Me And My Three Younger Brothers

Me And My Three Younger Brothers
Temanku Issac



" 3 buku tulis ? "


" Ada!! "


" Alat tulis? "


" Komplit!! "


" Bekal dan botol minum? "


" terisi penuh!! "


itu adalah rutinitas setiap pagi setelah sarapan semenjak aku masuk kelas 1 SD.


Seragam dan rompiku sudah kupakai rapi, Tidak lupa memakai topi dan dasi juga sepatu hitam mengkilap, kaus kaki putih sepuluh cm lebih tinggi dari mata kaki . Tapi rasanya kok masih ada yang kurang ya??


"Maaa... Metta belum pakai minyak wangi!! "


Mama memakaikan minyak wangi lalu menciumku, Aku diantar oleh papa setiap berangkat ke sekolah, tapi pulangnya aku akan pulang bersama sahabatku Olivia Rafina dan ibunya.


"Dah mama, kita berangkat ya!! Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam, hati hati dijalan ya sayang"


Diperjalanan papa bertanya padaku


" Hei metta!! "


" ya pa?? "


" kalau metta punya adik lagi senang gak?? "


" Gak tau "


" kok gak tau , kenapa? "


" em... mungkin senang karena dirumah akan ada bayi lagi yang imut, tapi mungkin juga tidak senang karena berisik"


"ohh.. "


"Kenapa pa?? "


"Mama metta hamil lagi, jadi metta bakal punya adik baru"


"Perempuan ya pa? "


"papa gak tau perempuan apa laki-laki, yang pasti meta bakal punya adik baru"


"Huu~ iya deh, tapi kalo laki laki kan udah ada kenzie "


"Metta"


"Ya papa?? "


"Kamu telat loh, kita udah nyampe dari tadi, tapi masih belum turun juga dari motor"


"E??... i.. iya pa.... metta masuk kedalam sekolah dulu ya, assalamu'alaikum, i luv u"


➷➹➷➹➷➹


"Pagi semuaaa!!! Assalamu'alaikum!!!"


sapa bu Aira


"Waalaikumsalam" jawab semua anak anak didalam kelas , Seperti biasa sebelum memulai pembelajaran anak anak disekolah berdoa terlebih dahulu. Hari itu pelajaran matematika.


"Mettasha "


"Ya, bu? "


"Coba ibu tanya 7 + 3 berapa?? "


" 317 bu"


"loh kok 317 , kebanyakan metta"


" ibu lupa pake sama dengan bu (\=) "


"nih ya bu, liat deh kertas metta "


Bu Aira mendekatiku dan melihat apa yang aku tulis


7+3


"ibu tanya Metta 7 + 3 berapa jawabanya 10 bu"


"itu tau, kok mendadak 317 sih?? "


7+3 10


"karena ibu lupa kasih sama dengan (\=) jadi metta tambahin sama dengan jadi jawabanya 317"


7+3 10\= 317


Bu Aira cuman geleng geleng kepala


"Hehe... becanda bu, jangan marah ya" dengan berusaha memberikan senyum yang terbaik dan yang termanis"


"metta metta, bisa bisanya kepikiran kayak gitu "


"hehe"


➹➷➹➷➹➷➹


sepulang sekolah, Aku dan Olivia pergi ke taman bermain dekat sekolah namanya taman Cempaka.


"Metta!! Liat tuh ada anak bule " Olivia


"Ya, dari negara mana ya?? apa blasteran jadi bisa ngomong indo? "


"Kalo bisa bahasa Sunda, keren tuh anak"


"Masih kecil "


"Kita juga kan masih kecil"


"eh? iya ya "


"samperin yuk, tapi jangan ajak main "


"kok gitu?? "


terdengar jauh dari sana, anak laki laki bule itu menangis , kalau dari sudut pandang aku dan Olivia sih sepertinya anak itu masih mau bermain ayunan , tapi orang tuanya mengajaknya pulang.


