MOVE ON BRO!

MOVE ON BRO!
4. Giselle Mak Comblang



"Gi..."


"Apa?"


"Pinjem pulpen." Pinta Jeno.


Giselle segera memberikannya tanpa mengajaknya berdebat, ia sedang fokus pada penjelasan guru Matematika mereka yang berlangsung.


"Untuk latihannya kerjain soal pilihan ganda nomor 1 sampai 5, Miss tinggal sebentar dulu ya kalian kerjainnya jangan ribut, ntar Miss balik bakal Miss tunjuk satu-satu buat ngerjainnya."


"Iya Miss.." jawab anak IPA 1 kompak.


Miss Sunmi segera meninggalkan kelas mereka.


"Gi. tipex tolong.." sahut Jeno, sekali lagi.


Giselle segera melemparkannya ke meja Jeno.


Di sisi lain Junkyu— cowok tampan yang duduk di belakang Giselle, menepuk bahu Giselle "Gi. ada penggaris? gue mau buat grafik."


Giselle berbalik lalu memberi Junkyu penggaris seperti yang di inginkannya.


"Ini tadi diapain ya?" gumam Ningning yang sedang sibuk menghitung di sebelah Giselle.


Giselle meliriknya sekilas, "Di kali masuk dulu baru di jumlahin."


Ia sebenarnya tidak terlalu jago matematika, tapi untuk rumus-rumus dasar ia lumayan tahu.


Ningning mengangguk mengerti lalu mengerjakannya.


"ini penggarisnya, makazzeh bestie." sahut Junkyu lalu menaruh penggaris di meja Giselle.


Jeno berdecak ia salah tulis lagi "Tipex lagi Gi."


"Gi."


"Tipex."


Giselle membuka kotak pensilnya, tapi ia tidak menemukan benda putih itu, "Ih!! lo kan tadi belum balikin!" gerutu Giselle.


"iyakah?" Jeno mengerjap, ia segera mengangkat bukunya lalu mencari benda kecil itu.


"Gak ada, Gi."


"Ya mana gue tau?! lo yang minjem!"


Jeno melirik cowok di sebelahnya, "Jae. lo yang ambil?" tanya Jeno.


Jaemin yang lagi fokus mencatat, mengedikkan bahu, "Gue tim nyoret, paan pake tipex kayak cewek aja"


Jeno mendengus, ia kemudian menepuk punggung Renjun yang ada di depan Jaemin, "Jun. Lo ambil tipex gak?"


"Kaga." ujar Renjun tanpa menoleh, cowok itu benar-benar sibuk menghitung.


"Terus siapa dong?"


"Sungchan kali.." balas Jaemin.


"Chan dari tadi ngungsi di Winda."


Jeno kemudian berbalik ke bangku Haechan. "Eh, kalau mau make pinjem dulu!" Gerutu Jeno setelah melihat Haechan yang memakai tipex Giselle.


"Pinjem.."


"Dah telat!" Jeno segera mengambil tipex itu lalu berbalik.


Junkyu memukul pundak Giselle pelan dari belakang.


"Gi."


Giselle berbalik dan melihat Junkyu berdiri menyodorkan buku nya.


"Ini x nya diapain?" Junkyu menunjukkan buku paketnya.


Giselle menggeleng, "Itu gue juga gak tau, coba tanya Yoshi. Itu sebelah lo anak matematika kenapa di anggurin anjir."


"Yoshi lagi sibuk ngitung,"


"Suruh Haechan liatin."


Junkyu mengangguk, Giselle segera berbalik badan menghadap kedepan lagi.


"Gi." panggil Jeno sekali lagi.


Giselle menghela nafas pelan, mencoba bersabar, menahan dirinya ia sudah di pusingkan oleh soal matematika ini.


"ini x nya di apain?" tanya Jeno.


"Di makan" geram Giselle.


Jaemin tak bisa menahan tawanya mendengar jawaban Giselle, karena tak ingin di amuk oleh Giselle, ia segera berdiri dan keluar dengan mengangkat kursinya menuju bangku Minju dan Yeji, juga Karina yang baru saja bergabung dengan dua orang itu.


"Gue mau modus dulu dah." ujar Jaemin, entah kepada siapa.


Di satu sisi Jeno mendelik mendengar balasan Giselle, "Gue serius anjir."


"..."


