M

M
apa ya



malam ini, Zhao kehabisan makanan didalam kulkasnya, yang mengharuskannya keluar membeli persediaan makanan. Tapi diluar begitu dingin batinnya, sehingga dia semakin malas dan lebih memilih berbaring disofa sambil memainkan HP.


Tapi tidak lama, dia mengambil jaketnya dan pergi kesuper market terdekat dengan berjalan kaki.


β—‹β—‹β—‹


Ditengah jalan yang sepi, Zhao berjalan sendiri menenteng bahan belanjaannya sembari memakan ice creamnya. Dibelakangnya terdengar suara langkah yang begitu berisik seperti disengaja. Mereka sepertinya segerombolan anak-anak yang suka mengganggu orang lain tapi Zhao tetap tidak memperdulikannya, ya dia tidak takut anak-anak seperti itu.


"wah, ada cewek cantik lagi jalan sendiri" ucap seorang dari mereka


"iya cantik beut, ayok abang anterin ketempat tujuan neng" ucap seorang lainnya yang ingin merangkul Zhao tapi sayangnya langsung ditepis Zhao. Badannya begitu gendut, ingin rasanya Zhao bergulat dengannya.


"hilih_- sombong amat neng" cibir yang satunya lagi.


ya mereka bertiga.


"pergi gak!" ucap Zhao akhirnya dengan muka malas.


setelah Zhao mengucapkan 2 kata tersebut, ketiga orang tersebut menertawakan Zhao dengan tampang meremehkan seakan melihat kelinci yang sombong.


"lo kalo mau kita pergi, harus digilir dulu" ucap Tono yang sepertinya ketua diantara mereka bertiga. Tampang Tono sudah seperti penjahat kelamin tp dimata Zhao masih seperti sampah preman, bukan apa-apa dibandingkan dengan bawahannya.


Tanpa basa basi lagi, setelah Zhao melihat lamat-lamat tampang Tono ingin sekali dia menghajarnya. Zhao segera melepas belanjaannya kecuali ice cream yang ada di tangan kirinya.


"heh" kata Zhao dengan senyum sinisnya yang membuat anak-anak itu juga tersenyum keheranan, terutama si gendut yang sangat-sangat ingin dihajar Zhao.


Zhao kemudian memberikan mereka kode maju dengan satu jarinya.


"ayolah gue terima permintaan kalian, sini"



Tono lah yg pertama maju dengan tampang senangnya, baru Tono ingin menyentuh Zhao, langsung saja Zhao membanting tubuh Tono tanpa ampun, sesekali Zhao sambil memakan es krim di tangan kirinya. Menurutnya Tono hanya sebatas memukul lalat.


sedangkan temannya yang gendut sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, melihat kedua temannya yang sudah tersungkur membuat nyalinya ciut.


"hey gendut! sini kau" ucap Zhao jengah sambil memakan es krimnya lagi, tapi si gendut tidak kunjung bergerak, tanpa Zhao sadari si gendut ternyata memanggil segerombolan lainnya, mereka terdiri dari 8 orang, dan terlihat lebih kerempeng dari mereka bertiga.


"hadehh, nyesel gue keluar malem, kalo bakal ketemu kecoa gini" batin Zhao kesal.


mereka terlihat membawa senjata tajam terdiri dari parang, kapak,pisau, bahkan ada silet, si gendut terlihat memberikan aba-aba terhadap mereka. Baru si gendut ingin beraksi, aksinya tertahan oleh seorang laki-laki yang memakai jaket hitam.


"kalian salah target! dia pacar gue" ucap orang tersebut. Tangan si gendut terlihat gemetar ketika melihat wajah dari orang tersebut, ntah seperti apa wajahnya sampe membuat orang gendut gemetar dan anak-anak yang dipanggilnya berlari terbirit-birit.


tanpa pikir panjang, si gendut memilih untuk menangkat kedua temannya dan memilih berlari meninggalkan keduanya.


Zhao dibuat heran sendiri olehnya. Tapi Zhao tidak ambil pusing, dia memilih berjalan untuk pulang dari pada melihat drama kolosal seperti itu. Berdiri cukup lama membuatnya lelah.


belum sepuluh menit berjalan, seseorang menutup kepalanya dengan tudung jaketnya yang membuatnya berhenti berjalan. Zhao masih dalam keadaan menunduk malas melihat siapa pelakunya.


Tidak ingin berlama-lama, Zhao kembali melanjutkan jalannya tanpa membuka tudung jaketnya. Orang tersebut juga tidak berbicara tetapi malah menghalangi Zhao dengan badannya. Tanpa babibu, Zhao langsung saja menamcapkan es krimnya ke wajah orang tersebut.


"hei! gini kah cara lo berterima kasih!" ucap orang tersebut seakan tidak percaya muka tampannya ternodai oleh es krim.


"hmm, gantiin es krim gue!" kata Zhao datar.


"aihh lu sendiri yang buang es krim lu, kenapa gue yang harus ganti! seharusnya gue yang minta ganti rugi" tanya orang itu heran.


hmmmm.....


lanjutannya taon depan yakπŸ˜‰


sibook melanda diri iniπŸ˜—