Lyuci

Lyuci
Bertanya



"Paman ada yang ingin aku tanyakan" kata Lyuca.


"Apa itu?" tanya Edward.


"Apakah sebaik nya aku mengatakan yang sebenar nya kepada adik adik ku?" kata Lyuca.


"Marvel dan Mia masih kecil jadi mungkin mereka belum mengerti tentang hal itu tapi kalo Lyuci mungkin dia akan mengerti" kata Edward.


"Huh.. syukur aku tidak salah dengan memberitahu Lyuci tentang itu semua" kata Lyuca.


"Oh iya apakah kau tidak kepikiran untuk menyekolah kan Marvel dan Mia?" tanya Edward.


"Sebenar nya aku ingin menyekolahkan Marvel dan Mia tapi Paman aku takut mereka kenapa kenapa" jawab Lyuca.


"Kenapa kau harus khawatir apakah kau lupa jika kau itu mempunyai banyak anak buah yang bisa menjaga mereka berdua secara diam diam?" kata Edward.


"Tapi aku tetap khawatir Paman" kata Lyuca.


"Terserah kau saja , jika kau belum setuju maka tidak apa apa. Pikirkan saja dulu , tapi jangan terlalu lama. Ingat waktu terus berputar dan mereka juga akan bertambah usia" Kata Edward.


"Apakah mungkin aku yang terlalu khawatir , seharusn nya Marvel dan Mia sekarang sudah sekolah. Ah nanti aku akan membicarakan tentang hal ini dengan Lyuci" batin Lyuca.


...----------------...


Kita beralih ke Devan yang kini tengah berbincang dengan asisten nya. Nama asisten nya adalah Roki Axel Effana dan nama panggilannya adalah Roki.


Roki hanya sedikit lebih tua dari pada Devan. Maka nya mereka tidak sungkam untuk curhat satu sama lain.


"Beberapa tahun ke depan saya harap Tuan bisa kembali lagi ke negara ini" kata Roki.


"Tentu saja aku akan kembali ke negara ini jika aku masih bisa bernapas, dan aku harap pada saat itu kau bisa menemaniku kembali kesini" kata Devan.


"Apa penerbangan nya bisa di tunda?, aku ingin menemui Lyuca terlebih dahulu sebelum pergi" lanjut Devan bertanya kepada Roki.


"Tentu saja bisa Tuan" jawab Roki.


"Bisakah kau tidak memanggilku Tuan ketika kita sedang berbincang seperti ini" pinta Devan.


"Tapi saya merasa tidak enak jika memanggil anda dengan sebutan nama" kata Roki.


"Tapi saya hanya lebih tua 2 tahun saja" kata Roki.


"Tetap saja kau lebih tua, jadi panggil aku dengan sebutan Devan tidak perlu dengan sebutan Tuan saat kita berbincang seperti ini" pinta Devan lagi.


"Baiklah, baiklah Devan" kata Roki.


"Nah itu lebih baik jadi aku juga bisa memanggilmu dengan sebutan Roki" kata Devan.


"Hahaha tapi kau dulu memanggilku dengan sebutan kakak, kenapa sekarang tidak?" tanya Roki.


"Waktu itu aku masih kecil" jawab Devan.


"Sekarang?" tanya Roki lagi.


"Kalo sekarang lihat saja sendiri" jawab Devan lagi sambil berdiri membandingkan tinggi nya dengan Roki.


"Dulu aku sepundak kau tapi sekarang malah sebalik nya hahaha" kata Devan lagi.


"Heh! tidak adil aku duduk sedang kan kau berdiri!" kata Roki lalu berdiri tapi tetap saja Devan lebih tinggi dari nya.


"Bener kan tinggian aku hahaha" kata Devan mengejek Roki.


"Hanya 3 jari saja" kata Roki lagi dengan nada ketus sambil mengukur perbedaan tinggi mereka dengan tangan nya.


"Tetap saja lebih tinggian aku haha" ejek Devan lagi kepada Roki lalu pergi meninggalkan Roki.


Roki yang kesal karena di ejek oleh Devan pun akhirnya pergi juga, kembali kekamarnya.


......................


Novel ini adalah buatan dari kegabutan, maaf kalo alurnya tidak nyambung.


Masih mikirin alur buat episode selanjutnya.


Jadi, mohon maaf jika kadang kadang baru update. 🙏🙏