Jeno menghela nafas, ia di abaikan. Ia kemudian berbalik dan melihat Yoshi yang sedang fokus menghitung, Haechan yang sibuk menonton di dekatnya.


Jeno menghadap ke depan melihat Renjun yang sudah mengangkat kursinya dan berjalan— ingin mengungsi di meja Yoshi.


Giselle yang kebingungan segera berbalik ke bangku Junkyu, "Ajun. x nya tadi di apain?"


"Tunggu ya bebz, gue salin ini dulu ntar gue kasih liat.."


Giselle mengangguk mengerti, ia melirik Asahi. "Anjir Ash!! Lo ngegambar?"


Ningning yang mengerjakan tugas seketika berbalik mendengar suara Giselle, Ningning lalu memukul kepala Asahi membuat coretan Asahi rusak.


"Heh! lo ngapain ngegambar di saat kita sibuk sama matematika bego!?"


Asahi melotot, "******! Gambar gue jadi rusak. Ganti rugi lo!"


"Emang udah rusak dari tadi."


Junkyu tidak memperdulikan keduanya, ia segera mengangkat kursinya dan duduk di dekat Giselle, di sela-sela jalanan.


"Udah selesai?" Tanya Giselle.


Junkyu mengangguk, "Ini, gue sisa nomor 2. minta ya.."


Giselle mengangguk, ia lalu menyalin jawaban Junkyu yang sumberya dari Yoshi tentu saja, Junkyu tidak sepandai itu.


"Ning. Nomor 1 udah?" Tanya Isa.


"Udahlah." balas Ningning bangga.


Isa tersenyum, "Sini duduk dekat gue, Ryujin selingkuh ama Winda."


Giselle mendongak dan melihat semuanya sudah duduk seperti berkelompok padahal ini tugas individu, memang matematika mampu menyatukan dua otak yang tidak mampu.


Ningning berdecih, tapi tetap mengambil bukunya dan berpamitan ke Giselle "Gi. gue ke Isa ya.." Giselle mengangguk, Ningning lalu duduk di bangku Ryujin.


Jeno yang tidak ingin ketinggalan segera mengisi kursi Ningning.


Giselle membuka catatan yang ia catat tadi, lalu memperlihatkan ke Jeno. Jeno segera menyalinnya.


"Gi."


"Ini di ambil dari mana? kok bisa gini?" tanya Jeno.


"Ya karena itu di subtitusi dulu."


"Ohhh.."


"Gi." panggil Junkyu.


"Hasil akhirnya kok beda sama yang di pilihan?" tanya Junkyu.


Giselle membuka buka paketnya, membacanya, lalu segera memukul kepala Junkyu, "Heh! ini soal nomor 2 kenapa lo liat pilihan nomor tiga, gimanasih!?" jelasnya.


Junkyu tertawa menyadari kesalahannya.


Bermenit-menit berlalu ketiganya sibuk mencatat.


"Gi. Pinjem pulpen," sahut Jeno di tengah-tengah kesunyian yang tercipta.


Giselle mendelik, "Tadi udah gue kasih anjir!?"


"Pelpennya macet."


Giselle segera mengecek kotak pensilnya, mencari pulpen cadangan.


"Pulpen gue udah abis, minta di yang lain."


Giselle mengedarkan pandangannya dan menemukan tempat pensil, ada di meja Yeji.


"Nah itu tuh, Yeji ada pulpen kayaknya."


"Pinjemin." Pinta Jeno.


Giana mendelik, "Lo lama-lama ngeselin ya."


"Bukan gitu,"


"Gue... canggung sama Yeji" gumam Jeno yang masih bisa di dengar oleh Giselle dan Junkyu.


Kening Giselle mengernyit, "kenapa?"


"Ya soalnya Yeji mukanya mirip ama Lia." celutuk Junkyu dengan keadaan masih mencatat.


Jeno ingin mengumpat tapi apa yang di ucapkan Junkyu memang bener.


Giselle melongo sejenak lalu kemudian tersadar ia tertawa ngakak, "HAHAHA LO —CANGGUNG AMA YEJI KARENA MIRIP LIA? HAHAHA."


"Lo gak mau pake mikrofon sekalian anjir?" gerutu Jeno.


Yeji yang sedang mencatat mengangkat kepalanya mendengar namanya di sebut.


"Gue mirip Lia?" Tanya cewek sipit itu sambil menunjuk dirinya sendiri.


