Mikhayla Chintya Andira Candra Winata

Mikhayla Chintya Andira Candra Winata
Rekomendasi



'' ya ampun ibu, kenapa rekomendasikan kami si, nggak tau aja ibu, kalau pak Ryan itu galak banget'' kata Fazar dan Andre dalam hati sambil menatap satu sama lain.


'' milka, Nanda kalian juga selamat. dan semoga bisa menjalankan tugas dengan baik'' kata Bu Sandra


'' iya Bu'' jawab mereka


Bu Sandra pun memperhatikan sekitar dan melihat banyak anak baru di kelas itu. namun, ia telah kenal dengan semuanya.


'' untuk yang lain, ibu lihat ini banyak yang sebenarnya tidak berasal dari kelas VII a. jadi ibu harap, kalian semua akur ya'' kata Bu Sandra


'' baik Bu'' jawab mereka serentak


'' kalau gitu untuk hari ini sampai di sini saja. kalian silakan saling berkenalan, ya mungkin ada beberapa yang sudah kenal, tapi karena ini ibu lihat banyak dari kelas lain. jadi biar lebih akrab, jangan sampai salah sebut nama. kan gawat'' kata Bu Sandra dengan wajah marah


'' iya bu'' jawab mereka


'' ingat, jangan sampai kejadian. malu Lo di luar sana nanti. kalau begitu ibu pergi dulu'' kata Bu Sandra sambil meninggalkan ruangan.


setelah Bu Sandra pergi, Nanda pun menangis.


'' kamu kenapa nan?'' tanya Milka


'' kalian nggak dengar tadi, kata Bu Sandra dia yang rekomendasikan kita'' kata Nanda


'' iya, terus'' tanya Milka


'' ya sedih la, kenapa harus Bu Sandra yang rekomendasikan kita. dan Ryan pula guru killer itu yang jadi wali kelas kita'' kata Nanda


'' Uda sabar aja, Uda nasib. nasi Uda jadi bubur nggak bisa kembali lagi, yang penting kita kerjakan tugas kita dengan baik'' kata Milka


'' Yap, benar itu kata Milka. jadi nggak ada gunanya menangis, buang-buang tenaga aja'' kata Andre


''ai ai, Uda dong jangan nangis lagi. kamu nggak malu di lihat teman satu kelas'' Kat Fazar


''santai aja Fazar, kita juga ngerti perasaan Nanda, ya kan teman-teman'' kata Jihan yang tiba-tiba bersuara


''iya benar'' jawab mereka serentak


''kami malah bersyukur kalian jadi penyelamat kami. hehe'' kata Jihan sambil tertawa


'' ye, dasar kalian'' kata Fazar sambil menggelengkan kepalanya


''tu dengar, mereka aja nggak ada yang keberatan'' kata Nanda


''iya deh, tapi kamu harus kuat nan, kita satu tahun jabatan loh'' kata Fazar menginginkan


''ok, ok'' jawab Nanda


tidak terasa waktunya pulang pun tiba. mereka semua kembali ke asrama masing-masing namun tidak dengan mereka berempat yang pergi ke kantin. disana mereka bertemu dengan vidya dan teman-temannya


''we, lihat itu'' kata Cika


''ada apa cik?'' tanya Lidya


''ada, kakak ganteng yang tadi siang'' kata Cika


''mana-mana?'' kata vidya yang masih penasaran dengan sosok Milka yang bisa meluluhkan kakaknya


''itu sebelah sana'' tunjuk Cika ke arah mereka


''nggak bosen ya dilihat, semangkin di lihat semangkin ganteng'' kata Lidya


''ye, dasar kalian. kalau ngeliat yang ganteng aja, mata kalian langsung ijo'' kata vidya


''apaan si vid, lagian kan lumayan buat cuci mata. apa lagi kalau baru menghadapi guru kiler'' kata Cika


''iya bener itu vid'' kata Lidya


''iya deh, terserah kalian'' kata vidya


''ye dasar, dianya yang bilang kakak cuek. tapi dianya juga ikut-ikutan cuek'' kata Cika


''sabar cik, jangan marah-marah nanti cepat tua. hehe'' kata Lidya sambil tertawa dan membuat vidya juga ikut tertawa.


Andre yang mendengar keributan, mencari sumber suara dan akhirnya ketemu.


