
Nanda yang menyadari Rangga melihatnya semakin memperhatikan Rangga.
''Rangga Kenapa kamu dari tadi lihatin Anda aja'' kata vino tanpa berdosa
''apaan sih kamu Vin, orang nggak ada'' kata Rangga emosi dengan perkataan vino karena takut Milka salah sangka
''ya udah jangan ngegas dong'' kata vino dengan emosi
''siapa yang ngegas? orang gak ada'' jawab Rangga
''udah deh Rangga, vino kalau kalian masih ribut mending kalian pulang aja deh ganggu orang pacaran aja'' Kata Reza yang keceplosan dan membuat Milka dan Nanda kaget
''apa jadi kak Maya dan Kak Reza pacaran'' kata Nanda dan Milka dengan kaget
''ya begitulah hehehe'' Jawab aja dengan tertawa
''sudah kuduga, tapi kenapa kamu yang nggak cerita sama Milka?'' tanya Milka dengan wajah sedih
''maaf dek, Kakak cuma nggak mau ganggu liburan kamu'' kata Maya dengan lembut
''ya udah deh, lagian sudah terjadi. yang lalu biarlah berlalu. tapi adek masih penasaran nih Kak'' kata Milka dengan antusias
''penasaran gimana'' tanya Nanda dengan kebingungan
''gimana ceritanya, kok kakak sama Kak Reza bisa jadian?'' tanya Milka dengan antusias dan membuat Reza dan Maya sulit untuk menjelaskannya
''soal itu, em...em'' jawab Milka dengan bingung
''udah mendingan aku aja yang ceritain'' Kata Reza mengajukan diri
''oke jadi gimana ceritanya Kak?'' tanya Milka dengan menatap mata Reza
''jadi ceritanya tuh gini
πππflashback on πππ
hari itu adalah hari saat ibu Maya dinyatakan boleh untuk pulang, Rangga dan Reza ikut Maya dan ayahnya pulang
Rangga berbincang-bincang dengan ayah Maya. dan dari sorot mata Reza, ayah Maya mengetahui kalau Reza menyukai putrinya Maya.
''Reza, sebenarnya kamu menyukai anak saya ya?'' tanya ayah Maya
''om bisa aja, perasaan remaja mungkin. kan saya dan Maya sudah temenan sejak lama Om sebelum orang tua saya pindah ke Jakarta'' jelas Reza
''saya juga laki-laki Reza, dari sorot matamu. dari caramu memandang putri saya. saya sudah menyadarinya kalau engkau memang menyukai putri saya'' kata ayah Maya
''udahlah Za, gelagat muda kebaca sama ayahnya Maya. mending kamu jujur aja daripada Maya dibawa kabur sama ayahnya. ya kan Om'' kata Rangga memanas-manasi Reza agar dia berkata jujur
''ya saya memang ada niat untuk membawa mayat pergi, dan mungkin tidak akan membiarkannya bertemu dengan kalian lagi apabila kau memberikan harapan palsu kepada putri saya'' jelas ayah Maya
''om memang sangat pekaan, Om bisa melihatnya tanpa siapapun mengetahuinya. Om bisa tahu perasaan saya bahkan yang tidak diketahui oleh Maya sendiri'' Kata Reza memuji ayah Maya
''saya sudah berpengalaman Reza, tapi saya cukup kaget. karena putri saya tidak menyadarinya, padahal hal itu sangat terlihat jelas'' kata ayah Maya
''karena itu saya masih tetap diam, karena saya takut menghancurkan persahabatan saya dan Maya. karena Maya selama ini hanya menganggap saya sebagai sahabatnya tidak lebih'' jelas Reza yang mulai terseduh karena takut kehilangan Maya
''kamu memang pemuda yang baik, tetapi jika kamu tidak mencoba untuk mengutarakannya kepada putri saya Maya. kamu akan tetap di fase ini, Dan suatu saat nanti jika Maya menemukan seseorang yang dapat membuatnya nyaman dan bahagia. maka kamu sendiri yang akan tersakiti Reza'' jelas saya Maya yang membuat Reza banyak mempertimbangkan perkataannya
