang mendapat tatapan itu menoleh ke arah andre yang duduk tidak jauh dari mereka.


Andre hanya menganguk kecil mengisyaratkan kode agar aurel tenang, tidak akan terjadi masalah apa pun.


"Menikah dengan ku!"


Deekkk..


Aurel merasa tubuh nya di sambar petir setelah mendengar penuturan alex.


Bagaiman tidak, ia tidak pernah bermimpi untuk menjadi istri seorang ceo, dengan hasil penyamaran nya ini.


"Apakah anda sedang bercanda tuan?, candaan anda tidak lucu tuan." 


Perkataan aurel, membuat andre melangkah satu langkah lagi mendekat ke arah aurel lalu mendokak tangannya di mejah, menatap lekat aurel.


Aurel yang merasa tatapan ini semakin dekat, ia mencoba mengundurkan wajah nya ke belakang karena ia masi dalam posisi duduk, sedangkan alex posisi berdiri.


"Apa Aku terlihat sedang bercanda?" 


Kalimat pertayaan sekaligus penegasan bahwa kata- kata nya barusan tidak ada yang salah.


"Ehm..maaf tuan saya tidak ingin secepat nya menikah, saya juga sebenarnya sudah memiliki calon tunangan." 


Aurel tertunduk dan diam sebentar, ia masi coba untuk berbohong. Karena tidak mungkin ia harus menerima tawaran gila ini.


karena pria ini adalah bos nya, dan diri nya masi dalam penyamaran.


Adu bagaimana bisa sih, hewan purba ini mengajak ku untuk menikah, ia tidak tah**u siapa aku sebenaranya, jika ia tahu maka,tamat lah riwatan ku. Batin aurel.


Mendapat jawaban dari aurel, alex hanya menyerid dahi nya, dan terdiam sebentar, memperbaiki posisi berdiri nya dengan tegak.


"Jika saya menginginkan kamu, apakah kamu akan menolak?" 


Alex kembali bertanya dengan tatapan tajam.


Aurel yang mendengar penuturan tuannya kali ini, ia berpikir mungkin tuannya kebanyakan minum.


Karena siang nya aurel masi sempat mendengar gosip, bahwa alex menolak seorang wanita yang di bawa oleh tuan besar.


Aurel sempat bertemu dengan wanita itu, ia sangat cantik dan modis dengan gaya elegan nya, nyaris begitu sempurna. 


Tetapi masi saja di tolak oleh taun nya, apa lagi wanita di bawah standar, apa alex akan memilihnya, jika mengetahui diri nya yang sebenarnya.


" maaf Tuan, sepertinya tuan salah orang. Biar saya jelaskan nya tuan, saya ini adalah teman nona riska, yang waktu itu di bayar oleh nona riska untuk mengacaukan perjodohan tuan dan nona riska.


Karena hal itu akhirnya tuan membaut sebuah perjanjian kontrak, dan kontrak itu tidak dapat di batalkan sampai masa aktifnya.


sehingga saya terpaksa harus masi berurusan dengan tuan. Apa sampai sini, tuan sudah bisa paham."


Aurel mencoba menjelaskan panjang lebar, agar alex bisa paham, dan tidak terus meracauh di depan nya.


Andre yang melihat serta mendengar penuturan aurel, ia sepikiran dengan aurel. Tetapi ia mengenal dengan jelas siapa tuannya itu.


Ia tidak akan mengulangi kata-kata nya, jika hal itu bukan masalah penting.


"Pikirkan baik-baik, saya menginginkan kamu." 


Ucap alex lalu kembali menoleh menatap aurel, dan menyentuh lembut dahu aurel.


Aurel yang meyadari hal itu, ia langsung menepis tangang alex.


"Maaf taun, jika tidak ada lagi yang hendak tuan bicarakan, saya permisi duluh, karena saya masi banyak pekerjaan di rumah." 


Mendengar perkataan aurel, alex hanya menyingung senyum tipis di sudut bibirnya.


Rupanya wanita ini susah di luluhkannya, pikiran alex. lalu kembali duduk di kursi nya.


Aurel yang melihat alex tidak memberikan respon lagi, ia pikir jika tidak ada lagi yang perlu di bicarakan. Ia lalu berdiri dan hendak melangkah pergi.


"Bagaimana saya membayar mu empak kali lipat dari bayaran riska, dan kamu harus tetap menjalani masa kontrak ini menjadi kekasih bohongan ku dan mau menikah dengan ku."


Aurel mengehentikan langakah kaki nya. Lumanya empat kali lipat, itu uang yang sangat besar, dan itu bisa melunasi seluruh utang keluarga ku dan bisa untuk kehidupan keluarga ku. 


Pikiran aurel, lalu berbalik menoleh ke arah alex.


"Ehmm tuan, bagaimana kita hanya menjadi kekasih bohongan saja tidak perlu menikah, Bagaimana?" 


Alex yang mendengar penuturan aurel, ia hanya mengangkat alis nya dan tampak sedang berpikir.


"Ehm..baik berarti kamu menerima tawaran ku. Maka mulai sekarang kamu harus menuruti perintahku, sampai masa kontrak nya selesai!"


Aurel hanya tersenyum dan mengangut tanda setujuh dengan tawaran alex.


"Ok baik,, sekarang pun ikut dengan ku" 


Alex melangkah keluar menujuh lobi parkiran sedangakan aurel mas berdiri diam.


Dia ingin membawa ku kemana. Batin aurel menatap sosok yang sudah melangkah pergi.


Andre memperingati aurel, saat melewati depan aurel.


Mendapat peringatan dari sang asisten aurel hanya menyerid dahinya.


Dasar asisten sama tuannya sama saja. Gerut aurel lalu melangkah mengikuti sang asisten.


