Mikhayla Chintya Andira Candra Winata

Mikhayla Chintya Andira Candra Winata
keberanian



''ya itu karena Rangga suka sama kamu, makannya sikap cueknya hilang'' kata vino


''ha'' jawab Milka dan Nanda spontan. dan membuat suasana menjadi tegang.


''Kenapa kalian berdua seperti kaget?'' tanya vino dengan rasa tidak bersalah


tiba-tiba saja Nanda dan Milka tertawa


''Kenapa kalian tertawa?'' tanya vino kembali yang merasa heran dengan sikap Nanda dan juga Milka


''ya lucu aja lah ya, seorang Rangga suka sama Milka'' kata Nanda


''apanya yang lucu?'' tanya vino


''nggak lucu sih, cuman ini aja. aku apa sih aku mah B aja. coba aja kamu lihat Kak vino di sekitar karang itu banyak cewek cantik apalagi anak baru yang kemarin itu cantik banget'' jawab Milka dan membuat Rangga dan seisi ruangan tercengang.


''eh mil, aku mau ngomong sama kamu kamu bisa ikut aku'' kata Rangga yang menarik tangan Milka untuk keluar dari rumah Maya.


''eh mereka keluar ada apa itu'' tanya Vino yang penasaran


''udah lo diem di sini, lo juga sih biang onar kalau sampai mereka ribur, lo yang tanggung jawab'' Kata Reza dengan emosi


''eh sepertinya banyak yang kalian rahasiakan ya?'' tanya Vino yang merasa ada keanehan


''Kami cuma nggak mau ikut campur sama urusan mereka, Eh kamu malah seenaknya ikut campur'' Kata Reza dengan emosi.


di sisi lain Rangga dan Milka sedang berada di luar rumah.


''ada apa sih, Kak Rangga tarik-tarik aku'' kata Milka yang kesal karena tangannya ditarik oleh Rangga


''aku mau ngomong sesuatu sama kamu mil''


''ya ngomong aja kali, nggak perlu sampai keluar rumah kan?''


''Aku nggak ingin mereka tahu mil''


''emang mau ngomong apa sih?''


''ini tentang kita mil''


''kita, memang ada apa dengan kita?''


''mil masa kamu tidak menyadarinya?''


''menyadari apa?''


''Mil jujur aku sebenarnya suka sama kamu''


bukannya menjawab Milka malah tertawa mendengar perkataan Rangga ''hahaha, nggak usah bercanda deh Kak''


''mil Aku nggak sedang bercanda''


''Kakak itu dikelilingi oleh banyak cewek cantik, jadi nggak mungkin Kakak suka sama aku''


''Mel Aku beneran suka sama kamu mil'' kata Rangga sambil memegang tangan Milka


nelpon melihat ke arah tangannya yang dipegang oleh Rangga ''ngapain pegang-pegang, jangan Kakak kira aku sama seperti cewek-cewek kakak itu ya''


''mil aku nggak punya siapa-siapa, Aku hanya mencintaimu mil''


''Halah buktinya ada si Rania, terus waktu itu aku lihat Kakak sama adik kelas, Kakak ngobrol dengan nyaman dan mereka juga cantik-cantik lagi'' kata Milka dengan ekspresi marah dan memajukan bibir nya.


''aku nggak ada hubungan apa-apa sama mereka mil, iya mil Rania memang mantanku tapi aku tidak ada hubungan lagi sama dia''


''halah nggak usah bohong deh Kak, oke Rania mantan kakak terus adik-adik kelas itu apa?''


''aku nggak ada hubungan sama adik kelas mil, jangan bilang kamu cemburu mil''


''Aku cemburu buat apa, kayak bermanfaat aja sama aku''


''jujur mil kamu suka sama aku juga kan?''


''enggak tuh, buat apa aku suka sama f*** boy yang suka tp-tp sama adik kelas dan beberapa cewek lainnya''


''mil aku nggak ada hubungan apa-apa sama mereka, yang aku suka itu cuma kamu mil''


''Milka beneran aku cuma suka sama kamu mil''


''Halah bohong aja bilang''


''kamu perlu apa mil, Aku bakal buktiin''


''kalau memang beneran Kakak suka sama Milka, sekarang Milka tantang. Kakak jumpain ibu, dan kakak langsung bilang ke ibu kalau Kakak sayang, dan cinta sama Milka. berani nggak?''


