
"Millie?? siapa itu?? " tanyaku
Aku bertanya kepada kuntilanak itu, tapi ia tak menjawab. Aku bingung bukan main, aku mencoba mengingat ingat kembali siapa Millie yang dimaksud mbak Karina si kuntilanak. Selain rasa bingung dan penasaran aku juga merasa takut, terkunci dikamar mandi seperti ini sudah sangat keterlaluan. Kalau mendengar dari namanya tidak mungkin dia hantu pribumi, apa dia hantu Belanda??
"Millie.... Millie.... " dalam hati aku memanggil manggil namanya, berharap dia datang padaku dan memperlihatkan wujudnya. Kuharap dia tidak menyeramkan.
"Millie, bisakah aku berbicara padamu?? " sambung ku lagi sambil memejamkan mataku, sekilas dalam pikiranku muncul sesosok wanita muda yang cantik sekali dengan rambut pirangnya dan mata yang berwarna biru mencolok.
Wanita itu memakai dress dengan renda sederhana berwarna putih dengan hiasan berwarna kuning keemasan dibagian roknya. Cantik sekali....
Beberapa detik setelahnya, aku membuka mataku dan melihat sosok itu sedang berdiri didepanku, aku benar-benar tercengang melihat sosoknya sebagai 'hantu' . Seram... Sosoknya kali ini memang masih cantik, tapi juga menyeramkan karena banyak memar ditubuhnya dan luka tusuk dibagian perutnya.
Aku hanya bisa menatapnya, aku tak bisa berteriak saking terkejutnya (takut juga) . Aku merasa sedikit iba melihat sosoknya yang seperti itu dan ketika aku memandang perutnya, tiba tiba perutnya mengeluarkan darah dan warna merah dari darah itu merusak dress cantik berwarna putih dan kuning itu.
Aku mengalihkan pandanganku kearah pintu toilet lalu aku memberanikan diri mengucapkan pikiranku *Millie, tolong buka pintunya. Bentar lagi belnya bunyi dan istirahat berakhir.
"Saya tahu" Kata Millie sambil tersenyum. Entah bagaimana, kini ia terlihat normal kembali tanpa darah dan memar ditubuhnya. Seperti sosok yang aku lihat dalam pikiranku tadi. Rasa takutku berkurang, aku kembali menatapnya dan aku bertanya satu hal yang dari tadi mengganjal pikiranku.
"Millie, apa kau seorang guru?? " tanyaku dengan hati hati
"Iya, sebelum saya mati saya adalah seorang guru" jawabnya dengan senyuman hangat. Entah karena senyumannya atau apa , aku merasa tenang bicara padanya (padahal sebelumnya aku benar-benar ketakutan) , rasa takutku hilang seketika ketika mendengar nada bicaranya yang hangat. oke, dia adalah guru yang benar-benar sudah terlatih untuk menghadapi anak anak.
"Maaf tadi membuatmu takut, saya hanya ingin memberimu sedikit pelajaran" katanya sambil menyentuh pipiku. Terasa sedikit sentuhan dingin dari tangan hantu wanita ini , aku menatapnya heran dan tiba-tiba aku ingat sebuah rumor yang beredar disekolah ini.
Rumor itu mengatakan kalau ada hantu perempuan Belanda yang cantik , tapi juga menyeramkan yang suka mengganggu anak anak yang bersekolah disini.
"saya gak nganggu kok, saya sudah bilang kan kalau saya hanya memberi pelajaran" katanya setelah membaca pikiranku
"haaah~ maaf Millie, bisakah kau buka pintunya dulu. Setelah pulang sekolah aku akan memanggilmu lagi atau kau datang padaku untuk bicara. Bel nya sudah berbunyi dan aku lapar karena terjebak disini denganmu " Pintaku terus terang
"Baiklah, sementara itu saya akan mengawasi anak anak lain yang berbuat nakal atau melanggar hukum" Millie
Tak sampai 5 detik, hantu londo itupun menghilang dari hadapanku dan akhirnya pintu kamar mandinya bisa terbuka lagi. Aku bernafas lega karena akhirnya bisa keluar dari kamar mandi yang lembap dan menyesakan itu.
