
Ruangan ceo
Setelah pertemuan andre dan riska. Riska memutuskan untuk bertemu dengan Alex .
" Tuan alex saya minta maaf atas kesalah pahaman ini, saya tidak bermaksud mempermainkan Anda"
Ujar riska yang sudah berada di ruangan kerja Alex, dengan wajah begitu tegang.
" Apa kamu pikir, dengan kata maaf mu, bisa menyelesaikan semuanya.setelah kalian mempermainkan ku"
Alex menatap tajam, seperti sudah siap menerkam musuhnya.
" Begini Tuan saya sebenarnya punya alasan sendiri untuk tidak menerima perjodohan ini" Ujar riska, coba menjelaskan.
" Apa alasan mu"
" saya tidak ingin kisah cinta saya di atur, saya ingin mencari cinta sejati saya sendiri, kemudian jatuh cinta dengan tulus, dan menikah karena cinta"
Begitulah penuturan riska. Alex hanya diam tampak ekspresi, berbeda dengan pria yang berdiri di samping alex. Ekspresi wajah andre susah di tebak.
" Siapa wanita yang sudah kamu banyar?"
Alex bertanya dengan menyelidiki, karena sejujurnya ia sendiri penasaran dengan sosok wanita itu.
" Dia wanita seperti saya tuan. kami hanya berteman, tidak perlu di pikirin, saya harap tuan tidak perlu mencarinya setelah ini,
dia hanya menjalankan tugasnya, karena saya membayar nya. Jadi setelah pembatalan perjodohan ini, saya harap tuan tidak perlu mencarinya lagi"
Riska berbicara dengan tanda penegasan. agar alex tidak perlu mencari informasi tentang aurel.
Karena ini menyangkut dengan keselamata aurel. riska tidak ingin sahabatnya kena masalah.
Berbeda dengan ekspresi wajah alex, ia menatap tidak suka, karena di larang untuk mengetahui informasi wanita yang sudah berani menggoda nya.
" Tidak saya ingin kamu membuatkan janji saya dengan wanita itu, untuk bertemu. Tidak ada penolakan." alex berbicara dengan penuh penegasan.
"Ehm..iya nanti saya atur tuan" ucap riska pasra, karena jika di tolak, maka sama saja memasukan diri ke lobang singga.
Setelah selesai pembicaran mereka, riska segera berpamitan. Tetapi ia sengaja tidak mau menemui aurel.
Alex tampak menarik napas panjang dan coba menenangkan hatinya.
sedangkan adrean seperti merasa lega karena riska kembali dengan keadaan baik, padahal tadi ia sudah sempat berpikiran buruk.
Tetapi berbeda dengan aurel ia di ruangan devisi tidak merasa tenang, setelah mengetahui jika riska di bawa oleh andre ke ruangan alex.
Aurel tampak sedang gusar dengan bolak balik ke kamar mandi untuk coba menenangkan dirinya.
Ia berpikir jika hari ini adalah hari terakhir kerjanya, maka ia akan iklas terima, jika alex sudah mengetahui yang sebenarnya dari riska.
*adu di mana sih riska, ko belum nongol- nongol keluar, kan jadi gini bikin aku penasaran. Apa jangan dia di apa-apain lagi oleh tuan alex* .
aurel terus bermonolog dalam hatinya. ia berpikir jika riska mungkin di hukum oleh alex.
Apa aku temuin aja kalinya, kasian riska jika ia hadapi ini sendiri. Batin aurel
Setelah menetapkan hatinya aurel pun bersiap melangkah ke ruangan alex. ia tidak tau jika riska sudah pergi.
" Hufff.."
Aurel menarik napas panjang agar tidak gugup saat bertemu alex.
perlahan ia melangkah kaki nya ke ruangan alex, tapi detik berikutnya, ia tiba- tiba menghentikan langkah kakinya.
karena dari kejauhan, ia melihat alex sedang berjalan ke arah nya, mungkin hendak pergi keluar.
bukan kah itu tuan alex, apa dia sudah menyelesaikan masalahnya sama riska.
Aahh, jangan-jangan riska di paksa jujur oleh tuan alex. jadi... apa itu dia ingin mencari ku.
Batin aurel yang masi berdiri tetap di tempatnya.
Kaburrr....
Dengan tergesa-gesa, arul melonggok pergi, tapi seketika tangan nya di tahan oleh sesorang.
" Rel...sedang apa kamu di sini"
Tanya chiko sahabatnya aurel yang tiba-tiba ada di perusahan alex.
" lo...chiko. kenpa bisa ada di sini? tanya aurel kaget melihat sahabat nya tiba-tiba ada di sini.
" lu kerja di sini rel"
bukan nya menjawab chiko balik bertanya, ia juga kaget melihat aurel ada di sini.
tadinya ia sedang menerima panggilan intervium dari perusahaan pratama, ia memang mendaftar lamaran lewat online di perusahan pratama.
" Ia gue kerja di sini"
" Udah chiko tidak ada waktu kita ngobrol lama di sini, lu pulang aja duluh, nanti setelah gue pulang kerja. gue hubungi lu"
" kenapa lu jadi buru-buru gitu rel" Tanya chiko yang merasakan glagatan aurel aneh.
Tetapi detik berikut nya
" nona aurel sedang apa di sini"
Dekkk.
belum juga melangkah, aurel serasa di sambar petir mendengar suara yang tidak asing bagi nya.
"Ehm..Tuan andre, maafkan saya, karena sudah lanjang bertemu tunangan saya di sini" Ucap aurel berdali sembari menatap wajah chiko.
'glegg'
chiko menelan salivanya dengan kasar.
kenapa aurel berbohong .Batin chiko yang hanya diam saat mendengar ucapan aurel
Tetapi detik berikutnya ia melihat aurel sedang memberikan kode dengan mengedipkan matanya.
" Owh.. Ia tuan maafkan saya, saya memang tadi sedang ada pangilan intervium di sini, jadi secara kebetulan saya tak sengaja bertemu arul di sini"
ucap chiko coba menjelaskan ketengangan, karena chiko melihat wajah aurel seperti tidak tenang.
Tetapi berbeda dengan alex, ia awalnya acu dan sedang memperhatikan layar hp nya, tetapi setelah mendengar suara yang sepertinya tidak asing bagi nya.
sehingga ia menoleh ke arah aurel, tetapi alex hanya mengangat alisnya, entah apa yang ia pikirkan.
" owh ya sudah, tidak apa-apa nona aurel, silahkan lanjutkan"
ucap andrean dan melangkah kaki mengikuti arah alex yang sudah melangkah duluan.
"Hufff.. syukur lah" aurel memengang dadanya dengan tarik napas lega, karena ia merasa alex tidak mengenalinya.
"Chiko terimakasinya, bye,,nanti setelah pulang kerja baru kita bertemu nya"
ucap aurel dengan berbalik berlari menuju ruangannya meningalkan chiko yang masi banyak tanda-tanya dalam benak nya.
" Ada-ada aja tuh anak" lirih chiko dengan senyum tipis, entah kenpa ia senang aurel menyebutnya sebagai tunangannya.
Ia pun meningalkan kantor aurel.
Sedangkan alex setelah masuk ke mobilnya ia tampak sedang memikirkan sesuatu, ia penasaran dengan suara wanita tadi.
"Tapi kenapa wajah nya beda" lirih alex dengan bingung.
Anderan yang melihat glagatan tuan nya yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu, ia pun berinsiatif untuk bertanya.
" Apa tuan ada masalah" ucap andre sembari melirik ke arah spion.
" Tidak..ayo pergi"
Andrean hanya mengangu dan menekan pedal gas lalu melaju pergi.
" Andrean siapa wanita tadi " alex tampaknya penasaran dengan pemiliki suara itu.
" Wanita yang mana tuan" tanya andre iya juga bingung dengan maksud tuan nya.
" wanita yang tadi kamu samparin dan sedang bertemu tunangannya"
'glegg'
Yang di tanya pun menyerid dahinya, sejak kapan boss nya penasaran dengan kariyawan wanita di kantornya.
Biasanya ia, acu tak acu dengan wanita mana pun, tapi kenapa sekarang tuan bertanya tentang wanita tadi.
"Owh itu, dia aurel smat, seorang kariyawan di bagian devisi tuan, apa ada yang salah dengan nya taun"
ucapa andre yang masi di liputi tanda tanya dengan glagatan bossnya.
" Sudah berapa lama ia kerja di pratama" Alex kembali bertanya.
Tuan apa tuan tidak salah, makan. atau minum . sehingga jadi aneh seperti ini.sejak kapan tuan jadi penasaran dengan seorang wanita. andrean membatin.
" sudah hampir 8 bulan tuan"
Setelah mendengar jawab andre, alex hanya mengangut diam.
Mobil pun terus melaju ke mansion keluarga prtama dengan keadaan hening, sekali- kali andrean melirik tuan nya lewat kaca spion, karena ia merasa aneh dengan glagatan bossnya.
************
Jangan lupa dukung Author nya
dengan cara like, vote dan tipisnya😊😊
jangan lupa hate nya juga nya.😊😊