MOONLIGHT

MOONLIGHT
Kau sangat beruntung, Charlotte.



Dan... yap!


Orang gila aneh yang tadi tiba-tiba memelukku adalah Lucian Cleveland-kakak kandung charlotte Cleveland.


"Charlotte, apa kau benar-benar tidak bisa mengingatku?!" tanya Lucian Penuh dengan kekhawatiran, Bahkan raut wajahnya sudah Penuh kerutan dari dahi hingga bibir.


Lucian sedang berjongkok di depanku. Aku tentu masih duduk dengan anggun di kursi ini,


Lucian berjongkok serta menggenggam tanganku. Menatapku dengan tatapan yang sedih, Benar-benar seperti kucing yang sedang basah kuyup dan memohon untuk di beri makan.


Aku baru tahu kalau laki-laki ini adalah kakak kandung Charlotte. Sangat tampan dengan rambut blonde yang sama. Pun juga mata birunya.


Aku hanya tersenyum saat mendapati Pertanyaan itu dari lucian, Karena memang aku tidak tahu apapun! Karena aku ... bukanlah seorang Charlotte Cleveland.


Ingatkan?


"Kakak mendapatkan kabar dari ayah kalau kamu sudah bangun, tetapi kamu telah mengalami hilang ingatan," ujar lucian. "Saat kakak mendapatkan kabar itu, kakak langsung menyerahkan ekspedisi kakak ke anak buah kakak, lalu langsung Pulang Pulang untuk menemuimu,"


Lucian sedang menceritakan tentang apa yang la alami ternyata.


Yap! Aku sudah bangun dari tidur yang singkat menurutku, tetapi lama menurut semua orang yang ada di sini, Aku sudah berada di dalam tubuh ini


selama tujuh hari! Aku juga sudah cukup beradaptasi dengan tubuh ini, Pun juga dengan lingkungan yang ada di dalam dunia aneh ini.


Dunia yang bertemakan nuansa kerajaan Eropa layaknya sebuah cerita fantasi dalam novel, Sebuah kerajaan yang Penuh dengan kebangsawanan serta kasta.


Sudah mirip dengan zaman renaissance sebelum revolusi dulu.


"A-apa... kamu benar-benar tidak mengingat apapun Charlotte?" tanya-nya lagi.


Aku kaku. Hanya bisa tersenyum dengan tipis.


Astaga bukankah dia sudah mendapatkan kabar tentang kondisiku, seperti yang la ceritakan tadi? Aku yakin dalam laporan yang diterima oleh Lucian ini, sudah disebutkan kalau aku memang hilang ingatan!


Well... memang sebenarnya bukan hilang ingatan.


Melainkan memang aku tidak memiliki ingatan apapun soal dunia ini!


So aku harus jawab afa?!


"Jangan mengganggu dan mendesaknya begitu, lucian!" Suara lantang dari seseorang, Pun menginterupsi Lucian dan diriku.


Orang itu adalah Ernest Cleveland. Ayah Charlotte sekaligus kepala keluarga Cleveland.


"Papal" ucap lucian yang menata? Ernest dengan Penuh tuntutan akan sebuah jawaban.


"Kenapa kau kembali? Ini baru satu bulan kau melakukan Perjalanan ekspedisi, tetapi kau sudah mengakhirinya?" tanya Ernest, "Seperti bukan dirimu yang lebih suka menghabiskan hidup di luar!"


"Ck! Aku mendapatkan kabar Perihal adikku yang sudah terbangun dari tidur Panjangnya itu, tentu aku harus kembali dan menemui adikkul" jawab Lucian


kemudian.


"Dan kau langsung mencercanya dengan Pertanyaan yang berat seperti itu? bahkan kau tidak menemuiku lebih dulu!" sahut Ernest.


Bahkan saat ini wajahnya seperti akan marah, Menatap tajam ke arah Lucian dengan tatapan yang tajam "Apa kau tak tahu kalau Charlotte tidak diperbolehkan berfikiran terlalu berat apalagi dipaksa untuk mengingat langatannya?" imbuh Ernest, "tu akan memberatkannya!"


