Lyuci

Lyuci
1. Awal dan Perkenalan



Tokoh utama di novel ini adalah seorang siswi sekolah dasar yang bernama Adelina Lyucifer Randexs.


Lyuci adalah nama panggilan gadis itu.


Dia mempunyai seorang kakak yang bernama Adevan Lyuca Randexs dan dua adik kembar yang bernama Adevan Marvel Randexs dan Adelina Miana Randexs.


Kedua orang tua mereka telah meninggal dunia.


Jadi Lyuca memutuskan untuk berhenti sekolah dan bekerja agar bisa menafkahi adik adik nya.


Lyuci juga ikut membantu kakak nya dengan cara bekerja disebuah warung makan setelah pulang sekolah.


Sampai di situ saja perkenalan nya


......................


Cerita ini dimulai pada suatu hari ketika Lyuci sedang berada dikelas.


Luci sedang melamun dikelas , ia sedang memikirkan kedua adiknya.beberapa saat dia melamun tibaΒ² dia dikagetkan oleh sahabatnya.


"Ba...ngelamunin apatuch"


Kata sahabatnya ditelinganya sambil menepuk pundak Lyuci,"kau ini! ngagetin aja"


Kata Lyuci kaget.


"kamu kenapa ngelamun?" tanya sahabatnya


"Gak apa apa kok cuman lagi mikirin adik adik aku"


Kata Lyuci menjawab pertanyaan Rina.


Rina Amaya Nevabed adalah nama sahabatnya.


"Kekantin yuk" ajak Rina, "males aku" jawab Lyuci.


"ayolah Lyuci"


" kan aku bilang..."


"ah lambat kamu ,aku udah laper..."


Belum sempat Lyuci melanjutkan kata kata nya, Rina langsung saja menarik Lyuci.


[Dikantin]


Ketika Lyuci dan Rina sedang makan, semua siswi dikantin tiba tiba berteriak heboh karena ada Alex. Alex Cavana Henmars adalah seorang siswa yang sangat terkenal disekolah itu karena kekayaannya.


Alex berjalan menghampiri mereka dan duduk didepan Lyuci. Lyuci acuh tak acuh dan tetap melanjutkan makannya, sedangkan Rina menyenggol tangannya pelan sambil berbisik.


"woi Lyuci tu dihadapan lo ada Alex" bisik Rina, "emangnya kenapa?" tanya Lyuci


"lo gak salting?" tanya Rina balik


"gak , biasa aja Rin.." jawab Lyuci singkat.


Setelah berbisik bisik mereka melanjutkan makan mereka. Tetapi Lyuci merasa tidak nyaman karena selalu di tatap oleh Alex. Siswi siswi di kantin bergosip dan iri kepada Lyuci karena terus di tatap oleh Alex.


"em..Lyuci kamu ada waktu gak abis pulang sekolah?" tanya Alex


"gak ada, emangnya kenapa?" jawab Lyuci


"gak papa, kalo gitu minta nomor kamu boleh gak?"


"aku gak punya hp" kata Lyuci


"gue gak percaya" kata Alex tidak percaya


"tanya aja sama Rina kalo gak percaya" kata Lyuci lagi sambil menunjuk Rina.


Selesai makan Lyuci mengajak Rina untuk kembali kekelas.


"Rin kita kekelas yuk.." ajak Lyuci


"yuk" jawab Rina sambil bangkit dari duduknya.


Mereka pun pergi meninggalkan Alex. Alex hanya berdengus kesal sambil meminum kopi yang sedari tadi ia pegang.


[Waktu pulang akhirnya tiba]


"Lyuci ikut aku aja, biar aku anterin" aja Rina


"gak usah, aku udah dijemput kakak aku Rin"


"Oo gitu ya, ya udah Aku duluan ya..bye" pamit Rina


"bye Rin" sahut Lyuci


Lyuci berbohong kepada Rina karena tidak ingin merepotkan sahabatnya. Setelah pulang sekolah dia bersiap siap untuk bekerja. Lyuci bekerja disebuah warung makan seperti yang sudah dijelaskan di sesi perkenalan. Sedangkan kakaknya bekerja sebagai clening servis dikantor.


Lyuci berpamitan dengan kedua adiknya dan berjanji akan membelikan mereka eskrim.


Jam menunjukkan pukul 8 malam waktunya Lyuci pulang. Lyuci membeli eskrim untuk kedua adiknya dan beberapa roti.


Di jalan yang sepi ia melihat ada seorang pria yang terduduk lemas, karena merasa kasihan Lyuci pun menghampiri orang itu. Lyuci menepuk pelan lengan pria itu.


