Mikhayla Chintya Andira Candra Winata

Mikhayla Chintya Andira Candra Winata
Tidak fokus



mereka pun mulai bertanding, dan tanpa sengaja pandangan Rangga menatap ke arah barat untuk melihat seseorang, dan dia termenung. dan hal itu mengakibatkan tim lawan mencetak poin.


''itu Milka'' katanya dalam hati


''nanda ngapain kita lewat sini'' tanya Milka


''aku mau ke ruangan pak Ryan, nah kamu temani aku ya milk'' kata Nanda


tiba-tiba terdengar suara keributan


''ye kita dapat poin''


''iya benar, kamu memang hebat Reza''


''nggak juga, tapi aku beruntung hari ini''


''beruntung kenapa''


''kamu lihat itu Rangga'' tunjuknya pada Rangga


''eh itu dia kenapa ya?''


''kalau kamu tanya sama aku, aku tanya sama siapa?''


''iya juga''


tiba-tiba saja pak Anton berteriak


''Rangga kamu kenapa, lihat tu tim lawan mencetak angka''


Rangga pun tersadar dengan suara keras pak Anton


''maaf pak, saya sedang tidak fokus''


di sisi lain, Nanda dan Milka


''milka, sepertinya kak Rangga sedang ada masalah''


''terus apa hubungannya dengan ku''


''apa hubungan dengan mu? coba kamu lihat. kak Rangga melihat ke sini saja dari tadi''


''apa iya?''


Milka pun penasaran dan dia mulai melihat ke arah Rangga. dan tanpa sengaja mata mereka bertemu.


keduanya pun langsung membuang muka, karena malu


''kenapa, kamu kenapa mil''


''aku nggak apa ayo pergi''


Milka dan Nanda pun pergi. lain dengan Milka, Rangga justru senyum-senyum. Reza dan melihat tingkah Rangga langsung melihat ke sekeliling,


''Apa sih yang dilihat Rangga hingga dia senyum-senyum sendiri? Aku jadi penasaran deh'' Kata Reza sambil melihat sekeliling.


''ya ampun atas aja disimpan sendiri, ternyata ada sang pujaan hati si Milka di sini'' gumam Reza


''Reza kamu ngomong apa'' kata Aldo


''enggak kok aku nggak ngomong apa-apa, Aku pergi dulu ya bentar aja'' katanya sambil meninggalkan lapangan


tidak jauh dari lapangan, Reza memanggil Milka dan suara panggilannya pun terdengar hingga ke lapangan.


''Nanda, Milka'' panggilnya pada mereka


''eh ada Kak Reza, kalau boleh tahu ada apa ya Kak?'' kata Milka dengan wajah bertanya-tanya


''enggak, Aku cuma mau bilang kalau minggu ini aku mau ke rumah Maya, kalian mau ikut nggak?'' tanya Reza pada mereka


''gimana mil?''tanya Nanda


''ayo Kak, kebetulan udah lama nggak jumpa sama ayah. Milka jadi kangen deh sama Kak Maya dan juga ibu'' kata Milka yang membuat orangnya juga ingin pergi ke rumah Maya


''ya udah, kalau gitu aku tunggu di gerbang ya'' kata Reza


''oke Kak'' jawabnya kemudian pergi meninggalkan Reza


Reza pun kembali ke lapangan untuk bermain basket lagi. namun pelatih meniupkan peluitnya pertanda istirahat.


''pritttt, semuanya istirahat dulu'' kata nya


''baik pak''


'' Reza tadi aku nggak sengaja dengar kamu mau ke tempat Maya sama Milka ya?'' tanya Rangga


''ya begitu'' jawab Reza


''nggak aku penasaran aja, kalian mau ngapain?''


''ya ampun Rangga, kamu lupa ya. kalau Milka itu uda di anggap keluarga sama Maya dan Tante Febri''


''oh iya, aku lupa. hehe. maaf'' kata Rangga sambil tertawa


''ampun deh'' keluh Reza sambil memukul jidatnya sendiri


''ya maaf, jangan marah la. kan aku lupa''


''dasar kamu, Uda nggak heran aku''


''aku ikut ya, plis'' mohon Rangga pada Reza


''kenapa, kamu sepertinya banyak pertimbangan?''


