Mikhayla Chintya Andira Candra Winata

Mikhayla Chintya Andira Candra Winata
takut



''Apa maksud dari semua ini?'' tanya Rangga


''kami sudah sempat membicarakannya, namun mereka masih ragu kalau kau suka padanya'' Jawab Reza dengan santai


''apa kapan kalian membicarakan nya?'' tanya Rangga dengan kaget


''sehari sebelum Rania datang, namun semuanya hancur karena kedatangan Rania'' jawab Reza


''apa ternyata kau sudah lama menyadarinya Milka?'' tanya Rangga dengan menatap Milka


''tidak saat itu aku masih bimbang'' jawab Milka dengan santai


''dan asal kamu tahu Rangga karena Rania juga, Milka memutuskan untuk menjauhimu'' Kata Reza


''kenapa kamu memilih mundur, Kenapa kamu tidak tanya sama aku dulu?'' kata Rangga menatap ke arah Milka dan menggenggam tangannya


''aku yang melarangnya, aku juga yang kasih solusi untuk dia menjauh darimu, dari pada dia sakit hati. kan aku nggak mau adikku sakit hati'' kata Maya tanpa rasa bersalah.


''ya setidaknya kalian kasih tahu aku dong. kalau begini kan runyam jadinya'' kata Rangga yang merasa dibohongi


''salah sendiri suka dekat-dekat sama cewek, jadi cowok tuh konsisten dong. kalau suka sama satu cewek ya udah satu aja nggak usah dekat-dekat sama yang lain'' jawab Maya dengan emosi


''iya, iya maaf, Milka Aku janji aku bakal setia sama kamu Dan nggak akan melirik yang lain'' kata Rangga meyakinkan Milka


''ibu, Kak Maya gimana nih?'' tanya Milka dengan menatap ibu dan Maya


''kan Ibu sudah bilang, keputusan ada di tangan kalian. Ibu nggak mau ikut campur yang penting kalian bahagia'' kata ibu dengan senyuman


''kalau Kak Maya bagaimana?'' tanya Milka dengan menatap kakaknya Maya


''iya terserah kamu dek, kalau menurut Kakak sih kamu terima aja daripada kamu sakit hati terus'' kata Maya dengan menatap mata merah


dengan mendengar jawaban ibu dan Maya, Milka semakin dilanda kebingungan. dia tak tahu harus berkata apa, sebenarnya dia sangat menyukai Rangga. namun dia takut tersakiti, seperti yang bisa dia lihat kalau Rangga dengan mudahnya dekat dengan begitu banyak cewek. apalagi dia anak basket, sudah pasti fans ceweknya banyak


''kamu kenapa dek?'' tanya Maya yang merasa ada kehamilan dengan Milka


''nggak tahu Kak, adik pusing. nggak tahu mau jawab apa?'' kata Milka yang merasa frustasi


''kalau kamu masih pusing, Atau masih bimbang. aku nggak masalah kok menunggu. yang terpenting aku sudah mengutarakan isi hatiku kepadamu Milka'' kata Rangga dengan selembut mungkin kemudian dia menggenggam tangan Milka.


''makasih terima kasih Kak Rangga, sepertinya kau memang bersungguh-sungguh'' kata Milka yang tiba-tiba memeluk Rangga di depan semuanya.


Rangga tidak berkata apapun, dia hanya senyum-senyum sendiri, karena mendapat pelukan dari Milka. dan mungkin ini adalah awal dari semuanya. itulah yang ada dalam pikirannya.


''hem, ibu masuk dulu ke dalam ya'' kata ibu yang membuat Milka kaget dan melepas pelukannya.


