
Benar-benar....! Aldric brengsek!
Bisa-bisanya, dia mengatakan kalau aku mengemis cinta darinya! Sungguh demi apapun, aku sedikit tersinggung Perihal itu!
Well..jangan menghujatku, Aku lakukan seperti itu, tentu karena semasa aku hidup, aku tak Pernah sekalipun mengemis cinta. Justru merekalah-Para laki-laki saat di duniaku-yang memuja-muja cinta dan memohon untuk menjadikan mereka kekasihku.
Dan lagi... aku tak Percaya akan apa yang dikatakan oleh Aldric kalau Charlotte yang asli sedang mengemis cinta kepadanya dengan mengajak Aldric untuk bertemu secara diam-diam di ajang Pesta berburu tiga bulan yang lalu.
Ckl Lihat saja Aldric... aku akan membuatmu tunduk di bawah kakiku dan kau lah yang akan mengemis cintaku!
Akan aku Pastikan itul
"Tetapi... kenapa tiba-tiba Pangeran cecunguk itu membahas hal seperti itu kepadaku?" gumamku yang tiba-tiba muncul.
Saat ini aku masih berada di tempat dudukku saat menjamu Aldric. Aku masih menikmati teh di sini, Sembari Pikiran yang melalang buana.
"Aneh sekall, Dia tiba-tiba membahas soal Pesta berburu," gumamku lagi. "Bahkan tidak menanyakan kabarku apakah sudah membaik atau belum, mengingat dia tunanganku! Tetapi malah membicarakan hal itu?"
"Seolah ... sedang memeriksa sesuatu," imbuhku lagi yang masih dengan gumaman lirih.
Yal
Itu sangatlah aneh.
Dia datang ke kediaman tunangannya yaitu aku, Charlotte Cleveland-setelah aku sudah terbangun dari tidur Panjangku, Setelah satu minggu aku terbangun, dia baru datang sekarang.
Bukannya menanyakan kabar akan diriku, tetapi justru membahas Perihal Pesta berburu tiga tahun yang lalu. Tak hanya itu, dia juga bercerita kalau Charlotte saat itu sedang mengemis cinta kepadanya di taman belakang.
Apa benar Charlotte mengemis cinta? Rasanya tak mungkin, jika mengingat julid an Para nitizen yang mengatakan kalau Charlotte itu adalah wanita yang dingin dan kejam. Jadi sangat tidak mungkin jika dia seperti itul
"Memangnya apa yang terjadi di ajang itu?" gumamku lagi.
Entahlahl Tetapi seolah ada sesuatu yang tidak aku ketahui saat ini, dan ini mendorongku untuk tahu!
"Tiga bulan yang lalu," gumamku lagi.
"Pesta Perburuan kerajaan."
"Pertemuan rahasia."
Aku pun langsung mengerutkan dahiku untuk sejenak.
"Serta Charlotte yang koma di tiga bulan yang lalu."
Degh!
Seketika aku teringat akan sesuatu.
Aku belum mengetahui apa yang membuat Charlotte yang asli jatuh koma di tiga bulan yang lalu hingga sebelum aku masuk di tubuh inil Yal Aku tidak tahu kenapa bisa Charlotte tak sadarkan diri!
Bodoh!
Bagaimana bisa aku tidak menanyakan hal ini Pada seseorang? Well... aku juga tidak tahu apakah ini ada di cerita yang asli atau tidak dan bagaimana kisahnya.
'Sial! Aku lupa soal ini!' Pekikku dalam hati yang mana aku langsung berdiri dan bersiap untuk menemui Lucy. Tanpa berpikir Panjang aku langsung menuju ke kamarku berada.
Sebelum itu aku bertemu dengan kepala maid yang ada di mansion ini. Aku meminta Lucy untuk menemuiku di dalam kamar. Pun hingga saat ini aku sudah mondar mandir di depan ranjangku. Ada satu hal yang ingin aku Pastikan. Satu hal yang cukup menggangguku!
Hingga tak lama Lucy Pun sudah tiba di kamarku.
"Nona," salamnya sembari melakukan cursty.
"Kemarilah, Lucy!" titahku segera, Aku Pun juga langsung duduk di sebuah sofa Panjang dengan tubuh yang tegal dan anggun.
Aku silangkan kakiku dengan congkak, serta tatapan mata yang begitu tajam, Menatap Lucy yang mana sudah berdiri tepat di depanku.
"Ya, Nona? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Lucy lagi.
Kini tatapan kami sudah saling bertemu. Namun aku tidak sedikitpun mengendurkan tensi tataPanku Padanya.