''iya Reza yang dikatakan ayah Maya ada benarnya, hal itu bisa saja terjadi dalam waktu dekat'' kata Rangga yang ingin mendukung hubungan Reza dengan Maya
''tapi kalau dia menjauh dan melupakan pertemanan kami gimana. aku tidak bisa berpisah dengannya'' Kata Reza yang mulai frustasi
''baik Om, saya akan memikirkan perkataan Om. dan secepatnya akan bertindak. jujur saya sangat senang karena Om setuju bila saya menjalin hubungan dengan anak om Maya'' Kata Reza yang sangat berterima kasih
''oke, kalau begitu ini kartu nama saya. saya titip anak saya ya, jika ada sesuatu dan saya tidak ada di sini saya mohon kamu hubungi saya'' perintah ayah Maya
''baik Om, dengan senang hati saya akan mengabari Om'' kata Reza
tiba-tiba saja Maya muncul, dan dia memeluk ayahnya. karena jam sudah menunjukkan sore hari dan dia yakin kalau ayahnya akan pulang.
''ayah, ayah pasti ingin pergi ya. pasti ayah ingin kembali dengan keluarga baru ayah'' kata Maya dengan meneteskan air mata di
''maaf sayang hari sudah sore dan ayah harus kembali, sebenarnya saya ingin sekali membawamu ikut dengan ayah. tapi, ayah juga tidak tega meninggalkan ibumu sendiri di saat kondisinya seperti ini'' kata ayah dengan meneteskan air mata dan memeluk putrinya Maya
''ayah benar, Maya juga tidak tega meninggalkan Ibu sendirian''
''kalau begitu ayah hati-hati ya, Maya akan selalu menunggu kedatangan ayah''
''iya sayang, ayah akan sering datang untuk melihatmu''
''bener ya ayah, ayah akan sering ke sini untuk melihat Maya''
''iya sayang ayah janji''
kemudian ayah pun berjalan pergi meninggalkan Maya, Rangga dan juga Reza
''dah sayang ayah pergi dulu''
mobil ayah pun melintas dan pergi meninggalkan rumah itu.
''Ayo may kita masuk ke dalam'' Kata Reza dengan memegang tangan Maya
''iya za'' jawabnya dengan singkat
Mereka pun berjalan menuju ruang utama dan terduduk di sofa tempat Rangga, Reza dan juga ayah Maya tadi duduk
''kalian tidak pulang?''tanya Maya pada mereka
''tidak, mungkin besok kami baru akan pulang'' Jawab aja tanpa meminta pertimbangan Rangga
''ya sudah kalau begitu nanti kalian tidur di ruang ini ya, nanti akan ku ambilkan bantal dan juga selimut'' kata Maya dengan lembut
''woi kalian berdua ini, bisa nggak, nggak buat aku jadi obat nyamuk 1 hari aja''katanya Rangga menggoda mereka
''apaan sih kamu ga, kamu kan tahu aku sama Reza udah lama temenan'' kata Maya
''ya mungkin saat ini kalian memang temenan, tapi nggak tahu nantinya. bisa aja kalian pacaran terus menikah dan punya anak'' Kata Rangga menjelaskan ke ujung cerita
''hahaha, kita itu masih SMP jangan bercanda deh'' kata Maya sambil tertawa
''ye malah tertawa, ini kan cuma tebak-tebakanku saja Maya'' kata Rangga
''iya juga yang kamu bilang ga, yang namanya taktik tidak ada yang tahu'' kata Maya
''kamu ini may kayak kamu nggak suka aja sama Reza'' Kata Reza dengan penasaran dan ingin mencari tahu kebenaran
-
-
hai teman-teman, Dyaf up ya. jangan lupa like, share, komen, vote dan selalu dukung Dyaf