
"hey kalian berdua, kita ikutan makan ya" pinta Zeno setelah duduk disamping Zhao.
"yeah Richard, padahal tiap makan selalu barengan, giliran ada teman baru lupain kita ya" lanjut James setelah duduk disebelah Richard.
Zhao sudah mulai jengah melihat dua makhluk didepan dan disampingnya. Tidak lama, Zhao kemudian menarik kerah baju Richard layaknya anak Kucing.
"pindah dari sini!" kata Zhao tidak mempedulikan posisi Richard seperti anak monkey.
James dan Zeno terlihat sedih, karena niat baiknya untuk makan bersama dan mentraktir Richard ditolak mentah-mentah.
○○○
15 menit kemudian.
"gue kenyang" ucap zhao
"hmm, lo belum makan berapa hari sih? 3 mangkok udah lu habisin" tanya Richard kesal gara-gara sekalinya sedekah uang jajannya seminggu langsung habis dimakan Zhao, dia bahkan tidak jadi membeli makanan untuk dirinya sendiri.
"kalo gue tau mending gue gak usah sekolah saja hari ini" batin Richard frustasi.
"ngapa lu, gak iklas" tanya Zhao santai.
Richard hanya bisa pasrah melihat tatapan Zhao yang seperti preman dimatanya.
tidak lama setelah Zhao beberes, dan ingin segera beranjak dari sana tiba-tiba speaker skolah berbunyi.
"bagi siswa yang bernama Richard Salim dan Zhao Khalila untuk segera menuju kantor secepatnya! tidak pake lama!" pengumuman itu setidaknya diulang sebanyak 10 kali dan nama Richard lah yang paling sering disebut.
James dan Zeno yang sedang mendengarkan pengumuman hanya bisa saling tatap. Richard dapat masalah apalagi ini.
"ya tuhan, ada apa lagi ini" batin Richard. Hatinya sudah dag dig dug tidak karuan, para penghuni kantin telah melihat mereka dan membisikkan sesuatu tentang mereka berdua, yang membuat hati Richard tambah tidak tenang. Zhao yang melihat ekspresi Richard mulai kesal lagi.
"ekspresi itu lagi" batin Zhao.
"apa kalian lihat-lihat! udah bubar!" ucap Zeno membubarkan para netizen kantin.
Zhao yang melihat kejadian itu hanya bermuka datar tidak berekspresi.
"ayo pergi, kasian para guru nungguin" kata Zhao kemudian sambil menarik kerah baju Richard seperti biasa. "kasian juga ni anak" batin Zhao.
"muka lo kenapa" tanya Zhao basa basi, padahal dia tahu kalo Richard tengah takut setengah mati gara-gara dipanggil pihak sekolah tanpa alasan yang jelas. Richard memang anak yang baik dan polos.
"lo gak bakal mati kok" ucap Zhao sambil menepuk bahu Richard. bahkan setelah Zhao berhenti menarik kerah bajunya, Richard tidak kunjung merespon. sampai akhirnya.
"udahlah, jadi anak laki kok penakut!" ucap Zhao kemudian.
"gue emang penakut! gue bukan, bukan anak pemberani kayak lo, gue bukan anak nakal kayak lo, gue hanya ingin jadi anak baik-baik buat masa depan gue, lo gak tau rasanya jadi orang yang gak berada kayak gue, reputasi baik merupakan hal yang penting bagi gue, dan yang pasti lo gak pernah tau rasanya gak punya keluarga!" kata Richard panjang lebar sambil mengepalkan tangannya dan menatap Zhao lekat-lekat. Ingin rasanya Richard menangis, tapi untung dia masih memikirkan harga dirinya.
keheningan berlangsung cukup lama~~
"gue tau" kata itu terucap datar setelah Richard meninggalkannya beberapa langkah.
"huh?" batin Richard, ingin rasanya dia berhenti tapi sudahlah, dia sudah tidak ingin melihat muka Zhao lagi. Dirinya sudah sangat sial beberapa hari ini karena nya.
"gue tau rasanya" gumam Zhao setelah Richard meninggalkannya cukup jauh.
○○○
"kalian lagi, kalian lagi!" ucap Pak Agus jengah.
"emang masalahnya apa pak? saya gak tau kenapa saya dipanggil disini" tanya Zhao sopan dan seperti biasa datar dan tenang. Tidak seperti Richard yang sudah keringet dingin.