"Issac !! laten we naar huis gaan, hoe dan ook, je speelt hier ook alleen, laten we gewoon naar huis gaan en met je neef spelen "


Issac ayo pulang saja, kamu main sendirian disini, ayo pulang dan bermain bersama sepupumu


"nee nee !! Ik wil hier snel zijn, ik zal een vriend hebben die me vergezelt om te spelen"


Tidak tidak!! aku mau disini sebentar lagi, aku akan punya teman untuk menemaniku bermain


"schat, niemand hier begrijpt je woorden, zal nu moeite hebben om vrienden te vinden"


sayang, anak anak disini tidak ada yang mengerti ucapanmu, akan kesulitan mencari teman sekarang.


anak laki laki itu tidak mempedulikan ucapan ibunya, lalu dia menghampiri beberapa anak anak disana, tapi karena anak anak itu tidak mengerti, mereka menjauh dari anak itu dan ada yang marah marah


aku menarik Olivia mendekati anak itu


"hallo, hoe heet je??"


(halo, siapa namamu? )


Ucapku , anak laki-laki itu terlihat bingung lalu dia tersenyum manis kepadaku


"apa yang kamu bicarakan Metta?? , anak itu dari negara mana? jangan ikut ikutan nanti dikira orang aneh loh?! " Olivia merasa tak enak


"Anak belanda, aku paham kok dikit bahasa ini" sambil memiringkan kepala menatap anak laki laki itu


"Um ... heb ik het verkeerde woord gezegd ??"


Em.. apa aku salah mengucapakan kata??


"ah ~ nee, je hebt niets verkeerds gezegd, het verbaast me dat je mijn taal begrijpt"


ah~ tidak, kamu tidak salah mengucapkan apa pun,aku kaget kamu bisa mengerti bahasaku


"Oké, het is goed als er niets aan de hand is, mag ik je naam weten?"


oke, bagus kalau tidak ada yang salah, boleh kutahu namamu?


"Issac" sambil mengulurkan tangan


"hoe heet je? "


"Mettasha"


"leuk je te ontmoeten" (senang bertemu denganmu)


"leuk je te ontmoeten"


karena asik berbicara dengannya aku sampai lupa kalau Olivia masih ada dibelakangku , tak paham apa yang kami bicarakan , entah marah atau bosan dia meninggalkan aku berdua dengan Issac dan bermain bersama Monika adiknya.


Aku yang merasa tak enak langsung meminta maaf dan memperkenalkan Olivia kepada Issac, kami mengobrol dan bermain bersama. Mama Issac tersenyum dan melambai kearah kami, lalu menghampiri kami.


" Holla!! " sapanya


" hola ~" aku


" Moeder~ "


Isaac memperkenalkan aku kepada ibunya lalu sebaliknya, aku menyapa mama Issac dan katanya dia senang karena akhirnya ada orang yang bisa diajak Issac bermain di taman ini. Aku bilang kepada mereka kalau aku selalu bermain disini disetelah waktu pulang sekolah, dan semenjak itu aku berteman dengan Issac. Dan Issac adalah satu-satunya teman Belanda ku yang masih bernafas.


➹➷➹➷➹➷


Ini adalah bulan ke tiga aku berteman dengan Issac dan aku juga tahu kalau ucapan papa tidak bohong, mamaku sekarang sedang hamil lagi dan aku disuruh pulang lebih cepat untuk mengasuh adikku. Huuuh.... kan aku mau main , lagian ken kan udah ada bibi pengasuh kenapa harus aku yang jaga??


"Issac!!! "


Issac menoleh dan tersenyum padaku, lalu dia bilang mungkin besok dan seterusnya kita gak bakal ketemu lagi, tapi bukan berarti selamanya. Ku dengar Issac akan kembali ke Belanda bersama Orang Tua dan kakaknya, jadi hari itu kami bermain sepuasnya dangan diiringi rasa sedih dengan perpisahan yang akan datang.(lebih tepatnya pasti datang)


Sebelum Issac pergi , dia memberikanku gantungan kunci berbentuk kelinci dan ibunya memberikanku gelang dengan hiasan bunga tulip dan kincir angin . Katanya itu adalah hadiah kenang kenangan untukku dan 2 barang tersebut dibeli di Belanda. Senang sih, aku berkali-kali berterima kasih kepada mereka dan aku juga menitipkan salam kepada ayah dan kakaknya.


kuharap kita bisa ketemu lagi dan bermain bersama lagi, aku akan merindukanmu


'Issac Herold' dan tante ' Clathria Arabella** '


➹➷➹➷➹➷➹


Halo Readers!!


Gimana episode kali ini?!


*Jangan lupa like, coment, and ratting...


Terimakasih sudah membaca novel saya ❤💞, mohon maaf karena Author masih banyak kekurangan (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)


See you next time!!!