
Keesokan harinya Lyuci tetap menjenguk Devan walau Devan tidak memperbolehkannya.
Ketika sampai di ruangan Devan , Lyuci terkejut karena tidak ada siapa siapa di ruangan itu kecuali suster.
Lyuci pun bertanya kepada suster itu "Sus pasien yang kemarin di rawat di ruangan ini kemana ya?"
"Oo Tuan Devan , dia sudah keluar tadi pagi" jawab suster itu.
"gitu ya , makasih ya sus" kata Lyuci.
Suste itu hanya mengiyakan dengan anggukan. Lalu Lyuci pun pergi dari Rumah Sakit.
...----------------...
Lyuci ke taman yang dekat dengan Rumah Sakit. Dia duduk di bangku taman itu sambil menikmati pemandangan yang ada di taman itu.
Beberapa menit dia melamun dan tersadar ketika tidak sengaja mendengar perbincangan seseorang yabrg suaranya seperti tidak asing di telinganya.
"Apakah penerbanganku sudah di siapkan?" tanya salah satu orang itu kepada lawan bicaranya.
"sudah Tuan dan jadwal penerbangannya besok pagi" jawab lawan bicaranya yang adalah asistennya orang itu.
( kenapa orang itu di tebak asisten ya karena dia manggil lawan bicaranya "Tuan" dan dia yang menyiapkan penerbangan tuannya , Oke next. kayanya ini tidak perlu di beritahu).
Lyuci hanya mendengarkan dia sama sekali tidak melihat siapa orang yang sedang berbincang itu.
"tapi Tuan apakah ini jalan yang terbaik , bagaimana dengan dia?" tanya asisten orang itu.
"suruh beberapa pengawal untuk terus mengawasinya!" jawab tuannya.
"baik Tuan , dan kapan kita akan membalaskan dendam?" tanya asistennya lagi.
"aku sekarang bingung kenapa di antara balas dendan keluaraga Zavier dan Henmars harus terlibat keluarga Randexs?" jawab tuannya.
Sontak Lyuci pun tak berani bergerak karena mendengar nama keluarganya.
"bagaimana lagi Tuan , andai kesalah pahaman antara keluarga Zavier dan Randexs tidak terjadi. Pasti sekarang kita sudah membalaskan dendan untuk ayah dan kakek Tuan" kata asistennya.
Lyuci semakin membeku mendengar nama kakaknya di sebut , di dalam hatinya dia bertanya tanya siapakah orang itu.
"Tuan sebaiknya kita kembali sekarang" kata asisten orang itu.
Setelah mendengar suara mobil mulai menjauh dari taman itu Lyuci baru bisa bergerak dengan lega dan bernapas.
Setelah itu dia segera pulang sekaligus ingin menanyakan tentang hal itu kepada kakaknya. Sebelum pulang dia membeli coklat untuk kedua adiknya.
...----------------...
Sesampainya di rumah Lyuci langsung mencari keberadaan kakaknya. Lyuci mengetuk pintu kamar Lyuca sambil berteriak "Kak aku masuk ya!".
Mendengar suara Lyuci , Lyuca langsung menjawab "iya masuk aja". Setelah mendengar jawaban kakaknya Lyuci pun masuk.
Ketika Lyuci masuk ternyata Lyuca sedang membaca buku. Lyuci menghampiri Lyuca sambil berkata "Kak ada yang mau aku tanya" lalu Lyuci duduk di dekat Lyuca.
"kamu mau nanya apa" kata Lyuca.
"apa yang terjadi antara keluarga Zavier , Henmars , dan Randexs kak? aku mau tau"
kata Lyuci.
Lyuca langsung menatap Lyuci dengan tatapan yang tidak bisa di artikan lalu berkata "siapa yang menceritakan kepadamu? Lyuci".
"aku hanya tidak sengaja mendengarkan kak itu saja , oke supaya kakak tidak salah paham aku akan menceritakannya" kata Lyuci lagi lalu menceritakan bagaimana dia bisa tahu tentang itu.
"aku tadi ke Rumah Sakit untuk menjenguk temanku , lalu aku ke taman dekat rumah sakit. Tapi ketika aku sedang menikmati pemandangan taman aku tidak sengaja mendengar tentang balas dendan keluargar Zavier dan Henmars , dan nama keluarga kita juga disebut."
"Dia bilang kenapa di antara balas dendam dua keluarga itu harus terlibat keluarga Randexs." lanjut Lyuci.
Sontak Lyuca terkejut lalu menutup bukunya dan mendengarkan cerita Lyuci dengan serius.
"Aku juga dengar semoga Lyuca bisa menjaga ketiga adiknya agar tidak terlibat dengan keluarga Henmars." lanjut Lyuci lagi.
......................