"TAU TUH JI. Ini si Jeno gak mau minjem pulpen lo gara-gara lo mirip lia katanya, HAHAHA."


"DASAR GAMON." ledek Ningning.


"MOVE ON DONG, NO!" teriak Isa yang sudah tertawa ngakak dengan Ningning.


Jeno yang jengkel langsung membungkam mulut Giselle.


"Lo ngeselin ya!"


Giselle menjauhkan tangan Jeno masih dengan sisa tawanya, "Abisnya elu Yeji Lia apanya yang mirip??"


"Bentuk mukanya mirip."


"Gak ah, menurut gue malah Yeji lebih mirip ama Hyunjin."


"Muka Yeji kayak Renjun muka bunglon. Heran gua.." sahut Junkyu.


Giselle tertawa sambil bertepuk tangan, "Nah bener, kemarin gue kaget liat muka Renjun kayak Kak Wendy."


Jeno tertawa, ia memukul kepala Giselle, "Heh! kalo Renjun denger bakal di amuk lu."


"Hahaha— tapi bener, No.. Renjun kadang-kadang mirip kak Chanyeol juga gue liat-liat. Kemarin bahkan mirip aktornya Dots."


"Dots apaan?" tanya Junkyu yang masih sibuk mencatat.


"Ada.. Drama korea"


"Oh.."


"Anjir siapa lagi namanya, gue lupa, pokoknya Renjun mirip sama itu."


Jeno menoleh, "Song Joong ki bukan?"


"Nah iya— eh lo kok tau? Lo nonton drakor?"


Jeno menghela nafas pelan, lalu mengangguk, "Kemarin sempet temenin Lia nonton itu."


Giselle menatapnya sedih, "Duh, jangan mellow dong. Ah gak seru lo."


.....


"No, mau gue kasih tips gak?" Tanya Sungchan. Mereka berdua sedang berjalan menuju kelas setelah memulangkan buku di perpustakaan.


Jeno meliriknya, "Apa?"


"Gue udah searching di google, katanya kalau cewek udah gak mau ketemu mantan berarti udah move on total."


Jeno mengumpat, "Kalau dia gak mau ketemu gue artinya dia belum move on, karena kalau udah move on, ya ngapain ngindarin gue?"


"Iyakah? — eh, lo tau cowok yang bareng sama Lia di kafe itu? dia anak basket rupanya, gue baru sadar."


Jeno mengedikkan bahu tidak tahu, "Dia anak Ips 3."


"Lo tau?" Tanya Sungchan.


"Gigi ngasih tau gue kemarin, lo kapten basket tapi gak hapal anggota lo. kapten macam apa itu."


"Lo ketua tapi gak bisa ngontrol anak kelas, ketua macam itu" balas Sungchan.


Jeno mendengus, Sungchan kembali mendekat kepada Jeno, "Eh gue ada rahasia ini gue denger dari Ningning, kalau Hyunjin suka sama Yeji."


Jeno menoleh, "Baru tau lo? Itu bukan rahasia kali anak kelas juga udah pada sadar. Mereka berdua aja yang keras kepala."


Sungchan bergumam, "oh yah? kok gue gak sadar. Kali ini pasti lo gak tau, gue denger gosip ini dari Asahi, Jihoon suka sama seseorang."


"Siapa?"


"Asahi juga gak tau. Isa kayaknya tau cuman gak mau bocorin."


"Emangnya lo ember bocor, gue heran deh lo sama Asahi suka banget bocorin rahasia orang."


"Seru tau liat mereka mohon-mohon."


"Dasar gila." Umpat Jeno lalu berjalan cepat meninggalkan Sungchan.


Ia bersumpah tidak akan curhat kepada Sungchan.


Sungchan dan Jeno kembali ke kelas— setelah dari kantor guru, Sungchan masuk ke meja Giselle dengan tergesa-gesa.


"Giii. Kan gue abis temenin Jeno ke kantor dan gue liat Winda ngobrol sama cowok di Koperasi, itu siapaa Gi???" Tanya Sungchan panik.


Giselle meliriknya sekilas, "Temennya kali."


"Cowok, Gi.."


"Terus kalau cowok kenapa? emang gak boleh?"


Sungchan mengangguk, "Yaiyalah!" Ucapnya mantap.


"Emangnya lo siapanya Winda hah? tau diri dikit kek lo!"


Sungchan menelan ludahnya tidak bisa membalas perkataan Giselle.


