
Dengan memakai jaket hitam dan topi yang menutupi wajahnya, Zao melangkahkan kakinya menuju tempat sekolah yang menurutnya akan menjadi sekolah barunya.
Setelah memasuki area sekolah, tiba-tiba ada seseorang yang menarik lengannya.
“Zao?” satu kata itu langsung membuatnya berhenti. Setelah melihat sekilas kepemilik suara, ternyata orang itu adalah seorang yang tak ingin Zao temui, tanpa pikir panjang Zao langsung menepisnya. Orang itu juga tidak menahannya, mungkin dia sadar batin Zao.
“hey! temani gue ke kantor!” ajak Zao yang yang tanpa babibu menarik kerah baju seorang siswa yang melewatinya barusan. Yang ditarik hanya bisa meronta-ronta dan akhirnya pasrah meminta untuk melepaskan kerah bajunya, tapi sayangnya Zao tidak mengidahkannya.
1 jam kemudian.
“fyuhh, akhirnya selesai juga!” ucap Zao tanpa sadar.
“hey! Lo harus tanggung jawab! Gara-gara lo pelajaran gue tertinggal hari ini” kata Richard kesal, padahal dalam hati begitu senang karena berhasil membolos pelajaran killer tapi legal.
“alaah, bilang aja lo senang, muka lo gak bisa bohong!” jawab Zao ketus.
“wah, kurang ajar nih cewek!” batin Richard.
Tidak menunggu lama, Zao kemudian meninggalkan Richard.
“gak ada tip samsek huh? minimal terimaksih kek!” gumam Richard cengo menatap kepergian Zao.
***
Setelah pergi meninggalkan Richard tanpa rasa terima kasih sedikitpun, Zao keluar menuju ketempat lain, tapi siapa sangka seseorang tengah menunggunya didepan gerbang sekolah. dan sekarang Zao tengah berada di cafe dengan seseorang yang ingin dia hindari.
Zao dengan malas meminum minuman yang diberikan oleh pelayan disana. Yezi masih membisu, ntah apa yang ada dipikirannya membuat Zao meminum habis minumannya.
“udahlah Yezi, mau lo apa!” tanya Zao malas sambil menaruh gelas minumannya yang sudah habis.
“setelah sekian lama, ternyata kesan pertama kita ketemu gak enak banget ya" ucap Yezi dengan wajah menunduk.
“gak nyangka aja lo masih inget sama gue” balas Zao kemudian. Setelah sekian lama, keheningan masih tercipta, Zao ingin segera pergi dari sana.
"gue minta maaf" ucap Yezi menunduk takut menatap kearah Zao. Zao yang mendengarnya menahan rasa kecewa dan memalingkan wajahnya menahan bulir bulir yang akan jatuh. keheningan kembali tercipta.
“kalo gak ada yang perlu lo omongin, gue pergi” ucap Zao akhirnya dan ingin langsung beranjak dari sana, tapi sayangnya tangannya ditahan oleh Yezi.
“bisa gak lo diam disini sebentar” kata Yezi dengan mata sendu. Zao yang tidak bisa melihat kesedihan dimata Yezi memilih untuk duduk lagi dan memalingkan wajahnya.
“kalo bukan karena lo pernah jadi sahabat gue, gue mungkin udah gak mau kenal sama lo lagi!” batin Zao sakit. dan mereka berakhir dengan keheningan, tanpa ada yang ingin memulai pembicaraan yang canggung ini.
_____€€€_______________
FLASHBACK
SMP
Saat itu Zao tengah berjalan untuk pulang kerumah, tapi diperjalanan dia bertemu dengan seorang gadis yang hampir saja digebuk oleh banyak kerumunan disana, dia adalah Mey Yezi.
Zao yang melihatnya kemudian berlari mendekati orang tersebut dan berusaha melindungi Yezi dibalik badannya.
"kalian kenapa mau memukuli gadis kecil!" teriak Zao keras
"diam kamu bocah! anak ini berhasil mencuri dompet saya! untung saja dia berhasil ditangkap! dia pantas diberi hukuman!" ucap Bapak itu tak kalah keras
"betul itu betul! anak seperti ini memang pantas diberi pelajaran! biar gak jadi sampah masyarakat" ucap bapak ibu lainnya.
"memangnya berapa yang dia ambil? saya bakal menggantinya, tapi lepasin teman saya!" kata Zao tidak mau kalah.
"halahh, kamu botcah dapat uang dari mana? yang dia ambil itu 500 ribu, kamu sanggup ganti ah" ucap bapak itu meremehkan Zao.
"bocah ingusan kayak kamu memangnya bisa ganti hah?" ucap bapak itu lagi
"sudah sudah minggir! kami ingin membawa anak ini kekantor polisi!" ucap salah seorang warga.
"berhenti!" teriak Zao,.kemudian mengeluarkan dompet dalam tasnya lalu memberi uang lebih dari yang dicuri kebapak tersebut. Bapak itu dibuat terheran melihat anak Smp memiliki uang sebanyak itu.