"Ceritakan Padaku, Lucy!" ucapku dengan tegas.
Lucy sedikit tak mengerti dengan titahku yang gamang. Aku pun kembali menghela napas untuk sejenak. "Lucy, apa yang terjadi di ajang Pesta Perburuan tiga bulan yang lalu?" tanyaku lagi.
Seketika aku bisa melihat sedikit ada getaran dan bulatan di mata Lucy. Dia ... nampak begitu terkejut.
Well... ternyata ada sesuatu, huh?
Sebuah Rahasia.
"Ke-kenapa, Nona, menanyakan akan hal itu?" tanya lucy sedikit Penuh kehati-hatian.
"Ada apa, Lucy? Apa terjadi sesuatu?" tanyaku balik kini mataku juga semakin menelisik dengan tajam.
"Kau tahu aku tidak mengingat apapun, bukan? Aku hanya ingin tahu akan hal itu. Apa ada yang salah?"
Lucy sedikit menelan ludahnya dan mengerjakan bulu matanya. Aku bisa melihat hal itu. Lalu dia menggelengkan kepalanya sejenak, "Tidak, Nona! Saya hanya kaget karena Anda menanyakan Perihal ajang Perburuan itu."
"Saya hanya heran kenapa Anda menanyakan hal itu. Sa- saya kira Anda mengingat sesuatu, Nona," jawab Lucy yang mana sedikit gugup.
"A-apa... Nona mengingat sesuatu saat itu?" tanyanya lagi dengan hati-hati.
Seketika aku menangkap keguguran itu. Mataku Pun menangkap itu dengan jelas. Seketika aku memincing dengan tajam.
Well... well... well...!!
Ada apa ini?
Apa yang sedang kau sembunyikan dariku, Lucy Dan kenapa kau menyembunyikan hal itu?
Hening.
Untuk sesaat hanya ada ketegangan yang aku buat Pun juga yang dirasakan oleh Lucy. Lalu untuk detik berikutnya, aku pun tertawa lirih dengan sedikit kekehan, Pun aku juga langsung mencairkan sedikit Ketegangan ini.
"Tidak, Lucy! Aku tidak mengingatnya," ucapku kemudian.
"Tadi saat aku bertemu dengan Putra mahkota, sedikit ada nostalgia yang la sampaikan kepadaku," ucapku kemudian.
"Nostalgia?"
"Hem ... hem ...," aku mengangguk lirih dengan sedikit senyuman. Tetapi mataku tetap aku tajamkan secara diam-diam untuk menilai Lucy.
"Putra mahkota bilang kalau saat itu aku melakukan Pertemuan rahasia dengannya. Dia bilang aku mencintai yang mulia Putra mahkota," ucapku kemudian. "Lalu katanya aku sedang memohon agar dia tidak meninggalkanku dan memilih Lady Penelope. Hemm ... apakah aku sebegitu mencintainya, Lucy?"
Mendapati hal itu, Lucy semakin membulatkan matanya. "Apa?" Pekikknya yang kaget. Tentu aku mengerutkan keningku akan sikap Lucy saat ini Hanya sekilas.
"Bagaimana bisa jadi seperti itu ceritanya?!" Pekik Lucy lagi yang mana saat ini ia sedikit marah akan hal ini.
"Tidak! Nona tidak Pernah membungkukkan badan ataupun kepala hanya untuk mengemis cinta kepada laki-laki manapun, meskipun itu adalah yang mulia Putra mahkota Aldric!" ucap Lucy lagi.
lucy saat ini sedikit melangkahkan kakinya untuk maju ke depan. Menangkup kedua tangannya sendiri seolah untuk meyakinkan aku. "Nona tidak Pernah merendahkan diri seperti itu! Meskipun memang, Nona, mencintai Putra mahkota tetapi Nona, tetap menjaga martabat Nona!"
Benar!
Sesuai dugaanku!
Charlotte adalah karakter yang seperti itu, Dingin, kejam, Penjahat sejati. Dia tak akan menurunkan kepalanya hanya untuk memohon cinta. Meskipun aku tidak membaca cerita ini, tetapi aku bisa yakin akan hal itu hanya dari mendengar cerita Para netizen tentang sifat-sifat Roxanna.
Aldric ... dia membual!
"Aku masih ingat Pesan yang dikatakan oleh salah satu Pengawal Putra mahkota kala itu!" imbuhnya lagi.
Degh!
Seketika aku pun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh lucy saat ini.
"What?" desisku yang mana sedang terkejut.
Tentu saja aku sangat terkejut dengan apa dikatakan oleh Lucy saat ini!