"Gigi benar gue emang siapanya Winda" batinnya.


Giselle seketika kasihan melihat Sungchan menghela napas pelan menepuk punggungnya pelan.


"Makanya kan gue bilang gas yang cepet, lo nunggu apasihh? Nunggu Winda sama yang lain?"


Sungchan menggeleng dengan cepat, "Dia lupa gue, Gi" ucapnya pelan.


"Ya kasih ingetlah, lo gak punya benda-benda yang bisa ngingetin Winda gitu?" Balas Giselle.


Sungchan berpikir sejenak lalu berdiri, membuat Giselle yang terlonjak kaget, Sungchan tersenyum sumringah ia memeluk Giselle cepat— bahkan tidak cukup sedetik.


"Kayaknya gue udah tau Gi, thank youu." secepat kilat ia melapaskan pelukannya lalu berlari keluar.


Giselle mencibir, tetapi sesaat— ia merasa dirinya sedang di perhatikan. Ia mengedarkan pandangannya dan melihat semua teman kelasnya melongo.


"SUNGCHAN KAMPRET" umpat Giselle dalam hati setelah menyadari jika tindakan kecil Sungchan tadi membuat mereka menjadi pusat perhatian.


"Ini gak seperti yang kalian pikirin guys, okee??"


"GII, LO SAMA SUNGCHAN???" Seru Hyunjin.


"GUE PIKIR SUNGCHAN SUKA WINDA????" tanya Renjun.


"Guys guys..., jangan mikir yang enggak-enggak oke. Gue sama Sungchan gak seperti—"


"SUNGCHAN SUKA WINDA???" Potong Karina  kaget.


"Suka Winda apa Gigi, Jun??" tanya Yena.


"Dia pernah curhat sama gue kalau dia suka Winda, Na." balas Renjun.


"Terus kenapa dia meluk Gigi??" tanya Yuqi.


"Ya mana gue tauuu???"


"Gii yang bener? Lo sama Sungchan. Kok gak ngasih tau anjirr kan bisa gue bantu." ujar Haechan heboh.


"Sialan! Sungchan gak ngasih tau, pasti karna gak mau di tagih PJ!" Umpat Jaemin.


"DIAAAMMMMMMM!!!!!" Teriak Giselle frustasi.


"SUNGCHAN NANYA PENDAPAT DI GUE, NEMBAK WINDA GIMANA TERUS GUE KASIH SARAN, DIA SUKA SARAN GUE MAKANYA REFLEK MELUK GUE!!!"


Karina, Yuqi, Yena dan Isa bersuara, "Oalah."


"Asikk ntar lagi dapat PJ." seru Jaemin dan Junkyu yang asik bermain game di pojok.


......


Giselle menscroll hp nya ingin membuka grup kelasnya tetapi tiba-tiba.


Jeno


lo beneran sama chan?


Giselle


harus berapa kali gue bilang????????? enggak


Jeno


terus tadi ngapain peluk pelukan teletabis dihh


Giselle


sungchan pernah minta comblangin ke Winda yg ternyata temen kecil dia dulu


Giselle


nah terus tdi pas ke kantor bareng lu dia gak sengaja liat winda ngobrol sama cowok terus curhat sama gue terus gue suruh dia ngegas winda cepet


Giselle


Giselle


chan bahagia dan reflek meluk gua!!!


Jeno


oh


Giselle


anjjjjj gue ngetik panjang2 dan lo cuman respon oh doang


Jeno


wkwk makanya sih jangan suka ikut campur urusan orang


Jeno


berenti comblang2in org


Giselle


oke.


Giselle


gue berhenti stalk lia lagi lo cari tau aja sendiri


Jeno


ehhhhhhh kalau gue gak papa anjir


Giselle


dih siapa lu, lagian klien gue udah ada dua, ada hechan sama chan yang udah percayain gue jadi mak comblang jadi gue gak boleh ngecewain mereka


Jeno


HAECHAN SUKA SAMA SIAPA?


Giselle


sebagai mak comblang yang baik gue harus menjaga privacy klien gue:)))


Giselle terkekeh melihat jeno tidak membalasnya. Ia kemudian membuka grup kelasnya yang sudah beribu ribu chat.


Giselle seketika mengumpat melihat Jeno bertanya kepada Haechan di grup kelas mereka.