''kenapa Dre, celingak-celinguk?'' tanya Milka


''nggak apa, cuma dengar keributan. jadi mencari sumbernya'' kata Andre dengan santai


''jadi gimana Uda ketemu sumbernya?'' tanya Nanda


''uda dong'' kata Andre


''oh ya, jadi dari mana sumbernya?'' tanya Fazar


''tu lihat, cewek-cewek yang di sana'' kata Andre sambil menunjuk meja vidya dan teman-temannya


''eh, bukannya mereka cewek yang didatangi dan Rangga dan Reza tadi siang ya?'' kata Nanda


''nanda'' teriak Andre


''uda deh, gpp. jadi jangan ribut'' jawab Milka dengan santai


''ok'' jawab mereka


''tapi beneran kamu gpp?'' tanya Nanda


''nanda, jangan di tanya lagi'' kata Fazar


''iya deh maaf'' kata Nanda


disisi lain Reza dan Rangga


''reza, temani aku buat ketemu sama Milka yok'' ajak Rangga


''ai baru aja keluar, Uda mau cari Milka aja'' kata Reza


''kan kamu tau za, aku belum ada ketemu sama Milka. tadi siang tiba-tiba adik aku vidya panggil aku. jadi belum sempat'' kata Rangga


''iya deh, ayo aku temani'' kata Reza


mereka pun pergi untuk menemui Milka. mereka mencari ke beberapa tempat dan akhirnya mereka menemukan Milka dan teman-temannya berada di kantin


''rangga itu mereka'' kata Reza


''iya benar, ayo kita ke sana'' kata Rangga


mereka pun menuju meja tempat Milka dan teman-temannya duduk. Andre yang melihat mereka menuju ke aja mejanya langsung memulai percakapan


''we, kita pergi yok, aku Uda bosan ni'' kata Andre


''yauda ayo'' jawab mereka


''maaf ya kak, aku cuma nggak mau Milka sedih lagi'' kata Rangga dalam hati


mereka pun pergi meninggalkan kantin. Rangga berusaha memanggil


''tung....''


namun belum siap Rangga berbicara mereka sudah pergi


''ya mereka pergi za''


''yauda mau bagaimana lagi ga''


''ya kamu ini za, kasih solusi gitu kek''


''maaf lagi nggak kepikiran''


''yauda deh, kita ke lapangan aja, tadi pak Anton nyuruh kumpul''


''ayo, kalau telat bisa gawat kita''


''Yap benar banget tu''


mereka pun pergi ke lapangan basket. dan benar saja, pak Anton sudah datang.


''Rangga, Reza kalian dari mana?'' tanya pak Anton


''maaf pak, kami baru keluar kelas'' jawab mereka


''oh, ya sudah. sana cepat gabung. kita latihan'' kata pak Anton


mereka berdua pun bergabung ke dalam barisan


''ok, ayo hitung. kita berapa orang'' kata pak Anton


''satu''


''dwa''


''tiga''


''empat''


..........


''dwa puluh''


''ok, kita bagi Dua tim, no ganjil dan genap, silakan berpisah'' kata pak Anton


''baik pak'' jawab mereka serentak


mereka pun, melaksanakan perintah pak Anton. kali ini Rangga dan Reza tidak berada dalam satu tim.


''yang kanan ketuanya Rangga dan yang kiri ketuanya Reza'' kata pak Anton


semua kaget mendengar perkataan pak Anton


''ada apa dengan kalian?'' kata pak Anton


tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaan pak Anton.


''kenapa tidak ada yang menjawab? kamu jawab?'' kata pak Anton menunjuk salah satu dari mereka.


''kami hanya kaget pak''


''kenapa?''


''karena setau kami Rangga dan Reza ini teman dekat''


''lalu?''


''kami rasa mereka tidak mungkin menjadi lawan pak''


''nah, itu yang saya mau. disini adalah arena pertandingan nggak ada teman dan lawan. yang ada partner bertanding. mengerti''


''mengerti pak''


*Hay teman-teman semua, maaf Dyaf baru up ya. karena ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, yang menyebabkan Dyaf harus vakum, tapi mulai dari sekarang Dyaf akan kembali untuk memberikan kisah-kisah yang telah Dyaf susun selama vakum. jadi jangan lupa like, share, komen, vote dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman 🙏