Aku sudah pernah bilang, bukan? Kalau aku adalah orang yang sangat mahir membaca raut muka seseorang, apakah orang itu jujur atau tidak? Dan bisa aku Pastikan saat ini, kalau Lucy tidak berbohong!
"Apa maksudmu kalau Putra mahkota yang mengirimiku surat untuk bertemu denganku?" tanyaku lagi Penuh telisik.
Ini benar-benar mulai terasa begitu janggal.
Aku yakin... ini ada hubungannya dengan Charlotte yang harus mengalami koma tepat di tiga bulan yang lalu juga. Karena aku tidak tahu sebab Charlotte harus mengalami koma! Pun juga aku tidak tahu kalau Charlotte dalam cerita mengalami koma seperti ini.
Well... bukankah seorang tokoh antagonis selalu digambarkan Penuh kekuatan dan tidak Pernah mengalami hal semacam ini saat menjadi jahat? Miss. A-Z benar-benar memaksakan cerita!
Ok, back to the story!
"Ceritakan dengan jujur, Lucy!" tegasku lagi dengan mata yang menyala dengan sangat nyalang.
Tetapi Lucy seketika menggigit bibir bawahnya. Aku yakin dia menyesal karena sudah kecePlosan tadi saat sedikit aku Pancing dengan rumor itu. Meskipun la menyesal, tetapi bukankah itu sudah terlambat?
Karena aku sudah memancingnya!
"Ceritakan itu atau aku harus dengan terpaksa untuk menghukum mu karena tidak mematuhi Perintah nona yang kau layani!" ucapku lagi dengan sangat dingin dan Penuh tekanan, Pun juga dengan sorot mataku yang semakin menajam.
"Ampuni saya, Nona!" Pekik Lucy kemudian, la bahkan langsung bersimpuh dan berlutut tepat di dePanku. Menundukkan kepala dengan sedikit terisak.
Ternyata benar dia berusaha menutupi ini!
"Saya mohon, Nona! Sa-saya telah dilarang bercerita oleh tuan Earl Cleveland untuk hal ini kepada Anda!" isak Lucy dengan memohon.
Seketika aku merengutkan dahiku saat Lucy langsung menyebut nama itu. "APa Papa dan juga kakak yang melarangmu untuk memebritahuku apa yang terjadi?" tanyaku lagi Penuh desakan.
Lucy menganggukkan kepalanya dengan samar. Lalu dengan suara yang bergetar la juga mulai membuka suaranya lagi. "Tuan Ernest dan juga tuan muda Lucian, mereka menyuruh saya untuk tidak menceritakan apapun tentang kejadian tiga bulan yang lalu kepada Anda, Nona," ucapnya dengan was-was.
Ah... Jadi itulah alasannya yang mana sedari tadi dia gugup?
Tak hanya Lucy, tetapi juga seluruh mansion ini... mereka semua menyembunyikan cerita yang ada di kejadian tiga bulan yang lalu kepadaku!
Jika sampai kedua orang itu menyembunyikan hal ini, tentu saja ada sesuatu yang sangat besar untuk ditutupi dariku-yang mana sebagai Charlotte suara, tetapi itu akan semakin menyulitkan gadis itu kedepannya.
Aku bisa saja memaksa Lucy untuk buka Hemm... tidak! Tidak saatnya untuk aku terlalu agresif! Aku baru bangun dari koma, serta aku sedang hilang ingatan!
Lagipula, untuk menghadapi seseorang di dunia asing Ini dengan kondisi hilang ingatan, maka tidak bisa terlalu keras. Aku harus sedikit melunak untuk mengambil sedikit simpati.
Jika aku keras, maka aku tak akan mendapatkan Apapun!
Oke... rileks El! Jangan biarkan emosimu meledak dan menjadi sosok antagonis lagi secara tiba-tiba! Aku pun langsung mendenguskan nafasku lagi dengan Perlahan.
"Tenang saja, Lucy. aku tahu Posisimu yang sulit akan hal ini," ucapku kemudian yang mana langsung mengangkat kepala Lucy untuk bertemu tatap denganku.
Aku pun memajukan badanku tanpa mengurai kakiku yang sedang menyilang dengan anggun. Lalu aku sanggah kepalaku dengan tangan yang mengadahi dagu cantikku ini. Sedikit senyuman tipis aku menatap Lucy.
"Aku tak akan memintamu untuk menceritakan semua yang terjadi di sana, Aku hanya ingin bertanya-" ucapku lagi, kini sedikit tidak ada Penekanan, "-apa yang dikatakan oleh Aldric atas Perintahnya itu untuk membuatku menemuinya?" tanyaku.
