
''kamu mau yang mana may?''
''aku mau yang warna pink''
''ok, mas yang itu 1 ya''
''ok, mas, mbak. ini dia'' kata pedagang
''berapa harganya mas?'' tanya Reza
''Rp...... mas''
''ini ya mas''
''terimakasih, silakan kembali lagi'' kata pedagang
mereka pun pergi meninggalkan pedagang itu
''za, kamu ingat nggak tadi pedagang itu bilang apa?''
''memang bilang apa may?''
''terimakasih silakan kembali lagi''
''lo kok kembali lagi?''
''nggak tau, kan biasanya ''silakan menikmati'' ya kan za?''
''ya seharusnya begitu, tapi udala nggak usah dipikirkan lagi. mending kita makan aja gula-gulanya''
''iya, kalau gitu, kita cari tempat duduk dulu''
''iya, sepertinya disana kosong''
''ya, seperti begitu''
''ayo kita ke sana''
mereka pun pergi ke tempat yang mereka tunjuk. mereka duduk berdua sambil makan gula-gula.
setelah gula-gula itu habis, mereka melanjutkan berkeliling pasar malam lagi. dan memainkan beberapa permainan yang ada di pasar malam.
setelah mereka merasa lelah, Mereka pun memutuskan untuk pulang.
''za Aku udah capek nih''
''ya udah, ayo kita pulang''
Mereka pun akhirnya pulang. sesampainya di rumah ada kamu lihat Rangga yang duduk di depan rumah.
''ngapain kamu di sini ga, nggak tidur di dalam?'' tanya Reza
''pengennya sih gitu tidur di dalam, tapi Tante Febri cemas kalian belum pulang. tadi aku udah ke pasar malam juga nyari kalian tapi nggak ketemu. jadi aku nungguin kalian pulang deh'' jelas Reza yang membuat mereka berdua terkenal
''terus sekarang ibuku di mana?''tanya Maya
''tante Febri di dalam, aku sudah memintanya untuk istirahat''kata Rangga
''thanks yang kau dijagain Ibu aku'' kata Maya
''tenang aja kali, kita kan temenan. masa aku tega ngebiarin ibu kamu sendirian, ya enggaklah''
''kalau gitu aku masuk duluan ya, Aku mau menemui ibu''
Maya pun pergi meninggalkan Rangga dan Reza.
''di mana pacarnya seru?'' tanya Rangga
''ya begitulah'' jawab Reza sambil tersenyum
''dari ekspresi kamu juga sudah kelihatan, pasti kamu sangat bahagia''
''tentu aku sangat bahagia, aku nggak menyangka ternyata aku dan Maya sama-sama memendam rasa. dan akhirnya kami mengungkapkannya dan jadian''
''iya deh yang baru jadian, yang masih berbunga-bunga hatinya''
''apaan sih lo ga, ini mau pikirin hubungan lo''
''sulit, nanti aku coba pikirkan lagi''
''ya udah, terserahmu aja. Ayo kita masuk udah malam''
mereka berdua pun masuk ke dalam. mereka tidur di ruang utama seperti yang dikatakan Maya tadi siang. keesokan harinya Rangga dan Reza kembali ke Jakarta.
