Lyuci

Lyuci
...



keesokan harinya Lyuci menjelaskan kejadian tadi malam kepada kakaknya. Lyuca jadi khawatir kejadian itu akan terulang kembali.


Maka dari itu Lyuca memutuskan untuk selalu mengantar dan menjemput Lyuci.


Lyuci juga di temani oleh kedua adiknya ketika bekerja dan tentu saja dia sudah minta izin kepada bosnya.


...----------------...


Ketika pelajaran olahraga Lyuci merasakan sakit kepala yang tidak bisa ia tahan lagi.


Lyuci ingin duduk sebentar tapi tidak di perbolehkan oleh Guru olahraga mereka.


Karena teman temannya yang lain sedang lari keliling lapangan dan tidak adil jika Lyuci hanya duduk menonton.


Lyuci belum sempat memberitahukan alasannya karena disela oleh Guru olahraga nya, ia juga langsung di bentak dan di suruh keliling lapangan.


Lyuci mau tidak mau harus mengikuti perintah Guru olahraga nya.


Lyuci berlari sambil memegangi kepalanya yang sangat sakit.


Hingga ia berpapasan dengan Devan.


Devan yang melihat Lyuci terus memegangi kepalanya lantas bertanya.


"Lyuci kamu kenapa?" tanya Devan. "kepala aku pusing" jawab Lyuci. "kok kamu tetap lari" tanya Devan lagi. "tadi niatnya mau duduk tapi gak di bolehin, katanya gak adil kalo aku cuman nonton sedangkan kalian lari padahal aku belum ngasih tau alasannya" jawab Lyuci.


Setelah mendengar penjelasan Lyuci, Devan langsung menemui Guru olahraga dan bilang kalau Lyuci sedang tidak enak badan.


"Lyuci tidak memberitahu bapak sebelumnya , maaf. kalau begitu suruh Lyuci untuk ke UKS"


kata guru olahraga mereka yang merasa bersalah.


"tidak apa apa pak , terimakasih" ucap Devan.


Lalu Devan mengantar Lyuci ke UKS.


...----------------...


Di UKS Devan tengah menemani Lyuci walaupun Lyuci beberapa kali menyuruhnya untuk pergi.


"Dev lebih baik kamu kekelas, dari pada ketinggalan pelajaran kan" kata Lyuci agar Devan mau ke kelas.


"aku disini aja nemenin kamu" jawab Devan yang tidak mau pergi.


"ayolah Dev aku mau istirahat" ucap Lyuci.


"tinggal pejamin mata aja apa susahnya sih , aku juga gak ganggu kamu kok" ucap Devan protes.


"tapi aku gak nyaman kalo ada orang lain pas aku tidur" ucap Lyuci tak mau kalah.


"gak nyaman gimana?" tanya Devan.


"ya...gimana ya bingung juga , pokoknya aku gak nyaman" jawab Lyuci.


"oke aku nyerah tapi kayaknya kalo aku pergi , Alex bakalan datang deh" ucap Devan sambil bangkit dari duduknya.


Lyuci memikirkan perkataan Devan dan mempertimbangkannya , lebih baik Devan yang menemaninya dari pada Alex.


"Eh..Devan gak jadi deh , mending kamu dari pada Alex hehe" ucap Lyuci menghentikan langkah Devan.


"nah gitu dong dari tadi" ucap Devan sambil kembali duduk.


Devan terus memandangi wajah Lyuci yang terlihat sangat cantik apalagi ketika tersenyum.


...----------------...


Waktu pulang sekolah pun tiba.


"Lyuci kamu dijemput kakak kamu atau jalan kaki?" tanya Devan.


"aku jalan kaki soalnya kakak aku hari ini gak bisa jemput" jawab Lyuci.


"ya udah ikut gue aja biar gue anterin" tawar Devan.


"gak usah aku jalan aja , aku gak mau ngerepotin kamu" tolak Lyuci.


"tapi aku gak mau kejadian kaya waktu itu"


*gumam Devan*


"apa kamu bilang?" ucap Lyuci.


"gak , gak ngerepotin kok sekalian aku keliling daerah sini"


"ya udah deh" ucap Lyuci pasrah.


"nah gitu dong"


Lyuci pun dengan pasrah ikut Devan.


...----------------...


"Dev Dev jangan ngebut woi!" teriak Lyuci.


"ini gak ngebut , kamu nya aja gak pegangan"


ucap Devan.


"apa hubungannya ?!" tanya Lyuci sedikit berteriak.


"ya adalah" jawab Devan santai.


Lyuci langsung mencubit pinggang Devan.


"aks , padahal bercanda doang"


"dasar Devan!" ucap Lyuci geram.


Sambil berbincang Lyuci menunjukkan tempat yang bagus untuk di kunjungi.


...----------------...


Akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah Lyuci.


"makasih ya udah anterin aku" ucap Lyuci.


"iya lain kali bareng aku aja , aku duluan dulu ya soalnya hari ini ada latihan basket" ucap Devan.


Motor Devan mulai menjauhi rumah Lyuci , serasa Devan sudah jauh Lyuci pun bersiap siap untuk bekerja.


......................