M

M
uldak



malam dirumah Richard.


sebuah pesan masuk


from: Rishu


"bro..apa lo tau, ada murid pindahan dikelas kita?"


"tau dari mana sih anak ini"batin Richard.


"ya tau lah..kemarin gue ketemu!" balas Richard.


"masak! gue aja belum pernah ketemu.." balas Zeo cepat.


"Gimana lo bisa ketemu, lo kan udah absen 3 hari!" telpon Richard segera.


"oh..selow bro, gue becanda, kayaknya besok gue gak masuk, masih kurang sehat.."


"yeye.. serah lu dah serah lu, gue juga udah punya teman duduk!"


"ahh..emang siapa yang mau duduk sama lo?" kekehnya geli


"ya murid baru itulah.." balas Richard merasa kesal.


"eww awas kau.."tut tut tut..


"sorry ya Ri, Hp gue Lowbat, untunglah gue gak denger bacotan lo!" batin Richard.


●●●


"Baik anak-anak, buku harap dikumpulkan, tidak ada alas atau apapun dimeja hanya boleh ada pulpen!" Tegas pak Agus yang menandakan ulangan dadakan. Anak-anak hanya bisa menelan ludah, tidak ada penolakan karena pak agus termasuk dalam daftar 7 guru terkiler urutan ke 2 versi anak SMA XX setelah guru Mapel KIMIA. Zhao hanya bisa merutuki nasibnya karena dia baru masuk kelas 2 hari, dan hari ini harus menerima ulangan dadakan.


Bisa-bisanya ada ulangan pada jam tetakhir, pikirnya. Salahnya sendiri, karena pindah di pertengahan MID semester.


Zhao dengan malasnya memasukkan tasnya kedalam meja yang sekali tidak ada isinya, kemudian melipatkan kedua tangannya untuk tidur lagi.


"Niat gak sih sekolah?" kata Richard sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Zhao mendengarnya tapi sangat malas untuk menanggapinya.


5 menit kemudian, setelah menerima soal, Zhao mulai mencoret soal Fisika tersebut.


Richard mulai melirik yang kegiatan yang dilakukan Zhao.


"shut-shut, kalo gak bisa, tunggu anak-anak ngoper jawaban" bisik Richard yang bisa didengar oleh teman-teman kelasnya termasuk Pak Agus, yang kemudian diplotot oleh Pak Agus.


"ya pak, ya ya.." ucap Richard sambil menyatukan kedua telapak tangannya untuk menyatakan maaf.


dengan ogah-ogahan Zhao mulai menjawab soal tsb sambil menguap, yup 3 menit pun jadi.


Richard beberapa kali melirik jawaban Zhao, dan


"wow..lo udah jadi?"


Zhao menaikkan alisnya sebelah..


terjadi proses tatap menatap selama sekian detik..


"nih.." ucap Zhao sambil menyodorkan jawabannya.


"gak usah ngebacot, sekalian kasih keteman-teman lo" ucap Zhao santai.


"gak usah pelit-pelit amat lah.." lanjutnya


"wah ternyata lo murah hati banget" batin Richard.


"gk usah pake nyanjung gue segala.." gumamnya lalu melanjutkan tidurnya,


"jan lupa, bangunin gue pas pulang sekolah"


Richard hanya bisa menganga melihat jawaban Fisikanya yang dirasa mencengangkan. Tak disangka teman duduknya sangat berguna untuk saat ini. walaupun masih ada rasa dendam oleh nasgornya kemarin.


"Wah.." lalu mengoper ke teman-temannya yang lain.


karena kedunguan Richard, dia tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan suprise jawaban Zhao.


●●●


Paginya 08.00


Di khususkan untuk yang dipanggil:


Richard Salim,


James pranadipa,


Zeno Adrian,


Aneya Adinda, dan


untuk segera ke ruang guru ditunggu oleh Pak Agus untuk di HUKUM.


Richard yang baru datang merasa aneh, karena namanya lah yang pertama disebut. Tak disangka ternyata diruang guru telah ada ke-4 teman yang dipanggil tadi.


"salah saya apa ya pak? ko' bisa dipanggil kesini?" tanya Richard polos, karena ini pertama kalinya dia masuk ruang guru untuk dihukum. 


