Me And My Three Younger Brothers

Me And My Three Younger Brothers
Kelahiran Michael



11 tahun yang lalu....


Hari ini benar benar membosankan, aku dirumah ditinggal berdua dengan kakak sepupuku . Kakak sepupuku namanya Alvarendra aku memanggilnya kak Ren.


Mama , Papa dan uwa (kakak dari ibuku) pergi kerumah sakit, karena ibuku sedang melahirkan. Aku sedang sekaligus sedih karenanya, aku senang karena adikku yang aku tunggu akhirnya lahir tapi aku sedih karena aku tidak boleh ikut kerumah sakit.


Kak Ren bilang aku harus menunggu dirumah, karena aku masih kecil jadi aku tidak boleh masuk kesana, (umurku memang baru 5 tahun sih) papa juga bilang hal yang sama seperti yang kak Ren katakan.


Hari sudah menjelang malam, aku masih menunggu mereka pulang, padahal sekarang sudah lewat jamnya anak kecil sepertiku untuk tidur.


"Metta!! kok belum tidur, sekarang udah hampir jam 12 malam loh!! " kak Ren


"Enggh... mau tunggu mama dan adik baru"


"Tapi mereka baru pulangnya besok pagi, kamu tidur sama kakak ya, sekarang"


"Iyadeh" ucapku malas


akhirnya aku tidur dipelukan kak Ren, tak sampai satu menit aku sudah tertidur pulas, karena sebenernya aku memang sudah mengantuk berat , tak kuasa menunggu mereka lebih lama lagi.


Aku bangun pukul 09.05 pagi, aku keluar dari kamarku dan melihat kak Ren yang sedang membuat sarapan, Sarapan hari ini dua roti isi selai sarikaya dan segelas susu vanila, ini adalah menu sarapan favoritku.


"Kak... Mama mana?? Udah pagi tapi kok belum pulang, kata kakak pulangnya pagi ini!!"


"Sabar ya metta, bentar lagi juga pulang kok, mungkin disana lagi pada siap siap mau pulang" jelas Kak Ren


"Hum.... iah, Metta tunggu"


Tepat jam 11 siang mama dan papa pulang kerumah, kak Ren membantu uwa membawakan tas yang tertinggal dihalaman aku berlari ke mama dan papa , papa membentangkan tangannya lebar lebar dan menangkapku yang berlari kearahnya ke dalam pelukannya.


Aku merasa bingung saat itu, mamakan sudah melahirkan, tapi kenapa tidak ada bayi disana?? maksudku kenapa mereka pulang tidak dengan adik baruku?? dimana adik baruku?? apa tertinggal dirumah sakit??


entahlah...


"Pa metta rindu!! "


"Papa dan mama juga rindu sama metta"


jujur ingin sekali aku bertanya dimana adikku tapi pertanyaan itu tak mampu keluar dari mulutku, mm... mungkin dia masih didalam sana (didalam perut mama) , mungkin dia belum mau keluar.


setelah makan siang, mama mandi dan berpakaian, saat mama mengenakan pakaian sepertinya mama masih kesulitan jadi mama dibantu oleh uwa. Aku menghampiri mama seperti biasa lalu mengusap perut mamaku yang tak sebuncit dulu, lalu menciumnya.


"Kapan kamu keluar?? aku mau main sama kamu! " ucapku tersenyum menatap perut mamaku


uwa dan mama melihatku lalu tersenyum kepadaku, mereka tak membalas ucapanku, mama cuman bilang


"sana main sama Kak Ren, mama mau pakai baju dulu"


aku lekas keluar dari kamar dan meninggalkan mama dan uwa disana, tapi aku sempat mendengar apa yang uwa ucapkan


"Leora, dia belum tahu ya?? "


Apa maksudnya??, apa yang belum aku tahu?? hah~ mungkin bukan hal yang penting.


keesokan harinya dirumah ada acara seperti syukuran, berdoa (aku sudah tak begitu ingat peristiwa ini) ntah apa yang mereka lakukan aku hanya fokus bermain bersama teman teman yang datang kerumahku.


➹➷➹➷➹➷


Sudah hampir minggu kedua semenjak mama pulang dari rumah sakit , aku masih menunggu adikku, hari itu adalah hari sabtu. Aku memberanikan diri bertanya kepada papa, aku sudah tak tahan dengan rasa penasaran ini.


"Pa"


"iya sayang??"


"Adik kapan datang ke rumah?? Bukankah mama sudah pulang, mama sudah melahirkan kan pa?? "


"Kamu mau ketemu adik kamu"


*Aku mengangguk*


*papa ngegusap kepalaku dan papa mengacak acak rambutku yang sudah tersisir rapi oleh mama , aku merasa sedikit kesal dengan perlakuan papa


"Hentikan papa!! lihat rambut cantikku jadi berantakan kan karena papa!! " ucapku kesal


"Iya iya, papa minta maaf, nanti sore kita ketemu sama adik kamu ya, kamu harus siap siap yang cantik biar adik kamu senang"


"Yeaay" ucapku sembari melompat lompat riang , aku sangat bersemagat, aku tak sabar bertemu dengan adik baruku yang sudah aku nantikan sejak lama.


➷➹➷➹➷➹


Sore ini papa membawaku pergi menemui adikku, ku pikir aku akan dibawa ke rumah sakit atau rumah saudara lainnya. Ternyata tidak, pikiranku semua salah karena papa membawaku ke kuburan.


Aku bingung, kenapa kita pergi kemari, bukankah kita akan menemui adikku??


"Pa , kok kita kesini?? "


Aku benar-benar bingung, kenapa kita ke kuburan?? tempat yang aku tidak suka kunjungi karena banyak sosok lain disana.


"Kita mampir kesini dulu ya sayang"


*Aku menjawab dengan beberapa anggukkan kepala


Kami memasuki kuburan, kami terus berjalan sampai kami berhenti di sebuah makam kecil, makam yang begitu mungil, di batu nisan tersebut tertulis nama Michael Vanezio bin Eugine.


"Pa?? " ucapku


entah kenapa perasaanku menjadi tak enak


"Nah metta, ini adikmu namanya Michael "


jelasnya sambil tersenyum sendu menatapku


aku tak menjawab dan memperhatikan makam yang ada didepanku, jadi aku tidak jadi punya adik?? air mataku tak mampu keluar dari mataku, aku ingin menangis, hatiku benar-benar hancur karena adik yang kutunggu selama ini sudah tiada sebelum ia merasakan nikmat pahitnya kehidupan


"Pa, kok papa gak bilang sih sama Metta, kalau adik metta sekarang udah ada dilangit sama oma " ucapku lirih


papa memelukku sambil meneteskan air mata, aku ikut menangis bersama papa didepan makam adikku


'Aku harap aku lekas memiliki adik lagi'


➹➷➹➷➹➷


Sesampainya dirumah, aku tak mengucapkan sepatah katapun, rasa kecewa dalam hati ini masih terasa sakitnya, walau sudah terasa lebih lega setelah menangis


Aku memasukki kamarku dan menguncinya agar tidak ada yang menggangguku, aku melanjutkan tangisku dan berdoa agar aku memiliki adik lagi


➹➷➹➷➹➷➹


Halo Readers!!


Gimana episode kali ini?!


*Jangan lupa like, coment, and ratting...


Terimakasih sudah membaca novel saya ❤💞, mohon maaf karena Author masih banyak kekurangan (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)


See you next time!!!