''may kamu harus kembali'' kata Rangga
''iya may, tapi aku janji secepatnya akan kembali'' Kata Reza dengan ekspresi sedih
''ya udah kali, lagian juga paling lama kalian libur 3 minggu'' kata Maya yang sok tegar
''iya sih, tapi kamu nggak apa-apa di sini tanpa aku?''tanya Reza
''ai ini kan rumah aku, udah biasa kali''jawab Maya
''ya udah kalau gitu kamu hati-hati, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku''
''siap Pak bos''kata Maya sambil tertawa
''ih dasar kamu malah bercanda''Kata Reza sambil mengelus kepala Maya
''ampun deh aku jadi obat nyamuk, kalau lama ini aku balik duluan ya''kata Rangga yang membuat mereka berdua menghentikan kegiatannya
''ganggu, Aku mau pulang. kalau kamu mau di sini aja, nggak apa. tapi please jangan jadiin aku obat nyamuk''kata Rangga
''ya udah, my kamu pulang dulu, dah Maya'' Kata Reza dengan tampang sedihnya dan digeret oleh Rangga
''ampun deh, beginilah orang kalau baru jadian, bucin amat say'' keluh Rangga
πππflashback offπππ
''nah gitu ceritanya'' Kata Reza
''aih seru juga'' kata Milka
''Tapi kasihan si Rangga jadi obat nyamuk'' kata vino
''mau bagaimana lagi, kalau nggak ada Rangga, siapa yang tante'' Kata Reza
''uda nasib ku'' jawab Rangga
''hahaha'' tawa mereka serentak
''eh tunggu, tadi kan kak Reza bilang ada ayahnya kak Maya, berarti ayahnya kak Maya datang?'' kata Milka yang kebingungan
''iya benar dek, ayah kakak datang'' jawab Maya
''pasti kakak senang banget ya, ayah kakak datang''
''iya milk, Kakak senang banget'' jawab Maya dengan tersenyum
''mereka ternyata mirip ya'' kata vino dalam hati
Rangga dan Reza yang memperhatikan merasa emosi melihat tingkah vino
''vino, kamu ngapain dari tadi melihat Maya dan Milka?'' tanya Reza dengan emosi
''kamu ada niat apa?'' tanya Rangga kembali
''eh, nggak, aku nggak ada maksud apa-apa'' kata vino dengan kikuk
''hala, terus kenapa kamu melihat Maya dan Milka seperti itu?'' tanya Reza
''itu, kalian merasakan nggak?'' kata vino
''merasakan apa?'' tanya Reza
''kalau wajah Maya dan Milka ada kemiripan'' kata vino
tiba-tiba Bu Febri keluar dan tanpa sengaja mendengar nya
''ternyata anak ini menyadarinya, kalau Maya dan Milka ada kemiripan'' kata Bu Febri dalam hati
semua tertawa mendengar perkataan vino
''kenapa kalian tertawa?'' tanya vino dengan heran
''kamu ini Vin, ya nggak mungkin la. mungkin perasaan mu saja'' jawab Reza
''syukur mereka tidak menyadarinya'' kata Bu Febri dalam hati
''nggak la, lagian kalau mirip juga gpp. kan mereka kakak dan adik'' kata vino
''hadu, anak ini bahaya'' kata Bu Febri dalam hati
''hubungan mereka tidak seperti itu vino'' jelas Rangga
''maksudnya tidak seperti itu, gimana?'' tanya vino dengan kebingungan
''maya hanya menganggap Milka sebagai adiknya'' kata Rangga
''jadi maksudmu mereka berdua bukan kakak beradik kandung''
''yah benar sekali vino, jadi nggak usah ngada-ngada deh''
''ya udah deh kalau gitu aku minta maaf''
''ya udah nggak apa-apa, tapi lain kali jangan gitu ya. Aku cemburu tahu''Kata Reza dengan tenangnya
''ai yang baru jadian, temennya dilupakan'' kata vino
''aku nggak ada lupain, cuma aku nggak suka, kalau ada yang deketin pacar aku'' Kata Reza dengan tampang marahnya
''ye dasar bucin, tinggal nunggu Rangga nih bucin'' kata vino
''biarin aja bucin, yang penting happy. hehe'' Kata Reza sama tertawa
''Apa maksudmu tadi vin, tinggal nunggu aku'' tanya Rangga
''ya kan, Reza udah bucin jadi tinggal kamu menunggu kamu bucin'' kata vino
''loh memangnya kalau Kak Reza bucin sekarang gue juga harus bucin?'' tanya Milka dengan munggar kepalanya
''ya enggak sih, cuma kan mereka best friend. dan mereka juga sama sama cuek'' kata vino
''mereka sama-sama cuek? setahu aku dari mereka berdua nggak ada yang cuek lah'' kata Milka sambil mengingat-ingat
-
-
Hay teman-teman, Dyaf up ya. jangan lupa like, share, komen, vote, hadiah, dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman π