Me And My Three Younger Brothers

Me And My Three Younger Brothers
Kelahiran Kenzie



Do'a do'a yang kuminta setiap hari diijabah oleh Allah SWT, hanya menunggu beberapa bulan sampai mama hamil lagi , Dan mendengar kabar itu aku benar-benar senang, itu karena aku akan punya adik baru dan kuharap adikku ini selamat dan panjang umur. Amin....


➷➹➷➹➷➹


Bulan ini bunda sudah mengandung selama 9 bulan, kami hanya tinggal menunggu harinya sampai adik kecilku lahir. Aku , mama dan papa sudah menyiapkan beberapa nama anak laki laki dan untuk pakaian dan perlengkapan bayi , kami tak membeli banyak barang karena sudah banyak dibeli tahun lalu untuk menyiapkan kelahiran Mich.


Karena pada akhirnya semua barang barang bayi itu tidak terpakai jadi sekarang berakhir didalam lemari pakaian mama.


Sekarang sudah jam 3 sore, aku sekarang sedang menonton film Mickey mouse di parabola yang papa pasang dirumah, katanya sih biar aku bener bener nonton film kartun bukan nonton sinetron.


Mama dari tadi meringis sambil mengusap perutnya, mama meminta papa untuk pulang dari tempat kerja. Mama bilang mungkin hari ini ini adalah harinya, hari dimana adikku lahir.


Benar saja, mama melahirkan hari ini, sekarang sudah jam 4 sore. mama , papa dan aku berada dirumah sakit, sedang menunggu mama melahirkan didepan ruang UGD. Papa menelpon sepupu mama yang rumahnya dekat dari rumah kita, namanya om Andy dan istrinya Viola. Papa memasuki ruangan bersalin menemani mama bersalin. Aku disuruh menunggu bersama om Andy dan tante Viola, tante bilang kalau aku lebih baik dirumah saja bersama dengan anak perempuannya Aleira yang umurnya 3 tahun lebih tua dariku


Aku masih mau ada dirumah sakit, tapi menunggu disini membuatku bosan juga, tapi aku mau melihat adikku setelah dia lahir.


Akhirnya aku memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, om Andy membawaku kerumahnya. ketika sampai dirumahnya kami disambut dengan kehadiran Kak Aleira dan dua ekor kucing berwarna kuning dan abu, nama dua kucing itu adalah Goldy dan Greyen.


aku dan kak Aleira bermain bersama 2 ekor kucing tersebut , kami memakaikan mereka pakaian , menyisir bulu bulunya, memberi makan dan memainkan permainan lainnya.


Setelah aku dan kakak mandi , kami bermain lagi dihalaman, kami bermain sepeda sampai kami lupa waktu . Sekarang sudah sangat sore, suara adzan magrib sudah berkumandang , sebelum aku dan kakak masuk, aku melihat sesuatu diatas pohon didepan rumah kak Aleira.


Coba tebak apa yang aku lihat??


Aku melihat hantu perempuan yang terdapat tali tambang yang masih terikat di lehernya (kuntilanak) . huhuuu~ aku menelan air liur ku dan berlari kedalam rumah meninggalkan kak Lei didepan rumah. Jujur saja ini bukan pertama kalinya aku melihat mahluk yang seperti itu .


➹➷➹➷➹➷➹


Aku ingat jelas peristiwa ketika pertama kali melihat mahkluk yang seperti itu. Saat itu umurku sekitar dua setengah tahun. Aku sedang duduk didepan rumahku, rumah yang kutinggali saat itu berbeda dengan rumah yang kutinggali sekarang.


Aku sedang duduk didepan pintu , saat itu jarum pendek jam mengarah ke angka 7 dan jarum panjangnya ke angka 10 . Aku penasaran dengan pintu yang selalu ditutup didepan rumahku, Aku mendekat dan mencoba menggapai gagang pintunya dan kleek... pintu nya tak dikunci sama sekali. Pintunya terbuka dan aku mendorong pintu tersebut sampai terbuka lebar.


Glek... ternyata itu adalah pintu gudang, angin berhembus dari dalam dan membuatku merinding , gudang yang gelap dan menakutkan entah apa isinya, saking gelapnya bahkan barang barang disana hampir tak terlihat , barang barang terlihat hanya sedikit karena lampu yang menyala didepan rumahku . Aku melihat ke dalam ruangan dan mendapati seseorang yang sedang berjalan mendekatiku.


orang yang berjalan itu adalah seorang perempuan, dia memakai daster putih polos sampai ke ujung kakinya, dia berjalan dan berhenti disekitar 2 meter lebih jauh dari tempatku berdiri, aku mendongakkan kepalaku mencoba melihat wajahnya.