"oh, belum tau ya? sini-sini ikut saya liat CCTV" ajak Pak Agus ke arah mereka berdua.
mereka pun mengikuti pak agus menuju lokasi.
10 menit kemudian.
"jadi dah ngerti kan! itu kalian kan pasti, bapak udah tanyak sama pak satpam dan kalian gak bisa ngelak!" kata Pak Agus.
"hmm, itu memang saya pak. Jadi letak masalahnya dimana?" tanya Zhao lagi yang seperti menguji kesabaran pak agus.
kumis Pak Agus sudah bergetar dibuatnya.
"haduh! kalian ini masih belum ngerti apa sok gak ngerti sih! udah jujur aja kalian!" sembur Pak Agus.
"pak! yang mau dijujurin apaan? kita aja gak tau masalahnya dimana!" jawab Zhao yang sudah jengah juga.
"coba kalian liat ini, perhatikan baik-baik" tunjuk Pak Agus ke arah rantang yang dibawa Zhao.
"oh, itu rantang pak, apa masalahnya?" tanya Zhao menahan kesal juga.
"huh!" kaget Richard polos.
"yee mana ada, itu memang dari istri pak satpam!" jawab Zhao mulai kesal.
"ngeles aja kamu! temanmu aja udah diem mengakui kesalahannya kamu banyak alasan ya! asal kamu tau, pak satpam yang jaga sekolah ini belum nikah, dia masih jomblo! mau kamu tak nikahin kalo bohong lagi!" sembur Pak Agus.
"idih! siapa bapak mau nikahin saya seenaknya!
pokoknya saya gak mau tau, itu memang dari istri pak satpam!" jawab Zhao tegas.
"bapak juga gak mau tau! kalian berdua dihukum mengecet semua loker, sekarang kalian boleh pergi!" ucap Pak Agus lalu mengusir mereka berdua, tidak peduli protes dari Zhao.
○○○
"Pak Agus ada dendam apa sih sama gue!" batin Zhao menahan kesal.
"Ni anak selalu aja nambahin kerjaan gue!" batin Richard menahan kesal.
setelah mereka berusaha mengecet Richard sudah sudah menghabiskan 15 loker sedangkan Zhao baru 5 loker saja sudah membuat Zhao kelelahan. ketika Richard melihat Zhao istirahat ingin rasanya dia mencekiknya.
"wah, kalian lagi apa?" tanya Aneya ketika melewati mereka.
"gak liat lagi ngecet ya_-" balas Zhao sekenanya.
"kalo mau bantu bilang aja" ucap Zhao tidak punya malu.
"wah! beneran" balas Aneya kesenangan.
"yaudah pake punya gue nih!" kata Zhao sambil memberikan alat cat kepada Aneya. Aneya dengan senang hati mengambilnya.
"busett cantik banget anak ini, senyumannya" batin Richard ketika melirik Aneya sekilas. Tidak lama datanglah dua makhluk yang tidak bisa dipisahkan.
"eh, kalian lagi ngapain? kita bantu ya" kata James bersemangat.
"idih, sejak kapan anak dua ini sok baik" batin Zhao.
"bahannya ambil sendiri didalam gudang sekolah!" suruh Zhao ke Zeno dan James.
"hmm, siap kapten!" balas James senang,
"dia gila ya, disuruh Zhao seneng gitu" batin Richard.
"yaudah, kalo gitu gue beli minuman dulu ya" kata Zeno kemudian pergi meninggalkan mereka ber-tiga.
○○○
Aneya kesenangan mengecat😁
Zeno pun sama
James pun sekalian mengecat tembok digang rumahnya.
○○○
#bonus
disisi lain~~
seorang bapak pulang dengan perut keroncongan.
"dek, nasi bapak kok gak dianter tadi?" tanya bapak ke istrinya.
"eh, tadi adek nitip sama anak sekolah, katanya satu jalur sama tempat bapak, yaudah sekalian aja lumayan ongkos buat bayar angkotnya kan" kata sang ibu.
"haduh, jangan-jangan nasi bapak dihabisin sama anak itu, dek, besok jangan percaya lagi sama anak-anak yang gak dikenal!" ucap sang bapak.
"tapi muka anak tadi kayak anak baik-baik kok pak!" ucap si ibu lagi.
"yaudah lah pak, mungkin bukan rezeki bapak, ayok adek ambilin nasi dulu" kata si ibu menenangkan si bapak.
○○○
jangan lupa meninggalkan jejak😁😏
sad:'v