"maaf mbak da bisa bantu ya" kata kuntilanak itu
"gak papa mbak " kataku lalu meninggalkannya , ku langkahkan kakiku menuju kelas dengan langkah seribu karena takut terlambat memasuki kelas dikarenakan bel sudah berbunyi dari tadi.
➷➹➷➹➷➹
Bel yang menandakan waktu untuk mengakhiri pelajaran sudah berdentang. Anak anak berbubaran meninggalkan sekolah, tak terkecuali aku dan Olivia, tapi hari ini Olivia pulang lebih dulu dan meninggalkan ku disekolah karena ia ada urusan keluarga.
Selagi menunggu papa menjemputku, aku duduk didepan gerbang sekolah di tempat tunggu yang sudah disediakan. Aku duduk disana bersama dia .
* Nah jadi, Millie ada apa ?? kenapa kau mengunci ku dikamar mandi tadi?? *batinku bertanya walau aku sudah tahu jawabannya
"sudah jelaskan, saya kan tadi sudah bilang, saya hanya mau memberi kamu pelajaran" jawabnya
*Tapi gak usah sampai seperti itu juga, kau mengunci ku dan memperlihatkan aku sosokmu yang berdarah dan penuh memar. Aku takut tahu...
"Iya, maafkan saya kalau saya keterlaluan. Saya hanya tidak suka anak anak nakal yang suka melanggar peraturan sekolah yang sudah ditetapkan. Kamu Em??
*Metta
" Ya, kamu Metta tadi sudah melanggar peraturan sekolah, bukankah dilarang untuk mencontek disekolah dan lagi kamu menyuruh anak anak itu untuk melakukan sesuatu yang tidak baik"
*Em... Tapi hanya satu soal saja
"kamu tidak boleh melakukan itu, nilai mu belum tentu jadi sempurna karena kamu mencontek jawaban temanmu itu , dan jawabannya belum tentu benar juga. jadi lebih baik mendapatkan nilai dengan usaha kamu sendiri, saya tahu kok ini pertama kalinya kamu melakukan hal seperti ini. Jadi sebelum menjadi kebiasaan lebih baik saya beri kamu pelajaran dulu biar kapok" Kata Millie yang menceramahi aku panjang lebar
*Maafkan aku Millie
"Asal tidak terulang kembali saya akan memaafkan kamu Metta"
*Ya, tapi bukankah kamu tahu aku?? tapi kenapa tadi kau bertanya namaku??
"hanya memastikan saja kok"
*oh , ngomong ngomong berapa usiamu?? secara fisik?? *tanyaku dengan perasaan sedikit gak nyaman
"Saya 24 tahun, kalau usia jiwa saya sudah tidak hitung, yang pasti sebelum negara ini merdeka" katanya dengan senyuman
*kenapa kau menjadi guru?? bukankah banyak pekerjaan lain?? * tanyaku
"karena saya senang membagi ilmu saya kepada orang lain, itu sebuah kebahagiaan dan saya sangat suka mengajar " katanya dengan ceria
"Saya dulu seorang guru disuatu sekolah yang tak jauh dari sini, saya juga merupakan mantan biarawati yang mengajari anak anak yang dirawat di panti asuhan gereja " jelasnya. Dia tahu aku penasaran tentang masa lalunya, tapi aku tak bisa bertanya karena takut membuatnya sedih
"Saya tidak punya marga karena saya terlahir dari wanita yang berselingkuh dari suaminya" katanya sambil menunduk. Akun merasa tak enak mendengarnya, tapi tak lama setelah itu dia mengangkat kembali kepalanya.
