
Sepulang kerja Lyuci menawari kedua adiknya. "kalian mau di beliin apa nih".
"hmm gak ada kak" jawab keduanya.
"yakin gak ada" tanya Lyuci lagi.
"kita kan harus hemat kak , kak Lyuca sama kak Lyuci kan udah capek kerja" jawab keduanya lagi.
"..kakak beruntung banget punya adik kaya kalian , sini peluk.." ucap Lyuci sambil mengusap air matanya yang membasahi pipinya.
"kami juga beruntung punya kak Lyuca sama kak Lyuci" ucal Marvel dan Mia sambil memeluk kakaknya.
...----------------...
Sesampainya di rumah Lyuci menyuruh kedua adiknya untuk mandi terlebih dahulu dan Lyuci memasak makanan untuk makan malam.
Sekarang Lyuci pulang kerja sore ya
Dan Lyuca pulang kerja malam.
...----------------...
Keesokan harinya Lyuci sedang menunggu seseorang sambil duduk di kursinya.
Siapa ya kira kira ?
"kayanya dia hari ini gak sekolah deh..." *gumam Lyuci*
Lyuci sedih karena orang yang dia tunggu hari ini tidak sekolah.
Hari itu Lyuci lalui seperti hari biasanya dia di jemput kakaknya dan bekerja di temani adik adiknya.
...----------------...
Di sebuah gedung tua yang terpencil di dalam hutan terlihat seorang pria yang terduduk lemas dengan tangan dan kakinya di ikat dan di kurung di dalam sebuah ruangan yang penuh dengan noda darah.
Dia berusaha untuk membuka ikatannya dengan tenaga yang tersisa . Tiba tiba ada yang membuka pintu.
ceklek..
"Wah wah mau pergi ya?" kata orang itu sambil memasuki ruangan itu yang penuh dengan bau amis darah.
"gak akan gue biarin , karna lo udah ngancurin rencana gue waktu itu . Gue sengaja pura pura mati , biar lo kira gue udah..mati!" lanjutnya lagi.
Pria itu mengeluarkan pisau dan menggoreskannya ke pipi pria yang di sekapnya.
"ini peringatan buat lo! Kalo lo mau dia gak kenapa kenapa , jauhi dia oke" kata pria itu memberi peringatan.
"gue gak akan biarin lo sakitin DIA!" ucap pria yang di sekapnya.
"oh ya..,pahlawan kesiangan mau berulah lagi nih , ni tampar gue kalo lo bisa" ucap pria itu.
"gak bisakan , makanya jangan sok deh lo" lanjutnya.
"gue pasti bakalan balas dendam sama lo kalo lo sakitin DIA!" kata pria yang di sekapnya.
"yakin? hahaha" kata pria itu sambil keluar dari ruangan itu.
"gue harus bebas , gak boleh ada yang nyakitin dia!!" kata pria yang di sekap.
Pria itu menggigit tali yang mengikat tangannya , setelah kurang lebih setengah jam dia mengigiti tali itu akhirnya tali itu putus juga . Dia membuka tali dikakinya dan berusaha untuk berdiri.
"gue harus bebas!" *gumam pria itu*
Dia mengintip di celah pintu , ternyata penjaga di luar sedang tidur.Dengan memanfaatkan kesempatan itu dia keluar dari ruangan itu.
Di luar gedung ada beberapa penjaga , dia mencari jalan lain dan melihat ada jendela yang terbuka tapi naas dia tetap ketahuan dan terkena tembakan di tangan kirinya , tapi untung saja dia bisa kabur dari tempat itu.
"huh..huh..gue harus cari tumpangan"
Dia mencari tumpangan tapi tidak ada yang mau memberinya tumpangan karna dia penuh dengan darah.
...----------------...
Lyuci sedang termenung di kamarnya dia mamikirkan kenapa Devan tidak sekolah hari ini dan yang lebih aneh Alex juga tidak sekolah hari ini.
"kenapa hari ini Devan gak sekolah ya dan kenapa juga hari ini Alex gak sekolah , hm...
Jangan jangan Devan gak sekolah ada hubungannya sama Alex.." batin Lyuci bertanya tanya.
...----------------...
Keesokan harinya Lyuci berlari menulusuri lorong sekolah hingga ke kelas.
"huh..huh..moga aja Devan hari ini sekolah.." batin Lyuci berharap.
Karena bosan Lyuci memutuskan untuk membaca buku sambil menunggu Devan.
Tidak berselang lama Devan akhirnya muncul.
"Dev lo kok gak sekolah kemarin?" tanya Lyuci saat Devan meletakkan tasnya.
Tapi Devan tidak menghiraukan pertanyaan Lyuci , dia langsung pergi setelah meletakkan tasnya.
"hah..? Devan..kok.." batin Lyuci bingung bercampur kecewa karena Devan tidak menghiraukannya.
......................
Bel berbunyi menandakan waktunya jam pelajaran di mulai. Devan duduk di kursinya.
"Dev..kamu kok-"
"berisik bisa diem gak!!!" belum sempat Lyuci bertanya Devan langsung membentaknya dan itu membuat hati Lyuci terasa sakit.
Setelah itu Lyuci hanya diam sambil menunduk menahan tangis.
Hingga dia tersadar ketika Guru masuk.
"selamat pagi anak anak hari ini kita akan..." ucap Guru kelas mereka ketika masuk.
Sepanjang Gurunya menjelaskan Lyuci tidak fokus dia melamun sambil memikirkan kenapa Devan hari ini tidak menghiarukannya.
"hiks...hiks.." Lyuci tidak sanggup lagi menahan tangisnya. Luyci mulai menangis sambil menunduk.
Devan menyadari Lyuci sedang menangis.
Devan memandangi Lyuci ingin sekali dia memeluk Lyuci tapi harus dia tahan.
"Lyuci maafin gue ya..gue terpaksa" ucap Devan dalam hatinya.
Gurunya melihat Lyuci terus menunduk dan menghampiri Lyuci.
"Luyci.." kata Gurunya itu.
"Hiks..hiks.."
Gurunya kaget mendengar Luci menangis.
"kenapa kamu nangis?" tanya Gurunya.
"a aku tidak apa apa bu , kepala ku hanya terasa sakit saja" jawab Lyuci tergagap.
"ya udah kamu istirahat di UKS dulu ya , Devan anterin Lyuci ya" pinta Gurunya kepada Devan.
"baik bu" jawab Devan.
Siswa siswi dikelas mereka membicarakan Lyuci yang biasanya tegas dan tidak pernah menangis dikelas.
Devan membantu Lyuci berjalan , Lyuci terus menunduk dia tidak berani menatap Devan begitu pun sebaliknya.
......................