
malam hari dirumah Richard.
pesan masuk dari Rishu:
"apa lo tau dikelas kita ada murid pindahan dikelas kita?"
ini anak kenapa sih, nanya itu mulu..batin Richard malas.
"iya..gue tau, lo gak ada topik yang lain sama gue..mending lo tanyak James sama Zeno sono!" balas Richard agak emosi.
"yaelah..becanda gue..emosi banget lo sama gue.." balas Zeo lagi.
memang! batin Richard.
"ya kali gue nganggu hubungan mereka, mending gue ganggu lo ajalah.." kirim Rishu lagi. bodo' amat, balas Richard dalam hati lagi. Tidak lama, ada sebuah panggilan masuk, yang tak lain ada Rishu.
"halo bro!" ucap Rishu malas.
" Ri, lo duduk bareng dia ya, sekarang mata gue rada-rada burem, jadi gue pindah kedepan.."
"dia siapa? ambigu lu"
"murid pindahan"
"terus lu duduk bareng siapa? mang ada yang mau?"
"bcd"
langsung saja Richard mematikan hpnya, terserahlah Rishu mau ngomong apa lagi, dia sudah tidak peduli.
βββ
pagi hari, dihari yang begitu cerah, Richard mengalami kesialan lagi. Dirinya yang tidak pernah telat mendadak telat bangun hari ini.
"kakek! ko' gak bangunin Richard!" tanya Richard histeris.
"oh, kirain kamu gak sekolah le" jawab kakek santai.
"yah, si kakek" bales Richard melas.
hingga akhirnya, Richard memilih untuk segera pergi kesekolah tanpa membuat bekal. Bukannya gimanaΒ² tapi sekolah menurutnya sangat penting. Dia harus bisa membahagiakan kakeknya dimasa depannya.
setelah kecepatan penuh untuk menuju sekolah, gerbang sekolah ternyata sudah ditutup sungguh mengenaskan nasib Richard. padahal hanya telat 5 menit.
"besok datangnya jam sepuluh aja ya nak! sekalian biar gak nanggung" ucap pak satpam yang sedang berjaga tapi tidak dihiraukan Richard. Mungkin ini memang kesalahannya.
Richard menundukkan kepalanya dan terlihat murung. dilihatnya lagi gerbang sekolah lalu kemudian ingin segera pulang saja. Sangat berbanding terbalik dengan Zhao yang kini tengah berjalan sambil memakai headsetnya. huh Zhao? jadi anak itu telat juga, batin Richard.
"eh, lo mau kemana?" tanya Richard.
"huh? nanyak gue?" tunjuk Zhao kediri sendiri.
"kagak! gue nanyak sama rantang yang lo bawa" jawab Richard asal-asalan.
"huh! kirain gue" langsung saja tanpa basi basi Zhao menaruh rantang tersebut kedepan wajah Richard. Richard melongo dibuatnya.
"udah ngomong sama rantang gue? yaudah ya, gue gak ada waktu, gue pergi dulu, ntar gue telat sekolah lagi" jawab Zhao santai.
"ini udah telat bambangπ’" batin Richard menahan kesal.
"ngatain gue bambang, belum pernah liat rantang melayang ya" ucap Zhao datar.
"huh? kagak" elak Richard cepat.
"ni anak ada kelebihan apa sih, sampe tau isi hati orang" batin Richard.
"lu mau ikut kagak?" Tanya Zhao
"hmm kagak!" jawab Richard cepat. Terakhir kali dia mengikuti ucapan Zhao, dirinya dipanggil pihak kepsek, sekarang tidak lagi.
"hmm, yaudah" balas Zhao kemudian pergi.
tidak lama setelah Zhao melangkahkan sebanyak 5 langkah, Zhao kemudian melangkah balik dan menarik kerah jaket hodie yang di pakai Richard dengan paksa.
"woy! lepasin, lu apa-apaan sih!" protes Richard yang diabaikan oleh Zhao. setelah menarik Richard sampai 10 meter akhirnya, mereka sampai didepan gerbang sekolah. Disapanya pak satpam oleh Zhao layaknya anak dengan bapak.
"pak, ini dari istrinya tadi sekalian gitu pas jalan" ucap Zhao dengan senyuman semanis buah.
"idihh ini anak bisa senyum ternyata, tapi malah makin serem ya" batin Richard bergidik ngeri.
"wah, makasih, tadi ketemu istri bapak dimana?" tanya pak satpam.
"eh, tadi ketemunya pas dijalan lah pokoknya" jawab Zhao malas berpikir. "hadeh, ni bapak banyak cincong, ngeribetin orang aja!" batin Zhao.
"oh gitu ya, yaudah ayo silakan masuk!" ucap pak satpam akhirnya. "nah, dari tadi dong!" batin Zhao.
"ayo masuk!" Zhao menarik kerah hodie Richard lagi.
Richard yang membatu hanya diam pasrah ketika dplototi oleh pak satpam.
"salah gue apa ya tuhann" suara rintihan hati Richard.
disisi lain~~
"eh, itu anak siapa ya?
aku dimana, aku siapa?
sejak kapan aku punya istri?" beberapa pertanyaan muncul pada diri pak satpam.
"jangan-jangan aku kena hipnotis lagi" tanyanya lagi pada diri sendiri.
dasar pak satpam_-
βββ
"akhirnya gue sekolah! yeayy" batin Richard seneng.
"gue tau lu lagi seneng, jan lupa pajak"
"eh! apaan, lu kira kita main gc, ogah ah!"
"serah lu, pajaknya beliin somay!"
"hmm, okay" balas Richard akhirnya, sedekah sesekali bolehlah.
βββ
setelah jam istirat berbunyi.
"hey! jadi kagak? molor mulu idup lu!" kata Richard sambil membangunkan Zhao.
"hidup itu memang harus molor!" jawab Zhao asal-asalan sambil merentangkan tangannya.
"idih, padahal lo cewek, jaim dikit napa!"
"hah? buat apa gue jaga image sama elu, lu itu udah kayak kakak perempuan dimata gue, hoaaaaam" jawab Zhao sambil menguap.
"apaaaaa!" teriak Richard.
"ppfftt, dia memang cewe" kompor Zeno.
"udahlah, gue laper cat, ayo cepat baliin gue somay!"
"gak usah marah-marah cat, ntar muka lo cepat tua, ye kan No!" ucap James kemudian.
"ya dong bebz" balas Zeno minta digampar.
"eh, kalian sadar gak kalo kalian juga kek cewek_- lesbi!" balas Zhao to the point.
"udahlah ayo!" tarik Richard seperti anak kucing.
βββ
#bonus
"No, yang dia omongin gak bener kan?" tanya James sok polos.
"ya kagaklah, kita kan bf"
"hah? apaan tuh?"
"best friend ****!"
"lah lo kok ngegas!"
"yaudah maaf"
"hmm"
"hmm juga"
βββ..
acieee
jangan lupa coment:'v