
Keesokan harinya Lyuci sedang membaca buku di kelasnya. Hingga dia terhenti karena mendengar gosip dari teman sekelasnya.
"eh kalian tau gak kalo si Devan masuk rumah sakit makanya gak ada?" kata seorang siswi.
"hah! serius lo , gara gara apa?" tanya siswi yang lain.
"desas desus nya sih dia abis berkelahi sama Alex kemarin , gak tau deh gimana kabar Alex" kata siswi yang memberi informasi.
"gue mau jenguk Devan lah habis pulang sekolah" kata salah satu siswi.
"bareng dah gue juga mau jenguk Devan" kata siswi yang lain.
Mereka berencana ingin menjenguk Devan setelah pulang sekolah.
Perasaan Lyuci campur aduk di sisi satu dia berencana untuk tidak memperdulikan Devan sedangkan di sisi lain dia sangat khawatir dengan Devan dan ingin melihat secara langsung keadaan Devan sekarang.
Hari itu Lyuci tidak fokus mendengarkan penjelasan gurunya , ketika istirahat juga dia hanya termenung di kelas.
..
Sepulang sekolah Lyuci memutuskan untuk tidak bekerja hari itu dan memilih menjenguk Devan.
Sedangkan kedua adiknya di rumah bersama Lyuca di karnakan Lyuca hari itu tidak bekerja karena memang hari itu kantor di liburkan.
...----------------...
Di depan ruangan tempat Devan dirawat banyak sekali siswi siswi berkumpul yang niatnya ingin menjenguk Devan tapi tidak bisa masuk karena ada penjaga di depan pintu.
Lyuci menerobos segerombolan siswi siswi itu.
"bolehkah saya masuk?" tanya Lyuci kepada penjaga di depan pintu.
"tidak ada yang boleh mas..." .
"biarkan dia masuk , dia adalah nona Lyuci" bisik penjaga yang lain.
Penjaga yang pertama ingin melarang Lyuci masuk tetapi di sela oleh penjaga yang lain.
"silahkan masuk nona" penjaga itu akhirnya mempersilahkan Lyuci untuk masuk.
Semua siswi yang berkumpul terkejut dan tidak terima karena Lyuci di biarkan masuk sedangkan mereka tidak.
Lyuci masuk dan melihat Devan terbaring lemas di kasur rumah sakit.
Lyuci duduk di kursi samping kasur. Tangannya memegang tangan Devan. Devan mulai membuka matanya , dia memandangi Lyuci yang sedang menunduk sambil memegangi tangannya.
"kamu ngapain kesini?" tanya Devan dingin.
Mendengar suara Devan , Lyuci mulai menegakkan kepalanya dan melerai pegangan tangannya.
"em..aku cuman khawatir sama kamu" jawab Lyuci.
"aku tidak perlu rasa khawatir kamu , silahkan keluar sekarang karena aku pengen istirahat" kata Devan mengusir Lyuci.
"Dev! kamu kok kek gini? aku ada salah?" kata Lyuci menanyakan lagi alasan Devan menjauhinya.
"aku kan bilang kalo kamu gak ada salah" kata Devan.
"terus kenapa kamu berubah!?" tanya Lyuci lagi.
"ada alasannya tapi aku gak bisa ngasi tau kamu" jawab Devan lagi.
"apa karna Alex?" tanya Lyuci lagi.
"bukan" jawan Devan singkat.
"terus kenapa kamu berkelahi sama Alex?!" tanya Lyuci lagi dan lagi.
"hanya terjadi kesalah pahaman saja" jawab Devan lagi untuk yang kesekian kalinya.
"begitu ternyata , kalo memang begitu aku pergi dulu " kata Lyuci sambil bangkit dari duduknya.
"silahkan tidak ada yang melarang" kata Devan mempersilahkan Lyuci pergi.
Lyuci keluar dari ruangan itu dengan langkah berat , dia mengusap bekas air mata di pipinya.
Sedangkan Devan mulai menitikkan air matanya saat pintu ruangan itu tertutup.
"Lyuci andai permasalahn ini tidak serumit ini , pasti aku bakalan selalu ada di samping kamu" batin Devan.
......................
??