''oke Ayo kita jumpai ibu''


Mereka pun berlari menuju ke dalam, dengan tangan merangga yang menggandeng tangan Milka di belakang. Rangga dengan tampang serius sedangkan Milka merasa bingung.


''Eh kalian mau ke mana?'' tanya Maya yang bertanya-tanya dengan sikap mereka berdua


''Kami ingin bertemu dengan ibumu may'' jawab Rangga dengan suara tegasnya.


ibu yang mendengar perkataan Rangga pun keluar dari kamar.


''ada apa kalian mencari ibu?'' tanya ibu yang merasa heran


''ibu, ibu sebaiknya duduk dulu'' kata Milka pemerintah ibu.


''oke sayang ibu akan duduk'' kata ibu sambil mendudukkan tubuhnya di sofa yang berada di ruang utama.


''Rangga, Milka sebenarnya ini ada apa?'' tanya Maya yang penasaran


''kalian semua yang ada di sini menjadi saksi ya'' kata Rangga dengan tegas


semua yang mendengar merasa kebingungan. Apa yang dimaksud Rangga pikir mereka.


''tante, Rangga ingin ngomong serius dengan tante'' kata Rangga dengan ekspresi tegang


semua yang mendengarnya pun semakin bertanya-tanya, Apa yang sebenarnya ingin dikatakan Rangga. mereka menjadi ikut penasaran.


''Apa yang ingin kau katakan Rangga?'' tanya ibu Febri


''ini menyangkut hubungan saya dan juga Milka tante''


''Apa itu, sayang jadi penasaran. saya tidak tahu kenapa saya disuruh duduk di sini dan tiba-tiba kau mengatakan hal yang membuat saya bertanya-tanya''


''begini tante, saya mengatakan pada tante. kalau sebenarnya saya mencintai Milka tante''


semua yang mendengarnya sangat kaget, walaupun mereka mengetahui itu. tapi mereka tidak menyangka, kalau Rangga akan mengatakannya di depan ibunya Maya yaitu ibu Febri.


''apa, lalu Kenapa kamu ingin berbicara dengan saya, kalian sudah mulai remaja, dan saya tahu di masa ini kalian sedang bubar-bubernya merasakan jatuh hati kepada lawan jenis kalian''


''masalahnya, Milka tidak mempercayai saya tante.


''sayang kemarilah'' kata Bu Febri meminta Milka memikat kepadanya. Milka pun berjalan mendekati Bu Febri.


''sayang coba jelaskan ke ibu, Apa yang membuat kau tidak mempercayainya?''


''yang membuatnya saya tidak mempercayainya, karena dia sangat dekat dengan banyak wanita. Milka nggak mau cuma di php-in'' jawab nikah dengan santainya


''Rangga kamu sudah mendengarnya, lalu apalagi yang kamu inginkan. Ibu tidak bisa berkata apapun keputusan hanya ada di tangan kalian. namun satu hal yang Ibu mau, Jangan pernah kamu sakiti Milka''


''baik tante, Rangga jangan dibenci tidak akan menyakiti Milka''


''Milka sayang kenapa kamu diam?''


''Milka masih kaget ibu, minta hanya menantangnya. karena Milka tidak yakin apa yang dia katakan. tapi mereka tak menyangka dia malah mengatakannya langsung kepada ibu'' jawab Milka yang masih merasa heran dengan sifat Rangga sambil menatap Rangga


''aku sudah bilang Milka, apapun akan aku lakukan demi kau. aku rela mil''


''tapi'' kata Milka sambil menatap ke arah maya


''ya mungkin dia telah berubah mil, sekarang keputusan ada di tanganmu. kakak tidak ingin menyakiti hatimu lagi mil, karena kau harus setiap hari melihat wajahnya namun tidak bisa berdampingan dengan'' kata Maya yang membuat semuanya kaget terutama Rangga.


-


-


Hay teman-teman, Dyaf up ya. jangan lupa like, share, komen, vote, hadiah dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman 🙏