Haechan


WOI AH LO MAH GITU


Haechan


EMBER


Giselle


gue gak ngasih tau ke Jeno kalo itu ryujin anjirr


Giselle


lagian Jeno temen lo tapi kenapa dia gak tau heran gua


Haechan


dia galauin lia mulu gimana mau tau perkembangan dunia


Haechan


tuhkan Jeno udah nyepam gue


Giselle


ya tinggal kasih tau Jeno lah


Giselle


yang penting kan ryujin nya yg gak tau


Haechan


eh iya iya


Haechan


awas ember ya lo


Giselle


wait


Giselle


ryujin pc guaa


Giselle


hahaha gimana tuh


Haechan


ANJIR DIA NGOMONG APA


Haechan


JANGAN BUKA DULU KASIH TAU GUE DULUUU GI


Giselle


ntar gue liat di notif dulu


Giselle


"Gi, haechan suka sama siapa?"


Giselle


ANJIR RYUJIN KEPOOO


Giselle


gue bales apaa


Giselle tak sengaja keluar dari room chat Haechan, dan menemukan chat Jeno yang menyampah.


Jeno


EH KOK LO BISA TAU HAECHAN SUKA RYUJIN


Jeno


woi Gi


Jeno


gue kepo bangkee


Jeno


kok lo bisa tau SEDANGKAN GUE ENGGAK


Jeno


WOI GIGI


Jeno


kampret loo


Giselle


bentar gue lagi sibuk


Giselle


jangan ganggu plis


Giselle segera keluar dari room chat Jeno lalu kembali ke Haechan.


Haechan


GI GUE SALTING ANJIIRRR DIA KEPO ARTINYA DIA PENASARAN AMA GUE BUKANSIH


Haechan


COBA BALES GI BILANG 'ADA TEMEN KELAS KITA EKWKKWK'


Haechan


Gii lo udah bales?


Haechan


eh anjrit kok lo ngilang sih


"YA TUHAN TABAHKAN HATIKU" Teriak Giselle frustasi.


Giselle


sabar anjirr, tadi jeno ****** ngeganggu


Giselle


wait gue bales yeee wkwkkwkw


Giselle keluar dan membuka chat Ryujin.


Ryujin


Gi haechan suka sama siapa?


Giselle


ada temen sekolah


Ryujin


siapa?


Giselle


penasaran yaaa


Ryujin


b aja


Giselle


wkwkwk ada ceweknya cantik


Ryujin


oh


Giselle


ih jangan marah dong


Ryujin


siapa yang marah anjjir


Giselle


macacihhh


Ryujin


iya


Giselle


padahal ya klo lo tanya siapa namanya pasti gue kasih tau


Ryujin


siapa namanya?


Giselle


inisialnya aja deh E


Ryujin


katanya namanya gimana sih


Giselle


wkwkwkkw ntar gue di gebukin haechan bisa berabe


Ryujin


cih


Giselle tertawa ia segera keluar setelah menscreenshoot percakapannya dengan Ryujin.


Haechan


jeno ganggu lo apa


Haechan


fokus di gua dulu lahh


Haechan


gi lo udah pc Ryujin ?


Haechan


GI GUE DEG2AN ANJIIRRR


Giselle


*sent ss*


Giselle


HAHAHAHAHA PINTER KAN GUE


Haechan


KOK E SIH BUKANNYA R?


Giselle


DIH LO MAU KETAUAN GOBLOK


Giselle


lagian juga nama lengkap Ryujin kan emang mulai E


Haechan


ah iya iya, lo emang ter best lope deh


Giselle


jijikk


Giselle


dah ya


Haechan


stiker lope lope


Giselle keluar dari room chat Haechan, ia membuka chat Jeno yang semakin menjadi-jadi.


Jeno


lo sibuk apaan dah


Jeno


bang yuta sering bilang, lo kalo di rumah kerjaannya rebahan mulu


Jeno


jadi lo sibuk ngapain hahh


Jeno


dih sok ngartis banget ni anak


Giselle


apasih pens


Giselle


lo kenapa dah


Giselle


EH YANG BERESIN RUMAH ITU GUE YA, KASIH TAU TUH BANG YUTA LO


Jeno


bang yuta ada di sebelah gue nih mau gue tunjukin?


Giselle


EH ANJRIT JANGAN NTAR GUE DI USIR DARI RUMAH


Jeno


ya tinggal gue mampusin


Giselle


anjjjjittrsss


.....