"Ah... benarkah?" beo Lucian.


Lalu Lucian kembali menatapku dengan tatapan yang lebih dalam, Tentu kesenduan juga semakin jelas di tatapan mata laki-laki itu!


Bahkan dengan tiba-tiba lagi, Lucian memelukku kembali. Terdengar beberapa isakan yang keluar dari bibir Lucian.


"Hiks. maafkan aku wahai adikku yang cantik!" isak Lucian seperti bayi yang menangis, "Kau benar-benar sudah menderita dengan sangat banyak!"


Ah...


Sebenarnya.. apa yang sudah terjadi?


Aku benar-benar tak menyangka kalau inilah kondisi keluarga Charlotte, si Penjahat ulung itu.


Karena selama aku tinggal di kediaman ini selama tujuh hari, aku tak melihat kesuraman sedikit Pun!


Keluarga ini begitu baik-baik saja, bahkan tergolong bahagia, Semua Para Pekerja di sini juga murah senyum, Mereka begitu setia dan sangat menjunjung tinggi keluarga ini.


Pun juga dengan sang majikan-Ernest dan Emma-mereka merupakan sang tuan yang sangat bijaksana serta memperhatikan Para Pekerja serta semua rakyat yang ada di wilayah kekuasaannya. Begitu dermawan.


Lalu untuk sang tuan muda ini-Lucuian Cleveland-juga tidak nampak seperti kakak dari seorang Penjahat. Bankan dia terlihat begitu lembek dari identitasnya yang merupakan ahli waris keluarga Cleveland yang Perkasa.


FYI-Cleveland dikenal sebagai keluarga yang memiliki tingkat kemiliteran yang kuat. Menopang jalur Perdagangan dan kekuatan militer di kerajaan ini.


meskipun kastanya berada di tingat Earl dan bukan Duke, Aku baru tahu hal itu kemarin, "Ini benar benar bukan seperti keluarga dari seorang Penjahat!" batinku.


"Sudahlah, berhentilah kekanak-kanakkan, lucian!" Kali ini suara lembut yang begitu merdu terdengar.


"Mamaaa..." Pekik Lucian yang langsung melepaskan Pelukannya dan menatap ke arah wanita cantik yang sudah berdiri di samping Ernest.


Seorang wanita yang Paling cantik di kerajaan ini! Emma Dellaford, ibu dari Charlotte. Yeah... setidaknya, itulah yang aku tahu saat ini, setelah melihat langsung wanita itu.


Sungguh demi dewa Neptunus!


Ibu Charlotte ini... benar-benar sangat cantik! Mata yang seperti batu safir dengan bulu lentik di setiap Pinggirannya. Tubuh yang begitu Putih dan sangat seksi.


Anggun dan Penuh martabat. Cantik dan sempurna.


Apa dia adalah seorang Putri kerajaan, maka dari itu dia sangat cantik?


Tak hanya Emma, tetapi semua keluarga Charlotte juga terbentuk dengan sempurna, Ernest dan Lucian mereka juga tak kalah tampan! Sangat malah.


Benar-benar seperti tokoh novel!


Ah, lya aku lupa! Sekarang aku berada di dalam novel, Gila memang.


"Charlotte, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Emma dengan lembut.


Aku tersenyum tipis: "Saya baik-baik saja, Mama,"


Emma tersenyum lembut Pula, lalu ia berjalan ke arahku, Mengelus lembut kepalaku dengan tatapan yang teduh, "Kamu jangan berpikiran terlalu berat, Tak Perlu mengingat masa lalu jika itu menyakitimu, sayang! Karena apapun dirimu saat ini, kamu tetaplah Putri mama yang sangat cantik dan tersayang."


"Kami akan selalu berada di sampingmu apapun yang kau lakukan baik dulu, sekarang, ataupun esok," Imbuh Emma


Degh!


Mendengar ucapan lembut dari Emma lengkap dengan tatapannya yang sangat teduh itu sontak membuatku tercengang untuk sesaat.