''eh Ibu maaf'' kata Milka merasa malu dengan ibu Febri


''tak apa sayang, asal jangan sampai melewati batas. dan kalau dia sampai berani macam-macam. ngomong aja sama ibu-ibu hajar nanti dia sampai bonyok'' kata ibu yang membuat Rangga dan Reza bergidik ngeri


''ternyata tante Febri ngeri juga ya'' pikir Rangga dan Reza


''kalian berdua kenapa Rangga, Reza. seperti memikirkan sesuatu'' tanya Pinot tanpa rasa bersalah


''mungkin mereka merasa takut, setelah mendengar perkataan tante Febri'' kata Nanda yang membuat Maya dan ngakak menatap ke arah Rangga dan Reza


''takut, mana mungkin'' jawab Rangga dan Raisa bersamaan


''Bagus deh kalau kalian tidak takut, tapi saya beneran dengan perkataan saya. kalau sampai kan macam-macam Jangan harap bisa melihat dunia ini lagi'' kata Bu Febri menatap Rangga dan Reza. dan sekali lagi membuat rasa takut itu melintas di dalam kepala mereka berdua.


''kalian yakin tidak ingin kabur'' tanya Vino dengan tampang tidak berdosanya.


''hei kak Vino, jangan buat suasana makin tegang napa'' kata Nanda yang membuat ini langsung menatap Nanda


''eh maaf cantik, Aku nggak bermaksud. aku cuma ingin mengetes apakah mereka akan tetap stay atau kabur. hehe'' kata Vino sambil tertawa


''kalau mereka sampai kabur, Kak Vino mau tanggung jawab?'' kata nendang sudah terlanjur emosi dengan perkataan vino.


''iya iya maaf, nggak akan aku ulangi lagi deh. tapi ngomong-ngomong, Kenapa sepertinya kita menjadi obat nyamuk di sini ya'' kata Vino yang mulai melihat sekitarnya dan dia melihat Rangga sedang menggandeng Milka dan Reza sedang menggandeng Maya. sedangkan ia tidak berpegangan dengan siapapun dan dia menatap ke arah Nanda.


''idih jangan harap, aku itu udah ada sekarang yang aku suka. jadi jangan mimpi Aku bakal sama kak Vino'' jawab Nanda yang membuat Vin tersakiti


''Aku kira dia masih jomblo, Eh ternyata sudah ada yang punya'' gumam Vino


''Kak Vino ngomong apa sih, nggak denger tahu. kalau ngomong tuh yang kuat biar didengar sama semuanya'' kata Nanda yang mulai emosi dengan tingkatin.


''enggak, Aku nggak ngomong apa-apa kok'' kata Vino dengan santai, namun matanya atau menatap ke arah mana dan tidak berani menatap Nanda


''kak vino pasti bohong kan? buktinya kakinya tidak berani menatap mataku'' kata Nanda dengan suara lantangnya dan membuat Vino semakin emosi sudah dia sakit hati eh malah tambah disakitin lagi sama si Nanda wanita yang sebelumnya sempat membuat hatinya tergerak. namun kini semuanya hanya tinggal anganan karena ternyata Nanda sudah memiliki pangeran di hatinya, dan itu bukanlah dirinya


''udah deh nggak usah banyak omong, daripada kita di sini jadi nyamuk. mending sekarang kita keluar, kita biarin aja mereka yang lagi pacaran'' kata Vino dan membuat Nanda ikut pergi dengannya keluar dari ruangan tersebut


''Eh kalian mau ke mana?'' tanya Milka kepada Vino dan juga Nanda


''mau kabur lah, daripada jadi obat nyamuk. nggak enak tahu'' kata Vino dengan spontan kemudian menarik tangan Nanda untuk keluar dari ruangan itu.


Mereka pun keluar dari ruangan itu, dan mereka memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar rumah Maya.


''kita mau ke mana Kak Vino?'' tanya Nanda yang merasa heran dengan tingkah Vino


''ke mana aja, yang penting gak jadi obat nyamuk buat mereka'' kata Vino dengan masih menggandeng tangan Nanda


''iya sih, aku juga males ya di obat nyamuk mereka. tapi'' kata Nanda yang tiba-tiba dipotong oleh Vino


''tapi apa?'' tanya Vino yang penasaran dengan perkataan Nanda


''bisa nggak jangan pegang-pegang'' kata Nanda sambil menatap ke arah tangan mereka.


-


-


Hay teman-teman, Dyaf up ya teman-teman. jangan lupa like, share, komen, vote, hadiah dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman 🙏