"tapi tak apa, aku hidup dengan baik bersama ibuku. Walau saat usiaku 10 tahun ibuku meninggal karena serangan jantung akibat kelelahan. Aku tinggal sendiri selama beberapa waktu hingga akhirnya aku dibesarkan di gereja dan meninggalkan rumahku dan memberhentikan para pekerja disana. Setelah usiaku 16 tahun , aku menjadi biarawati muda dan mengajari anak anak di gereja dan beberapa panti asuhan terdekat" katanya dengan ekspresi yang terus berubah.
*Millie, apa tak apa kau menceritakan masa lalu mu padaku , teman temanku yang sudah mati saja masih enggan membicarakanya padaku walau sudah berteman selama kurang-lebih 3 tahun
"Tak apa, lagi pula saya bukan orang yang suka membicarakan masa lalu saya ke sembarangan orang. Saya hanya ingin kamu tahu, kenapa saya jadi seperti ini" jelasnya padaku sambil tersenyum palsu
Aku tahu kamu enggan membicarakanya, tapi kalau dengan bercerita bisa mengurangi bebanmu aku akan mendengarkannya sampai tuntas
"baiklah, saya lanjutkan lagi ceritanya. Setelah usia saya menginjak 20 tahun, saya berhenti menjadi biarawati dan melamar kerja di sebuah sekolah Dasar. Saya bekerja disana selama 4 tahun, sampai akhirnya saya berakhir ditangan orang orang pendek yang disebut Nippon itu" katanya. Aku hanya mengangguk pelan sambil mendengarkan ceritanya.
"Sebelum saya mati, mereka menyiksa saya dulu dengan memukul, menjambak menendang dan lain sebagainya, saya dikurung disuatu tempat selama 3 hari tanpa diberi makan ataupun minum. Dihari ketiga mereka menusuk saya dengan pisau beberapa kali sampai saya mati " Tubuh Millie terlihat gemetar ketika menceritakan bagian ini, aura disekitarnya juga semakin terasa dingin dan menyesakan. Aku tahu dia merasa takut dan sedih ketika bercerita, seandainya dia masih hidup pasti air matanya sudah banyak yang mengalir keluar dari matanya. Aku sedih sekali mendengarnya , tanpa kusadari aku air mataku menetes satu persatu.
"Em... saat saya tertusuk pisau , saya berharap untuk bisa segera pulang ke langit menemui ibu saya. Saat saya sadar diruangan gelap itu saya berjalan tanpa arah dan tersesat didunia ini, saya benar-benar takut ketika melihat tubuh saya sendiri yang sudah berlumuran darah , saya benar-benar menyedihkan . Saya berlari dan meninggalkan tempat itu dan menemukan rumah sakit ini dan saya memutuskan untuk menunggu waktu pulang disini" jelasnya
* Tapi ini sekolah bukan rumah sakit* tanyaku heran
"dulu sekolah ini adalah rumah sakit , kamu tahu saat bangunan rumah sakit ini dihancurkan dan diubah menjadi sekolah ,saya merasa sangat senang dan tidak kecewa karena memutuskan untuk menunggu dirumah sakit ini" jelasnya dengan wajah yang lebih ceria dari pada tadi
Tak lama setelah itu, papa datang menjemputku pulang. Aku hanya bisa tersenyum setelah mendengar ceritanya dan meninggalkan nya disana
Millie aku berharap kau bisa pulang ketempat mu yang seharusnya, aku senang bisa bertemu denganmu dan terimakasih pelajaranya hari ini , aku benar-benar kapok. Aku tak menyangka kamu akan menceritakan masa lalumu secara singkat kepadaku. Aku harap kau tidak bersedih lagi dan kau bisa menikmati sisa waktumu didunia ini.
➹➷➹➷➹➷➹
Halo Readers!!
Gimana episode kali ini?!
*Jangan lupa like, coment, and ratting...
Terimakasih sudah membaca novel saya ❤💞, mohon maaf karena Author masih banyak kekurangan (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)
See you next time!!!