"udah kan pak! jadi saya sama teman saya boleh pergi kan" ucap Zao tegas.
Zao kemudian menarik tangan Yezi untuk pergi dari kerumunan tersebut. orang-orang pun bubar.
Walaupun hal itu terlihat seperti pahlawan, tetapi Yezi tidak menyukai perbuatan Zao untuk menolongnya.
di sebuah gang yang sepi, Yezi menghempaskan tangan Zao yang menggandengnya kemudian melemparkan tasnya, lalu mengeluarkan uang yang dia curi tadi dibalik kantong baju dalamnya.
"lain kali jangan pernah ikut campur urusan gue lagi!" kata Yezi sinis kemudian meninggalkan Zao. Tapi bukan Zao namanya jika akan marah dengan hal sepele seperti itu.
"hey! yang lu curi masih belum seberapa, lu mau jadi pro kagak!" teriak Zao melihat kepergian Yezi yang tidak mengidahkannya.
○○○
Paginya, disekolah Kazao pindah kelas ke kelas Yezi lalu menendang orang yang duduk disamping Yezi.
“minggir!” ucap Zao dan orang itu langsung memilih untuk kabur dibanding berurusan dengan Zao, akan panjang akibatnya.
“haisshh! Ini anak ngapain sih” batin Yezi Tanpa mempedulikan Zao, Yezi lebih memilih melihat kearah lain.
“oh.. jadi ini cara lo nyambut teman duduk baru lo?” tanya Zao kearah Yezi dengan santai.
Yezi tidak membalasnya, malah memilih memasang earphonnya dan meninggikan volumenya, tidak lama, earphone bagian kanannya direbut oleh seseorang yang tak lain adalah Zao.
“sesama teman sebangku, harus bagi-bagi dong” ucap Zao dengan cengiran dan tanpa rasa bersalah. Yezi hanya menghembuskan nafas kasar melihat makhluk yang ada disebelahnya saat ini, menatapnya dengan malas seakan berkata “kapan lo pergi!”.
***
Siangnya, disaat jam istirahat, Yezi merasa dapat menghembuskan nafas lega, karena Zao tidak ada disekitarnya. Tapi kebahagiaannya tidak lama.
Yezi yang kini sedang memakan makannya dikantin dengan tenang, tersedak ketika namanya dipanggil dispeker sekolah.
Dan lebih lagi hanya namanyalah yang dipanggil berulang-ulang.
"Diperuntukkan bagi anggota baru taekwondo yang disebutkan ini untuk segera ke aula sekarang juga!!!"
“Suara ini seperti tidak asing “ batin Yezi.
“Siapa lagi yang berbuat hal konyol dan memiliki suara yang seperti ini jika bukan si kamprttt KAZAO” batin Yezi kesal dan mulai menancapkan garpunya ke cilok yang dia makan dan mengunyahnya dengan ganas.
"YEZI, YEZI, MEY YEZIYA! CEPATLAH KE AULA SEKARANG JUGA!” teriak Pembina taekwondo akhirnya.
“terserah kalian mau manggil sampai gila pun, terserah! Yang pasti gue gak bakal beranjak dari sini” batin Yezi tidak peduli.
“Yejiii!!!!” teriak Zao dan segera menarik kerah baju Yezi dengan kuat.
“KAZHAOOOOO! LEPASIN GAK!” teriak Ziya diseisi kantin dan berhasil mendorong Zao dengan keras, karena ditatap oleh seisi kantin dan merasa imagenya akan tercoreng, akhirnya Yezi memilih berbalik dan pergi tapi Zao tidak menyerah dan segera menarik Yezi menuju aula.
Tidak lama, Ziya akhirnya menjadi anggota resmi taekwondo dan parahnya masuk ketim Zao.
"karena lo udah masuk taekwondo dan masuk ke tim gue, harus dirayain nih!" ucap Zao tak merasa bersalah dan memaksa Yezi untuk makan bersama.
"heh Zao, karena lo tau aib gue, bukan berarti lo bisa berlaku seenaknya sama gue!" ucap Yezi sinis.
"teman, gue cuman ngajak lo makan, apa itu salah?" tanya Zao
"lu gak usah sok baik sama gue! dan inget gue bukan teman lo!" tunjuk Yezi ke Zao.
"ya ya.. lo memang bukan teman gue kan, tapi lo sahabat gue"ucap Zao cengir tanpa rasa bersalah dan merangkul Yezi menuju tempat makan.
Awalnya Yezi menolak tapi akhirnya menyetujuinya berharap Zao segera enyah darinya.
***
***
ketika Ziya melihat Zao dan bertemu👇👇👇
ketika Zao tidak tau harus kemana dan tanpa sengaja bertemu dgn Ziya:v
asli w gak bisa bikin novel🤣🤣🤣
memang abal² 🤣🤣
bidiimit😂
sekian..
silahkan coment biar author senang:'v #sad