Aku jadi semakin yakin, kalau Charlotte adalah sosok Putri yang sangat dicintai keluarganya, la mendapatkan begitu banyak cinta dan kasih sayang di sini.


Well...aku adalah seorang selebriti di duniaku yang dulu. Tentu saja di dunia yang aku jalani itu, aku sudah Paham dan ahli dalam membaca sebuah ketulusan dari raut wajah setiap orang yang berbicara denganku.


Entah orang itu hanya menginginkan sesuatu dariku, bermuka dua yang mungkin saja memiliki niat buruk, atau tulus untuk berteman denganku. Aku bisa menilai semua itu hanya menatal dari matanya saat berbicara denganku.


Dunia selebriti yang aku tinggali itu sangatlah kotor!


Tentu aku harus bisa menilai seseorang agar aku tidak ditusuk dari belakang, bukan?


Dan itulah yang bisa aku miliki saat ini, Tanpa membawa apapun dari duniaku yang dulu, aku hanya membawa keahlian ini bersamaku untuk hidup di di dunia ini.


Karena itu aku tahu bahwa mereka bertiga-emma, Ernest, dan Lucian-memang sangat tulus mengkhawatirkanku dan mencemaskanku, Mereka menyayangiku!


Aku pun tersenyum tipis tanpa sadar. 'Tidak! Yang dia sayangi adalah Roxanna, bukan aku!'


Entah kenapa aku merasakan sakit, Sesak dan mungkin juga iri?


Karena aku tidak Pernah merasakan kehangatan ini dari sebuah yang namanya keluarga.


Aku tidak Pernah merasakan kalau ada orang yang mengkawatirkanku seperti ini. Menyayangiku dengan tulus. Bahkan memberikan tatapan yang begitu teduh dengan sentuhan tangan yang hangat.


Karena aku ... hanya hidup seorang diri!


Sungguh kau sangat beruntung, Charlotte!


"Well... aku tahu kamu tidak mengingat apapun, Sayang," ucap Emma lagi dengan senyuman yang la tunjukkan lebih lembut lagi. "Tetapi ada seseorang yang datang kemari dan ingin menemuimu."


Aku Pun mengerutkan dahiku.


"Seseorang?" tanyaku yang langsung diangguki oleh Audrey.


Ok, tapi siapa?


"Seseorang yang kau cintai, sayang," imbuh Audrey. "Putra mahkota Aldric Knightley."


Degh!


W-wait...!!


What you said?!


Hahaha... sepertinya Anda sedang bercanda, Tuan Putri!


Astaga... dia adalah malaikat maut yang akan membunuh Keluargamu dan juga menjadi iblis Penyiksa untuk Putrimu ini, Tuan Putri!


"Putra mahkota?" beo Lucian kemudian. "Untuk apa dia kemari?!"


Ya... ya...!! Benar!


Untuk apa dia kemari?!


Aku... belum siap bertemu malaikat maut sialan itu! Aku belum memfix kan rencanaku dengan matang!


Sebuah rencana yang kini menjadi tujuan dan juga misi aku hidup. Yaitu, mencuri cinta tokoh utama laki-laki, Yaitu sang malaikat mautku itu sendiri!


Aldric Knightley.


Aku belum mematangkan rencanaku...!!!


"Tentu kita tidak bisa menolak kehadiran sang Putra mahkota kemari! Apalagi dia beralasan datang untuk mengunjungi tunangannya-Charlotte," ujar Emma.


"Cih!" decih Leo. "Sudah tahu dia Punya tunangan tetapi masih berhubungan dengan wanita lain?"


"Bahkan selama Charlotte tidak sadarkan diri selama tiga bulan, dia tidak menjenguknya sama sekali!" imbuh Leo lagi dengan raut yang kesal.


Haizzz...


Astaga....


Ternyata Peran aku menjadi tokoh antagonis sudah dimulai.


Itu terlihat kalau Penelope sudah berhubungan dengan si Aldric sialan itu. Pun juga di mana Aldric yang nampak tidak peduli dengan Charlotte.


Hemm... nasibku benar-benar tidak mujur!