Glek... RUSAK, Wajahnya hanya separuh terlihat, separuhnya lagi tertutup oleh rambutnya yang panjang berwarna hitam sepinggang. Wajah perempuan itu rusak, kulitnya pucat,matanya tak begitu terlihat, waktu itu dia tersenyum menatapku, benar benar mengerikan.


Aku ingin berlari, tapi karena takut aku tak bisa bergerak sama sekali. Tiba-tiba leher perempuan itu mengeluarkan darah dan dia tersenyum lagi,darahnya menetes mengenai pakaiannya sedikit demi sedikit lalu semakin banyak , aku takut setengah mati, perempuan itu mendekat padaku , lalu dia bilang


"Hai, cantik.... " katanya sambil melambai


Huwaaaaa..... aku berteriak dan berlari masuk kedalam rumah, menutup pintu hingga terbanting keras sekali , aku berdiri menyender ke pintu, detak jantungku keras sekali tak stabil. Mama yang sedang membuat kue, kaget dan meninggalkan dapur untuk menghampiriku .


Mama bingung kenapa aku begini, mama memegang dadaku memeriksa detak jantungku , tubuhku benar benar dingin, wajahku mulai memucat, mama terlihat benar-benar khawatir. Lalu mama bertanya padaku


"Kamu abis liat apa sayang??, jangan takut, mama disini" ucapnya sambil tersenyum hangat dan langsung memelukku di gendongannya


➹➷➹➷➹➷➹


"Metta... "


"Iya kak?? "


"Akhirnya aku punya adik!! Yeaaay!! " teriakku


Aku bersiap siap menuju rumah sakit, jaketku tertinggal dirumah sakit tadi sore, jadi aku meminjam switer garis garis milik kak Lei yang sudah lama kakak tidak pakai. Selama diperjalanan, aku tersenyum cerah walau hari sudah gelap, aku sudah tak sabar bertemu dengan adik laki laki ku yang baru saja lahir.


sesampainya dirumah sakit, aku dan kak Lei bergandengan masuk kedalam rumah sakit ditemani oleh om Andy dibelakang yang mengantar dan menjemput kami kerumah sakit.


Saat aku dan kakak sampai ke kamar dimana mama dirawat, aku langsung melihat mama yang sedang menyusui adik baruku , ditemani papa dan tante Viola disebelahnya. Aku berlari masuk dan mereka menegurku karena aku mungkin akan menggangu pasien lain diruangan itu.


Mama terlihat pucat dan lelah, mama juga sepertinya habis menangis, aku meminta papa agar aku bisa naik ke atas ranjang tempat mama berbaring. papa membantuku untuk duduk disisi tempat tidur, aku menatap bayi kecil yang sedang diberi asi oleh mama


"Ma, dia adikku?? "


"Iya sayang, adik siapa lagi kalau bukan adik kamu" jawab mama lalu mama menangis lagi


"Ma, mama sakit?? kok mama nangis?? "


"mamamu itu menangis karena terharu " jelas tante Viola


"Terharu?? "


"Terharu itu bahagia" kata kak Lei


"iya gak bun?? " lanjut kak Lei


"iya" jawab tante Viola sambil tersenyum hangat


"Udah siapin nama belum buat si kecil?? " Tanya tante Viola


"Udah donk" ucap mama dan papa bersamaan


"Nama putra sulungku ini Kenzie Julian Arvinza , Kenzie artinya pemimpin aku berharap dia bisa menjadi pemimpin yang hebat yang mampu memimpin keluarga dengan baik" jelas mama


"Arvinza artinya tampan, cerdas dan bijaksana, aku harap dia bisa menjadi orang hebat yang bisa diandalkan" sambung papa


"Karena sekarang bulan juli, dan Ken lahir bulan Juli jadi namanya Julian, Metta yang kasih nama tengahnya!! " ucapku bersemangat


mereka tersenyum dan tertawa melihat tingkahku, aku menggembungkan pipiku merasa kesal dengan reaksi mereka 'aku kan bukan anak kecil lagi'.


hari itu benar-benar membuat kami bahagia karena kehadiran si kecil Kenzie, kami benar-benar bersyukur atas kebahagiaan ini.


➹➷➹➷➹➷➹


Halo Readers!!


Gimana episode kali ini?!


*Jangan lupa like, coment, and ratting...


Terimakasih sudah membaca novel saya ❤💞, mohon maaf karena Author masih banyak kekurangan (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)


See you next time!!!