Me And My Three Younger Brothers

Me And My Three Younger Brothers
Masa lalu Roudrick- Angela



Aku melihat Roudrick yang sedang bermain dengan anak perempuan yang tidak ku ketahui namanya itu, bermain dengan riang sambil tersenyum dan tertawa. Lagi lagi aku merasa sedih sambil menatap kedua anak yang sedang bermain itu karena kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak anak yang polos itu tak bertahan lama dan mereka bahkan tidak tumbuh sampai dewasa, mereka akan mati beberapa tahun dari hari itu karena penyerangan tentara Nippon (Jepang) yang membasmi orang orang Belanda sudah sampai di kota ini saat itu , mereka tak pandang bulu mau itu anak anak, orang dewasa ataupun lansia, mereka akan membunuh mereka dengan kejam selagi mereka adalah orang orang londo pada saat itu.


Ku tepis rasa sedihku, kembali mengamati anak anak itu, terutama anak perempuan yang tak ku ketahui namanya itu, selain mereka di ruangan ini tidak ada siapa siapa lagi selain para pembantu yang berlalu lalang melewati ruangan ini.


Ketika aku sedang mengamati, tiba tiba ada suara seorang wanita yang menyebut nama "Angela!!" dengan sangat keras dan beberapa kali sampai anak perempuan yang sedang bermain dengan Roudrick menjawabnya dengan berteriak tak kalah keras dengan suara wanita itu "Ja mama!!" kata anak perempuan itu. Sekarang aku tahu ternyata anak yang sedang bermain dengan Roudrick itu bernama Angela Loenzh. Sahabat satu satunya Roudrick semasa dia masih hidup dulu.


Angela bangun dari duduknya dan meminta Roudrick untuk menunggu di ruangan itu, Roudrick menjawab dengan beberapa anggukan kepala lalu , Angela pergi menghampiri ibunya, wanita yang memanggilnya tadi.


Beberapa saat kemudian, Angela kembali dengan seorang wanita cantik yang memakai gaun berenda berwarna ungu gelap kemerahan sambil membawa semangkuk kue kering, karena wanita itu memiliki wajah yang mirip dengan Angela, jadi itu pasti ibunya . Nama wanita itu adalah Cerelia Loenzh ,wanita baik dan cantik yang cukup terkenal dikalangan atas pada masa itu. Cerelia Loenzh merupakan sahabat sejak kecilnya Margretha Van Karel (ibunya Roudrick) , karena persahabatan mereka berdua yang mempertemukan Roudrick dan Angela yang kini mereka menjadi sahabat baik seperti orang tua mereka . Bukan hanya hubungan ibu mereka yang baik , ayah mereka berdua juga merupakan rekan kerja .


Cerelia duduk disofa diruangan tersebut , tak lama kemudian seorang pembantu rumah tangga yang merupakan seorang pribumi (orang asli Indonesia) membawakan teh dan camilan . Cerelia tersenyum dan membiarkan pembantu rumah tangga itu pergi melanjutkan tugasnya yang lainnya , Roudrick masih fokus dengan mainan yang dia pegang saat ini , mainan yang Roudrick mainkan merupakan mainan mobil jadul yang terbuat dari kayu , sedangkan Angela bermain boneka sambil memakan camilan yang pembantu tadi .Kedua anak itu bercerita tentang apa yang terjadi pada mereka beberapa hari lalu , bercerita tentang mimpi , sampai membicarakan rencana apa yang akan mereka lakukan kedepannya .


➷➹➷➹➷


"Metta.... " suara mama


Aku tersadar karena kaget, padahal tadi aku sedang mengalami flashback masa lalu Roudrick tapi sekarang yang kulihat adalah wajah ibuku yang terlihat cemas.


"ma?? kenapa?? " tanyaku


"kamu ngapain ngelamun sambil berdiri disini, udah malem, kalo udah gak ada tugas lebih baik langsung tidur aja , biar besok bangun pagi " jelas mama panjang lebar


"Ya mama " jawabku singkat


mama mengecup keningku dulu, lalu keluar kamarku tanpa bertanya lagi apa yang aku lamun kan tadi, apa aku hanya melamun?? Kurasa mama sudah tahu jawabannya, atau mama tak peduli soal itu. ah~ Entahlah, aku tak tahu


Tak lama setelah mama keluar dari kamarku, Roudrick masuk menembus pintu kamarku disusul oleh si kembar yang menembus tembok kamarku. Kalau orang biasa pasti akan pingsan kalau melihat hal ini, entahlah?? aku tak tahu respon mereka karena aku sudah biasa melihat hal seperti ini sejak kecil.


"Kenapa kamu menatap kami seperti itu Metta?? " tanya Roudrick


"Kami memang selalu tampan " jawab Yorands


"Kami kan memang tampan sekali, kami ini anak yang populer" sambung Johannes


"ya, kalian tampan tapi menyebalkan" sindir kunjungan kepada mereka yang sedari tadi menyombongkan tampang mereka itu. Kalau aja bisa ke pegang dan gak nembus,pasti udah aku cubit-in mukanya karena gemes saking keselnya


"kamu sudah tahu Angela kan?? " tanya Roudrick padaku


"ya, dia cantik" jwabju singkat sambil tersenyum


Aku tak bohong kok, jujur saja Angela memang anak perempuan yang cantik sekali. Rambutnya berwarna coklat muda dengan mata berwarna abu-abu yang sangat mirip dengan ibunya Nyonya Cerelia Loenzh, kulit putih bersih, bibir berwarna merah muda, tinggi untuk ukuran anak seusianya. Kalau anak itu hidup dizaman ku sekarang pasti banyak sekali yang menginginkannya menjadi model cilik dan Angela pasti akan sangat terkenal.


"Dia sahabat terbaikku" ucap Roudrick dengan bangga tapi matanya menunjukkan kesedihan


"kau rindu padanya kan?? " tanyaku


"Tentu, dia sahabat terbaikku, teman terdekatku, sudah seperti adikku sendiri " jawab Roudrick


" bukankah dia lebih tua darimu!??" tanyaku


"memang, tapi hanya beberapa bulan saja" jelas Roudrick " tapi anak itu suka bermanja-manja padaku dan memanggilku kakak" sambungnya


"Jadi karena itu kamu memperlakukannya sebagai adikmu?? " tanyaku lagi


"iyalah" jawabnya sambil menatapku datar