Andai saja aku datang ke tubuh ini, di mana Penelope  belum hadir, Pasti misiku akan lebih mudah!


Benar-benar akun anomin sialan! Aku kutuk kau menjadi maling kundang di kehidupanmu selanjutnya!


Semoga kutukanku sampai ke lintas dunia dan menyerang si anonim sialan itu. Ameenn....!


"Charlotte tidak Perlu untuk menemui Putra mahkota itu, Mamal Lagipula Charlotte juga tidak mengingat apapun, bukan? Jadi lebih baik tak Perlu menemui Pria itu lagi!" sahut Lucian-yang menjadi Penentang keras hubungan Charlotte dan Aldric.


"Karena Charlotte tak mengingat apapun, jadi batalkan saja Pertunangan ini!" imbuh Lucian.


What?


No!


Jika itu terjadi maka aku yang akan susah menyelesaikan misi hidupku itu! Aku harus menjadi tokoh utama. Remember?


Aku seorang Ella Wallace, dan aku tak akan kalah dengan cerita yang dibuat oleh Miss. A-Z!


"Tidak!" sahut Ernest kemudian, "Kita sudah melakukan Perjanjian dengan keluarga kerajaan. Kita tak akan bisa membatalkan Pertunangan ini begitu saja dengan sepihak."


Benar!


Kita tidak bisa memutuskan dengan gampangnya bahkan secara sepihak!


Dengarkan Itu Lucian!


"Apa yang dikatakan oleh ayahmu benar," imbuh Emma. "Lagi Pula adikmu itu... Charlotte, sangat mencintai Putra mahkota"


Benar!


Pertunangan ini tak bisa dibatalkan karena aku sangat mencintai Lev-!


W-wait!


What?


Seketika aku langsung menatap ke arah Audrey.


Cinta? Ma-maksudnya adalah Charlotte... si Penjahat ulung ini. Sang antagonis utama yang lebih sangat menginginkan Posisi ratu bagaimanapun caranya itu mencintai Aldric?


Bukan sebuah obsesi ingin jadi ratu, tetapi cinta?...


CINTA?!


Benar-benar tak bisa aku Pahami!


Karena dari yang aku tahu dari cerita yang aku dengar melalui banyak orang yang membicarakan cerita ini-Charlotte hanyalah wanita jahat yang haus akan kekuasaan.


Tak ada cinta di hatinya, Jadi Ratu adalah tujuannya.


"Apa itu Penting, Mama? Lagipula Charlotte Kehilangan Ingatannya, jadi dia juga Pasti akan melupakan Perasaan konyol itu-"


"Sudahlah, Kakak" sahutku yang memotong ucapan Lucian.


Seketika ketiga orang itu langsung menatap ke arahku dengan tanda tanya. Karena sedari tadi aku hanya diam saja, melihat mereka semua, bukan?


Meskipun masih asing, tetapi aku juga harus memanggil mereka dengan sebutan keluarga, bukan? Dan ini Pertama kali aku memanggil Lucian dengan sebutan kakak. Mungkin itu juga yang membuat Lucian sedikit membulatkan matanya-karena la tahu aku hilang ingatan.


Orang yang hilang ingatan biasanya butuh waktu lama untuk beradaptasi! Itulah yang dibingungkan oleh Leo, mungkin.


Aku Pun langsung berdiri dengan anggun. Tegar dan Penuh dengan aura kebangsawanan,


"Saya akan menemuinya, Mama," ucapku kemudian. "Saya akan menemui sang Putra Mahkota Aldric Knightley."


Seketika Pandangan mereka berubah menjadi datar dan Penuh telisik. Menatapku dengan tatapan yang sedikit rumit.


Entah apa itu, yang jelas ada setitik kekhawatiran di balik tatapan mereka.


Ck! Sebenarnya, untuk lebih detail-nya, apa yang sudah terjadi? Sudah jelas kalau dari tatapan mereka,mereka tidak menyukai Putra mahkota itu.


Mungkin karena Perilaku Putra mahkota yang menyakiti hati Charlotte? Ya! Pasti itu.