Emma... dia terdiam.
Seolah sedang menelaah apa yang akan la katakan untukku. Dia masih terlihat ragu akan itu. "Tenanglah, Lucy
aku tak akan menceritakan hal ini kepada Papa dan juga kakak, Kamu akan aman dalam Perlindunganku," ucapku lagi dengan Penuh keyakinan.
Setelahnya aku sedikit merenungkan wajahku. Pun aku kini mulai mengurai kakiku agar tidak duduk dengan menyilang lagi. Menautkan tanganku dengan sedikit memainkan kuku-kukuku.
"Aku hanya ingin tahu dan mengingat sedikit memoriku tentang dunia ini., Lucy" ucapku dengan nada yang rendah. "Aku ... merasa begitu asing di tempat ini. Rasanya seperti sendirian dan dikelilingi oleh orang-orang yang tidak sama sekali aku kenal."
"Semuanya... begitu berat dan sulit. Tetapi aku tetap bertahan akan hal ini, Lalu, tiba-tiba saja tadi seorang Pangeran mahkota dari kerajaan ini datang kepadaku. Aku tahu kalau aku dan dia bertunangan ... well, itu cukup mengejutkan jika aku sudah bertunangan, apalagi dengan Putra mahkota!"
"Lalu dia bilang kalau aku sangat mencintainya saat Itu. Dan dia bilang kalau aku mengundangnya untuk bertemu secara diam-diam di taman belakang wilayah camp Perburuan tiga bulan yang lalu," ujarku.
"Dia bilang kalau aku mengemis cinta Padanya dan agar aku tidak dibuang olehnya, karena dia memiliki kekasih lain."
"Apa?" Pekik Emma lagi. "Tentu saja tidak, Nona!"
"Maka dari itu aku ingin tahu yang sebenarnya, Lucy" selaku kemudian, "Karena bukankah di sini nama baik keluarga Cleveland yang dipertaruhkan?"
Seketika Lucy terdiam.
Aku masih menggunakan jusrus wajah innocent yang begitu tak tahu apapun, Tetapi mataku secara diam-diam menelisik jauh ke dalam mata Lucy. Lalu tak lama kemudian, Lucy Pun mendenguskan napasnya dengan sedikit Perlahan, la juga langsung secara Perlahan membenarkan duduknya dengan tegap dan menatapku dengan yakin.
"Baiklah, Nonal" ucap Lucy dengan sorot mata yang masih terlihat kesal dengan apa yang aku ceritakan itu.
Well... ternyata dia adalah gadis yang cukup mudah untuk dibaca. Hingga aku tak terlalu susah payah untuk mengeluarkan tenaga agar dia mau bicara,seruku.
Aku pun tersenyum lebar. "Terimakasih, Lucy!"
Saat ini Lucy sudah duduk di sampingku. Duduk di sebuah sofa Panjang yang ada di tengah-tengah kamar megah dan luasku ini.
"Jadi ... apa aku benar-benar mencintai AldricĀ sebelum kehilangan ingatan?" tanyaku yang mana sudah mulai menyelidiki.
Lucy Pun mengangguk dengan Pertanyaanku itu.
"Ya, Nona, Anda ... mencintai Pangeran Aldric."
Wow!
Tak disangka kalau Charlotte memang mencintai Pangeran sialan itu. Ini... sungguh mengejutkan! Aku kira wanita dingin itu hanya mencintai tahta ratu saja!
Serta, apa tadi dia bilang? cinta ...??
Aku kira itu hanya alasannya saja untuk sebuah keserakahan. Ternyata, wanita dingin itu benar-benar mencintai Aldric? Tak masuk akal!
"Ok," gumamku. "Lalu... tadi kau bilang kalau Aldric mengirimiku Pemberitahuan untuk menemuinya di malam Pesta Perburuan itu, bukan?"
Lucy mengangguk lagi, "Ya, Nona,"
"Anda saat itu sedang bersiap diri untuk mengikuti Pesta terakhir di camp Perburuan, di mana sebagai tanda berakhirnya ajang berburu kerajaan dengan Para bangsawan," lanjut Lucy.
"Lalu ... saat Anda akan menuju tempat Pesta, Anda mendapatkan surat dari yang mulia Putra mahkota Aldric untuk menemuinya di belakang wilayah camp tanpa Pengawal," lanjut Lucy.
"Tanpa Pengawal?" tanyaku lagu yang diangguki oleh Lucy.
Degh!
Tentu saja aku terkejut dengan hal itu.
Serius?
Sungguh tak masuk akal.
Apa Charlotte sebodoh itu yang dibutakan oleh cinta?
...TBC...