''nggak, nggak ada kok'' elak Reza


''yakin????'' tanya Rangga dengan curiga


''yakin Lo ga''


''yauda, percaya deh''


tiba-tiba ada yang datang


''kalian ngomongin apa si, sampai serius kali?'' tanya vino


''nggak, nggak ada kok'' jawab Rangga


''nggak ada, tapi muka serius amat. bohong ya'' kata vino


''uda deh, kita jujur aja ga'' kata Reza


''tapi'' kata Rangga dengan raut wajah Bingung


''tu kan, ada yang kalian rahasiain'' kata vino, sambil melihat Rangga dan Reza bergantian


''iya, iya, memang ada yang kami rahasiain'' jawab Reza


''kasih tau aku, atau aku lapor sama pak pelatih'' ancam vino


''yauda, yauda. tapi jangan kasih tau siapa-siapa ya?'' kata Rangga


''iya, memang apa si. yang kalian rahasiain?'' tanya vino


''kami mau pergi tempat cewek ku'' kata Reza


''apa'' jawab vino dengan kaget dan langsung ditutup mulutnya oleh Reza


''ada apa itu'' tanya pak Anton pelatih mereka


''nggak ada apa-apa pak'' jawab mereka


''oh yauda, kalau begitu lanjut la kegiatan kalian'' kata pak Anton


''kan, tadi kan Uda di bilang, jangan bilang siapa-siapa. eh ini kamu malah mau buat semua orang tau ya vino'' kata Reza


''eh maaf, aku nggak bermaksud, aku cuma kaget aja'' kata vino


''kaget-kaget, memang kenapa kok kaget?'' tanya Reza


''ya kamu dan Rangga kan si cuek. kami semua Uda kaget dengan perusahaan Rangga, semenjak ada anak baru. yang namanya Milka. dan sekarang kamu bilang, kamu punya pacar. apa nggak spot jantung aku. bukan aku aja, mereka pun pasti juga kalau tau'' jelas vino


''iya deh, tapi jangan sampai ada yang tau. kami Uda baik, ngasih tau kamu ya Vin. awas aja kamu'' ancam Reza


''iya, iya. tapi aku heran'' kata vino


''heran kenapa?'' tanya Reza


''yang pacaran kamu za, tapi kok Rangga yang panik'' kata vino dengan wajah kebingungan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


''ya karena ini semua berhubungan'' kata Rangga


''kok bisa berhubungan?'' tanya vino


''hadu pening jelasinnya. tapi yang penting pacar Reza itu kakaknya Milka'' jawab Rangga


''apa'' jawabnya vino spontan


''kan Uda di bilang, Jangan buat semuanya penasaran dan sampai tau'' marah Reza


''iya, iya. maaf deh. aku janji nggak akan kasih tau mereka'' jawab vino


''benar ya, awas kalau sampai ada yang tau. dan aku tau kalau mereka tau dari mu vino'' marah Reza


''iya aman, kenalkan dong ke aku. hehe'' kata vino sambil tertawa


''yauda, akhir pekan esok, kamu ikut sama kami'' kata Reza


''ok aman itu'' jawab vino


tidak terasa sudah, akhir pekan saja. Rangga, Reza dan vino. menunggu Milka dan Nanda di gerbang


''bro kita nunggu siapa sih?'' tanya vino


''nunggu seseorang yang istimewa'' kata Reza


''ai, siapa itu?'' tanya vino


''uda kamu nggak usa ribut, bentar lagi mereka juga keluar'' kata Rangga, dengan tidak menoleh dan selalu melihat ke arah tempat biasanya Milka keluar kalau pergi bersama dengan mereka.


tidak lama setelah itu Milka dan Nanda pun keluar.


''ai kenapa harus ada kak Rangga sih'' kata Milka


''yauda la, mungkin kalian memang jodoh'' kata Nanda


''kamu ini nan, nggak mungkin la. kan kamu lihat sendiri yang dekat sama kak Rangga itu banyak, dan cantik-cantik lagi'' kata Milka


Hay teman-teman Dyaf up ya. jangan lupa like, share, komen, vote dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman 🙏