
"gak sekolah?" tanya Zao canggung
"gak, males" jawab Ziya
setelahnya mereke kembali hening🦇•••
"ahhh.. percakapan absurb macam apa tadi itu!" batin Zao mengingat² kejadian tadi pagi.
○○○
"Jadi anak-anak, ini teman baru kalian, silakan perkenalkan diri kamu!"
""Nama gue Kazhao Khalila, kenalannya besok aja! Jadi bu dimana tempat saya duduk?"
Zhao, begitulah nama panggilannya. Setelah perkenalan singkat yang dia lakukan barusan orang-orang langsung merasa sungkan dibuatnya.
Terlebih Richard yang sudah ingin menghilang dari sana, tidak ingin bertemu dengan gadis aneh ini lagi.
“kenapa sih dia harus sekelas bareng gue, semoga dia gak ngeliat gue” ucap Richard dalam hati. Langsung saja Richard menutup kepalanya menggunakan jaket hodie yang dia pake.
"hmm..dimana ya?" kata ibu sinta bingung.
"kamu duduk bareng Aneya aja ya.. Aneya, Kazhao duduk disitu ya, sama kamu" ucap ibu kintan manis.. Neya hanya bisa menggeleng tanpa mau mengucapkan sepatah katapun, bahkan pandangannya enggan melihat kearah depan.
"Aneya, kamu kan duduk sendirian, kasih Kazhao duduk disitu ya" pinta Bu kintan sekali lagi. Adduh si ibu, batin Neya.
"ehh..gak boleh bu' ini tuh kan tempatnya icha!"
"sebelum icha dateng"
Aneya hanya menggeleng. Tidak ada yang tahu Icha itu siapa dan dimana. Bahkan Aneya sudah dikenal aneh oleh teman kelasnya, tapi bukan berarti dia anti sosial, dia tetap berinteraksi dengan orang sekitar, hanya saja masih menjadi mistery siapa itu Icha sebenarnya, apa itu hanya teman imajinasi Anet atau apalah. Anehnya para guru juga tidak banyak yang menanyakan siapa itu Icha karena sudah terbiasa mungkin selama 1 semester ini atau mereka memang tidak peduli. walaupun begitu, Aneya tetaplah anak yang pintar dikelas itu setelah Rishu.
Zao sudah sangat capek berdiri dan ingin mengakhiri ini, langsung saja Zao mengusulkan.
“bu, saya duduk bareng bocah yang disana aja!” menunjuk kearah Richard
“eh, siapa itu yang tidur!” teriak Bu Inta.
“Richard bu!” ucap serempak teman-teman kelasnya.
Richard yang pura-pura tidur langsung menjawab "saya gak tidur ko’ bu!”
“oh, Richard ya? Yaudah, Kazao duduk bareng Richard aja ya..” kata Bu Inta akhirnya.
"tapi bu' saya sudah punya teman duduk!"
"eh.. ibu gak mau tau! kamu harus duduk sama Kazhao! titik"
“Whattt!” teriak Richard yang membuat orang-orang meringis melihat ekspresi wajahnya yang begitu mengenaskan. Jauh dari lubuk hati Richard yang terdalam untuk tidak ingin bertemu gadis gila itu lagi. Kenapa harus gue!!! Jerit batin Richard.
"yaudah anak-anak ibu tinggal dulu ya, karena ini bukan jam pelajaran ibu" ucap Bu Inta kemudian.
"ya bu'" jawab anak serempak, seakan lupa penderitaan Richard.
"eh, ibu lupa, pak mustaman hari ini gak masuk, istrinya melahirkan!" seketika kelas riuh sangkin senangnya. bahkan ada yang berniat mengantarkan Bu Kintan sangking senangnya.
"kayaknya ini anak yang ngerokok tadi deh" bisik James ke Zeno.
"eh..masak! lo tau dari mana? diliat dari tampangnya, dia kayak cewek baik-baik gitu.." ucap Zeno tampak antusias.
"nah! Ini nih!" tunjuk James kearah Zeno. "makanya lo itu gak usah liat orang dari casingnya aja No, itu buktinya" lirik James kearah Zhao yang tiba-tiba langsung ditatap tajam oleh Zhao. Sontak James langsung memegang jantungnya sangking kagetnya.
"lo kenapa James" tanya Zeno ikut kaget melihat sahabatnya seperti melihat hantu. "gila! Di, dia bisa tau kalo kita lagi ngomongin dia No" jawab James terbata-bata.
●●●
Flashback
karena tadi malam Zao tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia memilih untuk pergi kesekolah lebih awal. setelah sampai disekolah, tak disangka bertemu dengan makhluk lainnya yaitu Richard yang menabraknya hingga makanan yang dibawa dari rumah terjatuh dan berhamburan kemana-mana.
Richard pun tak kalah kagetnya bertemu dengan Zao lagi. keduanya sama-sama menunggu untuk meminta maaf duluan, tapi bukannya minta maaf, keduanya malah saling maki dan membuat perhatian banyak orang.
"kalo jalan liat² dong!" maki Richard
"heh! seharusnya lo tau diri!"
balas zao sinis.
"heran deh! kenapa ketemu lo, gue bisa sial sih!"
ucap Richard tapi kemudian diabaikan oleh Zao.
Zao lebih memilih pergi daripada berurusan dengan anak itu lagi.
○○○
setelah sampai di rooftop, Zhao langsung mengeluarkan sebatang rokok dan langsung menyalakannya. Tidak habis pikir, baru aja pertama masuk, sudah ada yang membuatnya kesal.
Zao langsung menyesapi rokoknya dengan santai, kebiasaannya jika ada yang membuatnya kesal, ya jika dia merasa kesal tidak lebih.
"pagi-pagi udah ngerokok aja!" kata seseorang dari belakang.
"lo, siapa?" Zhao tidak terkejut sedikitpun.
"lo gak mungkin kenal sama gue, soalnya kita belum kenalan.."
"lucu_-"
"ketawa dikit napa, masih pagi juga"
"hmm"
hadehh, kenapa hari ini dia tidak bertemu dengan orang yang waras.
gak dikoridor, rooftop, semua memiliki penghuni masing-masing.
"eh, eh eh..lu mau kemana..gue belum selesei ngomong!"
"Bodo"
Setelahnya, Zao menjatuhkan rokok tersebut dan menginjaknya sambil menatap sinis kearah orang tersebut. Kemudian memilih untuk meninggalkan Rofftop sekolah.
#flashback_TaMaT
Richard yang marah gara² makanannya jatoh!
o
Zao yang tidak peduli😑