Mikhayla Chintya Andira Candra Winata

Mikhayla Chintya Andira Candra Winata
terungkap penyakit Febri pada Miko



" iya, hati-hati may" kata Sarah


" iya, dah teman teman" kata Maya


" dah" kata mereka


" itu, teman teman kamu ya may" kata ayah


" iya ayah, itu teman maya" kata Maya


" oh gitu, kalau gitu sekarang kita pergi ke rumah sakit" kata ayah


" baik ayah" kata Maya


sesampainya di rumah sakit, Maya langsung ke ruangan rawat ibu nya.


" ibu" kata Maya


" sayang, sudah pulang?" kata ibu


" iya Bu, tadi di jemput sama ayah" kata Maya


" makasih ya mas, Uda jemput Maya" kata ibu


" nggak usa terimakasih feb, lagian Maya juga anak ku, walaupun kita sudah berpisah" Kata ayah


" iya aku tau, tapi aku ingin tetap berterima kasih pada mu Miko" kata ibu


" seneng deh ada ayah" kata Maya


" sayang, sini peluk ayah" kata ayah


Maya pun berlari untuk memeluk ayahnya


" seneng deh melihat kalian" Kata ibu sambil menangis


" ih ibu nangis" kata Maya


" ini tangis kebahagiaan sayang, dan ibu bisa tenang" kata ibu


" maksud ibu?" kata Maya


" Maya sayang kamu bisa keluar sebentar, ayah mau bicara sama ibu" kata Ayah


" baik ayah" kata Maya


" feb, apa maksud kamu bicara seperti itu pada Maya?" Kata ayah


" mas, sebenarnya aku sakit kangker, dan Kata dokter hidup ku Uda nggak lama lagi" kata ibu


" apa, jangan bercanda feb" kata ayah


" nggak mas, aku nggak bercanda. aku mau kamu jaga Maya dengan baik ya, setelah aku pergi nanti!" kata ibu


" baik feb aku janji, aku akan jaga Maya dengan baik" kata ayah


" dan 1 lagi, jangan bilang sama Maya tentang penyakit ku ini, aku nggak mau Maya sedih" kata ibu


keesokan harinya


" sayang ayah pamit ya, ayah masih ada kerjaan" kata ayah


" iya ayah, ayah sering kesini ya. Maya sayang ayah" kata Maya


" iya sayang, dah" kata ayah


ayah langsung pulang kerumahnya, dan disana ayah bertemu dengan istri dan anaknya.


" ayah, hore ayah pulang" kata Nicholas


" mas Uda pulang" kata bunda


" iya Bun, ayah Uda pulang, Bun ayah mau bicara sesuatu" kata ayah


Nicholas yang mendengar kalau ayah nya ingin berbicara pada bunda nya. langsung pergi meninggalkan ayah dan bunda nya.


" Nicho mau kemana kamu nak?" kata ayah


" Nicho mau main lagi ayah di kolam. ayah bicara aja sama bunda. dah ayah, dah bunda" kata Nicholas


" seperti Nicho sudah mulai mengerti kalau orang dewasa berbicara dia tidak boleh mendengar nya" kata ayah


" ya begitulah ayah, ayah mau bicara apa sama bunda?" Kata bunda


" ayo kita masuk ke dalam dulu" kata ayah


" baik ayah" kata bunda


mereka pun, masuk ke kamar mereka. dan mereka pun mulai berbicara


" ayah mau bicara apa?" kata Bunda


" begini Bun, ayah tadi baru tau kalau Febri ternyata mengidap kangker" kata ayah


" apa, lalu bagaimana dengan Maya, dia mengetahui nya?" kata bunda


" tidak dia belum mengetahui nya" kata ayah


" ya ampun kasihan sekali Maya" kata Bunda


" iya Bun, dan ayah berencana untuk mengajak dia tinggal di sini" kata ayah


" ide bagus" kata Bunda


" bunda nggak marah?" kata ayah


" kenapa harus marah, lagian Maya kan anak ayah" kata Bunda


" Terima kasih Bun" kata ayah sambil memeluk bunda


jangan lupa share, like, dan komen ya teman teman 😊😊😊🥰😘😘😘😘😘