Pria itu membuka matanya pelan sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit , Lyuci pun membantu pria itu untuk duduk di tempat duduk yang ada di dekat situ.


Lyuci bertanya kenapa dia bisa seperti ini.


Dengan gemetar pria itu menjelaskan kepada Lyuci.


Lyuci bingung harus berbuat apa jika ia membawa pria ini kerumah pasti kakaknya akan sangat marah tapi ia tidak bisa membiarkan pria itu disini.


Lyuci memberikan pria itu roti untuk dimakan


Tak lama Lyuci kembali dengan membawa obat dan air.


"kupikir kau pergi dan tidak akan kembali" kata pria itu


"aku cuman membeli obat dan air, nih minum dulu, aku ijin obatin luka kamu ya" jawab lyuci


"gak usah aku bisa sendiri"


"udah gak papa" kata Lyuci


Lyuci mengobati luka pria itu, banyak sekali memar di tubuh pria itu.


"apakah kau dipukuli setiap hari?" tanya Lyuci


"mungkin seperti itu" jawab pria itu


Setelah Lyuci selesai mengobati pria itu, ia lalu bertanya.


"apa kau tidak pakai sepatu"


"sepatuku hilang"


"kalau begitu kau bisa memakai sepatuku dulu" kata Lyuci menawarkan pria itu untuk memakai sepatunya dulu.


"tidak usah, nanti kau kena marah orang tua mu" kata pria itu yang membuat Lyuci teringat orang tua nya.


Lyuci terdiam sambil berkaca kaca dan berkata


"orang tua ku sudah tiada"


"maaf aku tidak bermaksud begitu"


"aku mengerti...hiks hiks" kata Lyuci sambil menangis.


Pria itu pun panik ketika sadar kalau Lyuci menangis.


"eh kenapa kau menangis" tanya pria itu panik


Pria itu memeluk Lyuci sambil menenangkannya karena tidak tahu lagi apa yang harus di lakukannya.


"berhentilah menangis nanti cantiknya ilang" bujuk pria itu


"aku merindukan orang tua ku..hiks..hiks.." tangis Lyuci semakin histeris.


Pria itu mengusap kepala Lyuci, perlahan Lyuci tenang dan melepaskan pelukan pria itu


"maaf aku memelukmu tanpa ijin, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan"


"iya aku mengerti, terima kasih"


"seharusnya aku yang berterima kasih padamu karena kau sudah mau membantuku"


kata pria itu berterimakasih kepada Lyuci.


"kau akan tinggal dimana sekarang?" tanya Lyuci."aku sudah menyuruh seseorang untuk menjemputku , mungkin dia sebentar lagi akan sampai" jawab pria itu.


Awalnya Lyuci berniat menemani pria itu sampai pria itu di jemput, tetapi ketika melihat es krim yang sudah cair ia panik dan buru buru pamit kepada pria itu.


"maaf aku gak bisa nemenin kamu ya, aku harus pulang sekarang" pamit Lyuci


Ketika Lyuci mulai pergi pria itu berteriak


"nama kamu siapa?"


"LYUCI!" teriak Lyuci menjawab pertanyaan pria itu.


Pria itu memandangi Lyuci yang mulai menjauh


"semoga kita ketemu lagi....Lyuci" gumam pria itu.


Tidak berselang lama anak buah pria itu menjemputnya.


Sedangkan di rumah Lyuca dan kedua adiknya gelisah karena Lyuci belum pulang pulang juga.


Tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu, Lyuca membuka pintu dan melihat Lyuci yang tersengal sengal setelah lari.


"Kakak...." kata kedua adiknya sambil berlari memeluk Lyuci.


"kenapa kau baru pulang,kami sangat khawatir" tanya Lyuca."hehe maaf kak aku tadi nolongin orang"


Lyuci menjelaskan kepada kakaknya tentang kejadian tadi.


"oh kalo gitu ayo makan, perut kami sudah keruncungan karena menunggumu" ajak Lyuca setelah mendengar penjelasan Lyuci.


"es krim kami mana kak" tanya Marvel dan Mia."maaf ya es krimnya udah cair" jawab Lyuci sambil menunjukkan es krim untuk kedua adiknya yang sudah cair.


"yah..." jawab mereka lesu


"nanti besok kakak ganti, kakak tambahin coklat juga deh" bujuk Lyucia


seketika wajah Marvel dan Mia langsung berbinar "beneran kak?"


"iya, yuk makan" jawab Lyuci membenarkan


"yey.." sorak keduanya.


......................


Maaf jika ada kata kata yang kurang tepat


πŸ™πŸ™πŸ™