"Apa kau yakin, Charlotte?" tanya Lucian lagi. "Ya, Kakak," jawabku langsung dan tanpa ragu.


"Huffftt...!" Hembusan napas berat dari emma Pun samar terdengar. "Baiklah! Ayo, Mama antar kamu untuk bertemu dengannya!" ajak Emma.


Pun akhirnya aku dan Emma langsung meninggalkan tempat ini untuk menemui Aldric, Buku diary-ku tentu sudah aku serahkan kepada Lucy.


Sudah aku amankan.


Sepeninggal Emma dan Charlotte, maka tinggallah Ernest dan Lucian saja.


Tepat saat semua orang sudah beranjak untuk Pergi Ibunya-Emma, Lucian Pun menatap tajam Punggung Charlotte dan ibunya-Emma.


Sedangkan Ernest dia menatap tajam Putranya sendiri.


"Kenapa kau sudah , Lucian?" tanya Ernest dengan tajam ke Lucian.


Hening, untuk beberapa detik, Fokus Lucian masih ke arah adik dan ibunya yang mana semakin lama semakin menghilang dari Pandangannya.


"Sudahkah aku bilang, Papa? Kalau aku datangkarena aku mendapat kabar bahwa Charlotte sudah terbangun," jawab Lucian dengan wajah yang datar.


"Dan kau meninggalkan ekspedisi itu?" tanya balik Ernest. "Ck! Harusnya aku tidak mengabarimu,"gumamnya kemudian.


Lucian Pun terkekeh sejenak. "Well meskipun kau tidak mengabariku, aku Pasti akan mendapatkan kabar ini juga, PaPa!"


Ya! itu benar.


Cleveland Pasti memiliki mata-mata sendiri yang tersebar di seluruh kerajaan bahkan benua, Menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Putranya adalah hal yang Pasti, maka Ernest Pun menghembuskan napas beratnya.


Lalu dengan Perlahan dan menajam, la kembali menatap Lucian, Kini tatakannya sangat dingin. "Lalu... apakah kau sudah mendapatkan kemajuan atas Penyelidikanmu itu?" tanya Ernest.


"mengenai dalang kecelakaan di ajang Perburuan tiga bulan yang lalu, yang mana menyebabkan Putri kesayanganku-charlotte, harus mengalami Penderitaan Ini?!" imbuhnya dengan Perasaan yang Penuh amarah.


Mendapatkan Pertanyaan itu, tanpa sadar Lucian Pun mengePalkan kedua tangannya dengan sangat erat. TataPannya begitu tajam dan mendingin.


Sebuah Perubahan yang sangat drastis, Lucian yang seperti kucing basah kuyu? tadi, seolah sudah menghilang entah kemana.


"Aku yakin kalau dalang dari ini semua adalah orang-orang dari fraksi kerajaani Mereka ingin menekan fraksi bangsawan termasuk kita, melalui Charlotte!" geram Lucian kemudian,


"Apa kau memiliki bukti akan itu?" tanya balik Ernest.


Seketika rahang Lucian Pun mengetat, la menggerakkan giginya dengan sangat kuat. Itu artinya memang tak ada bukti apapun yang dapat menuduh kalau fraksi kerajaan lah dalang dari kecelakaan yang menimpa Charlotte di Pesta berburu tiga bulan yang lalu.


Di kerajaan yang mana mengikuti Politik monarki semacam ini, Pasti terdapat dua kubu yang berlawanan, Kubu Pertama adalah fraksi kerajaan yang mendukung Penuh kerajaan saat ini, terutama mendukung Putra mahkota yang akan menjadi raja selanjutnya.


Sedangkan kubu yang kedua adalah fraksi bangsawan, Yaitu sebuah fraksi yang terdiri dari beberapa Para bangsawan yang memiliki Pandangan berbeda dari kerajaan.


Ibarat di negara demokrasi, ada yang disebut Partai koalisi dan oposisi. Seperti itulah!


Dan Knightley... merupakan Pemimpin dari fraksi bangsawan atau bisa disebut oposisi.


...TBC...