"gak usah sok polos kamu!" ucap Pak Agus murka. Tapi memang benar Richard tak tau apa-apa mengenai panggilannya, setaunya yang dihukum kemarin hanya James, apa mungkin James melaporkan kebiasaanya makan 3 bayar 1 dikantin. melihat teman-temannya  yang hanya bisa menelan ludah dan tegang kecuali Zhao telah membuat Richard juga ikut takut.


"Kalian ini! niat sekolah gak!


udah jawaban sama semua tapi salah semua, kalian itu anak IPA! terus Aneya, kenapa kamu gak jawab satupun? kertas putih semua.."


Aneya hanya bisa menggigiti kukunya. mendadak Pak Agus menjadi ustad yang sedang ceramah tak henti-henti, sampai Zhao ingin pingsan karena lelah mendengarkannya.


Hingga akhirnya mereka ber-5 dihukum berdiri ditengah lapangan sambil hormat ke arah bendera sampai jam istirahat.


seperti anak SD memang, tapi Pak Agus tipikal orang yang tidak tegaan untuk menghukum yang berat-berat, menurutnya berdiri ditengah terik panas bisa membuat mereka kapok.


Richard yang tak henti-hentinya mengomel membuat telinga James panas.


"udahlah cat, entar gue traktir deh"


"salah kita juga kan, gak belajar" ucap Zeno juga


"Tapi kan.."


"shut², gue capek denger lo ngomel!" tunjuk Aneya yang membuat Richard menelan ludah dan terdiam.


setelah keheningan cukup lama...


"Yakali gue titisan Albert Einstein! belajar fisika aja gue gak pernah!" Zhao akhirnya mengeluarkan suara, membuat teman-temannya menganga karena kejujurnya.


"gue, anak IPS! gak tau juga, kenapa pas gue masuk sekolah ini masuk jadi anak IPA, tapi gpp deh.." lanjutnya yang membuat anak-anak terkejut lagi..


"L Lo, ko' bisa nyasar ke IPA?" tanya Richard terbata-bata..


"ntahlah" jawab Zhao sekenanya.


"lo juga kenapa bisa masuk IPA?" tanya Zeno ke Richard.


"ya, itu mah takdir" balas Richard.


"yeah, dia juga takdir kalo gitu" balas Zeno jengah.


"terus Ney..ko' bisa lo gk jawab satupun?" tanya James gemas


"hmm, gue, gue kemarin lupa jawab punya gue sendiri, gara-gara anak-anak minta jawaban terus sama gue" jawabnya sendu. semua anak-anak merasa iba melihat kepolosan Aneya yang memberi anak-anak lain jawaban.


"lain kali kalau ada yang minta, kasih tau gue ya,biar gue congkel matanya" ucap James sambil mengelus kepala Aneya. "bisa-bisanya dia ngasih tau anak-anak lain jawaban yang benar sementara gue dapat jawaban yang salah" batin James.


"udah-udah, rambut anak orang lu bikin kusut kelamaan " jawab Zeno ketus.


"yee, sirik aja lo" balas James. 


sementara disisi lain, Richard sudah tidak berani melihat kearah Zhao, dia merasa sudah tertipu oleh tampang baik Zhao mulai sekarang dia telah berikrar untuk tidak dekat-dekat dengannya alias menjadi musuhnya.


○○○


flasback~~


setelah Richard menunggu diluar dan ruangan telah sepi dimana hanya ada Zhao dan bu Sinta disana. Langsung saja Zhao mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.


sebuah benda yang dimasukkan kedalam amplop dengan ketebalan 25cm cukup membuat bu Sinta menelan ludahnya sendiri.


"bu' masukin saya ke kelas IPA terfavorit disini" pinta Zhao tanpa basa basi.


diliriknya amplop tersebut oleh si ibu, dan tanpa basa basi bu sinta pun mengerlingkan matanya.


"hmm mission sukses" batin Zhao. Untung Zhao tidak salah target.


○○○


besoknya,


"huh! jadi ini kelas terfavorit sekolah ini" kata Zhao sambil mengernyitkan dahi dihadapan Bu Sinta.


"hmm, gimana ya ibu menjelaskan, walaupun kelas ini terbelakang tapi ini paling favorite loh buat anak kelas IPA, belum lagi anak-anaknya kaya semua loh, anak bupati ada, pak pati ada, gubernur.."


"cukup bu', baik saya mengerti!" ucap Zhao sambil memutarkan kedua bola matanya jengah.


○○○


jangan coment, and vote ya.. biar author senang


sad:'v🙃