"Silahkan masuk nona" ujar andre lalu membuka mobil untuk aurel.


"Lah..sebentar. saya mau di bawah ke mana?" 


"Nona, sebaiknya nona masuk kedalam mobil dan tidak banyak bertanya"  ucap andre dengan nada penegasan.


Mendengar itu aurel hanya memonyongkan mulut nya, lalu masuk dalam mobil.


Setelah masuk, aurel merasa hawa di dalam mobil seperti sangat panas, walaupun mobil di lengkapi dengan ac, seperti ruangan vvip.


Manusia yang duduk di sebelah aurel dengan posisi begitu angkuh, tampak menoleh sedikit pun ke arah aurel.


Andre pun masuk kedalam mobil lalu mengambil kemudi ,menekan pedal gas lalu melaju pergi.


Keheningan yang menemani sepenjang perjalanan mereka.


Hingga beberapa menit, mobil memasuki pekarangan halaman rumah yang begitu mewah, dari halamannya saja sudah seperti hotel bintang lima.


Mobil pun berhenti dan tampak seorang pengawal berlari ke arah mobil alex, lalu membukakan pintu untuk tuan alex.


"Silahkan tuan mudah" ujar sang pengawal dengan menunduk memberikan hormat.


Alex segera keluar dan merapikan jas nya lalu menoleh ke arah aurel yang sudah keluar juga dan berdiri di samping alex.


Alex mengandeng tangan aurel lalu melangkah masuk ke gedung mansion mewah itu.


Aurel yang mendapatkan perlakuan itu, ia sempat menarik tangganya, tetapi alex melemparkan tatapan tajam ke arah nya.


Aurel tidak punya pilihan lain, selain menuruti alex lalu melangkah masuk ke ruangan yang cukup besar.


Dan tampak seorang pria paru baya sedang duduk di ruang tamu, sembari membaca koran.


"Selamat malam ded." Sapa alex setelah mereka masuk.


"Ehmm.."  tuan andorson hanya berdehem menangapi sapaan alex.


Tapi seketika ia menoleh kearah alex yang tampak  sedang menggandeng tangan seorang wanita.


"Alex, siap itu?" tanya tuan andorson.


"Ded kenalin, ini calon istri saya, namanya helana wisma."  Ujar alex memperkenalkan aurel sebagai helena di depan tuan andorson.


Aurel hanya tersenyum sembari menunduk memberikan hormat.


Taun andorson yang awalnya duduk, ia berdiri dan menatap aurel dari ujung rambut hingga ujung kaki nya, lalu tuan andorson tersenyum.


"Halo nona, perkenalakan saya deddy nya alex." 


ujar taun andorson dengan mengulurkan


tanggannya, menjabat tangan aurel.


"Ehh,,iya tuan, saya helana wisma" ujar aurel dengan senyum tipis lalu menjabat tangan tuan andorson.


"Eeh.. jangan panggil tuan, tapi panggil deddy saja" ucap tuan andorson sembari membelai pundak aurel.


"Haa.. iya tu..eeh dedyy"  jawab aurel sungkang.


Melihat aurel yang seperti sungkang membuat tuan andorson tertawa lepas, lalu mengajak aurel duduk.


Berbeda dengan alex yang dari tadi memperhatikan interaksi deddy nya dan aurel, begitu akrab, sampai tidak menghiraukan keberadan nya.


Ia hanya memoyongkan bibirnya menatap dua manusia yang dari tadi bercerita, sembari ketawa-ketiwi sendiri.


Seperti tidak merasakan keberadan nya, mungkin bagi mereka alex hanya mahkluk tak kasa mata.


Sedangkan andrean yang melihat hal itu, ia hanya terkeke, melihat tuan nya yang di abaikan oleh tuan besar dan nona helena.


"Ehmm..." alex berdehem panjang dan berhasil membuat tuan andorson dan aurel menoleh ke arah nya.


"Alex segera suruh pelayaan menyiapkan makan malam, dan ajak helena makan bersama kita" 


Alex yang  mendapat perintah ayahnya, ia hanya mengangkat alis nya menatap tuan andorson, dan aurel.


Apa pelayaan di rumah ini kurang banyak ded, sehingga malam ini, deddy menyuruh ku. pikiran alex.


Tak kunjung bangun dari duduk nya, tuan andorson melemparkan tatapan tajam ke arah alex.


Tak punya pilihan lain, alex melangkah pergi.


Melihat hal itu membuat aurel tersenyum tipis menatap pungung alex yang melangkah pergi.


Andre yang dari tadi hanya menjadi penonton, ia juga hanya mengelengkan kepalanya lalu menyusul langkah tuannya.


Hingga beberapa menit, mereka sudah duduk melingkar di mejah makan, lalu menikmati makan malam bersama.


Hingga sesekali tuan andorson mengajak aurel berbicara, tuan alex menanyakan tentang orang tuan arul, dan aktifitas kedua orang tua arel.


Awalnya aurel gugup, saat di tanya, tapi ia berhasil menguwasai kegugupannya, dan berhasil menjawab semua pertanyaan tuan andorson.


Lagi-lagi alex masi di abaikan di mejah makan, sesekali aurel menoleh ke arahnya melihat gerutan kesal alex. hal itu berhasil membuat aurel tersenyum puas.


Hingga beberapa menit pun mereka sudah menyelesaikan makan malam. Lalu aurel berpamitan pulang ke tuan andorson.


Alex memilih menyetir sendiri mengantar pulang aurel, dan seperti biasa aurel turun di apartemen milik riska.


*************


Jangan lupa dukungnya😊


dengan cara like,komen, vote, dan tipisnya.😊


satu lagi hate nya juga, jangan lupa nya.😊