Lyuci

Lyuci
2. Murid baru



[keesokan harinya]


"hari ini moga aja gak ketemu si alex" batin Lyuci berharap. Namun doa Lyuci tidak terkabul baru saja ia sampai di depan gerbang sekolah, alex sudah menunggunya.


"kenapa harus ketemu sih! pura pura gak liat aja" batin Lyuci. "hai Lyuci bareng yuk" sapa Alex. "gak usah pura pura gak liat" lanjutnya.


Lyuci tidak menghiraukannya dan terus berjalan. Karena tidak suka di abaikan, Alex langsung menarik tangan Lyuci.


"Lyuci kenapa si lo, seharusnya lo seneng karna gue deketin lo" kata Alex. "gue gak..."


Lyuci tidak melanjutkan kata katanya


Ia menginjak kaki Alex dan segera lari kekelas


"gue gak bakal berhenti buat ngedapatin lo Lyuci" gumam Alex sambil memegangi kakinya yang terasa sakit.


[Ketika jam pelajaran dimulai]


Hari itu ada murid baru dikelas Lyuci


"anak anak hari ini kita kedatangan murid baru, ayo silahkan perkenalkan nama kamu" kata guru Lyuci.


"nama saya Devan Lucas Zaveir" kata murid baru itu memperkenalkan diri.


"Wah ganteng banget"sebut beberapa siswi.


"Zaveir woi"sebut salah satu siswa yang tak percaya.


"Devan kamu bisa duduk disamping Lyuci"


Kebetulan murid yang duduk di samping Lyuci tidak masuk sekolah. "baik bu" katanya.


Semua siswi iri dan tidak suka karena Devan duduk disamping Lyuci, tetapi Lyuci hanya diam saja.


"hai nama gue Devan" sapa Devan kepada Lyuci yang sedang sibuk membaca buku.


"iya gue udah tau kok" jawab Lyuci.


"em...Devan maaf bukunya belum ibu ambilkan jadi kamu sama Lyuci dulu ya"


"iya bu.. tidak apa apa"


" Devan gawat gue lupa bawa buku biologi" bisik Lyuci ditelinga Devan. Emangnya kenapa?" tanya Devan.


"Devan ini ada buku biologi dan fisika dulu ya" tiba tiba guru datang. "makasihbu..." ucap Devan.


Setelah gurunya pergi Devan kembali bertanya kepada Lyuci "emangnya kenapa?".


"gue gak mau kena hukum" kata Lyuci.


"hayoloh" ucap Devan menakuti. "jangan gitu lah Dev"


"hahaha..." Devan tertawa puas melihat ekspresi Lyuci.


[Tiba waktu istirahat]


"Lyuci temenin gue kekantin dong" pinta Devan. "sendiri bisakan, kalo gak bareng sama mereka sono" Kata Lyuci sambil menunjuk sekelompok siswi yang terus membicarakan Devan.


"emangnya lo gak kekantin?" tanya Devan.


"gue bawa bekal sendiri" jawab Lyuci. Luci pun mengeluarkan bekalnya dan memakannya.


"Lyuci..." Devan ingin mengatakan sesuatu tapi tiba tiba handphone nya berbunyi.


Dret..dret..


"siapa tuh nelfon jangan jangan pacarnya" kata Lyuci sebatas bercanda.


"paan si lo, dari bokap gue nih" kata Devan ketus."hahhah"


...


Selesai Devan berbicara dengan ayahnya.


"Lyuci minta dong bekal lo.." pinta Devan.


"ups udah abis...haha...lo kelamaan sih" jawab Lyuci.


"ya udah gue kekantin aja dah" kata Devan kesal. "haha.." Lyuci tertawa puas.


Setelah Devan pergi Lyuci termenung dan bergumam "tumben Rina gak kekelas gue ya".


"duh gue gak mau di hukum karna lupa bawa buku, gimana ni..,apa gue pura pura sakit aja ya" (✖﹏✖)


[Kelas biologi]


Lyuci sudah ingin bangkit dari duduknya tetapi disela oleh Devan. "bu saya tidak membawa buku!" kata Devan sambil mengangkat tangan.


Lalu meletakkan buku biologinya dimeja Luci dan berbisik "pakai buku gue dulu".


"kamu murid baru kan, gak papa mungkin wali kelas kamu belum kasih kamu buku" kata Guru biologi. "ibu tidak ada buku lebihan, jadi kamu bareng temen kamu aja ya" lanjutnya.


"baik bu" kata Devan. "Devan bareng sama aku aja" kata salah satu siswi. "apaan si lo sokab, pasti Devan bareng guelah" kata siswi yang lain.


"sama gue aja Dev" kata salah satu siswa. "em...gue sama dia aja" Lalu Devan duduk disebelah siswa itu.


Siswi siswi yang menawari Devan tadi tidak suka karena Devan menolak.


Sepanjang pembelajaran biologi Lyuci terus saja di tatap oleh Alex yang berada di depan pintu kelas. Entah sejak kapan Alex ada disitu.


"ada apa Alex kamu kesini ?" tanya Guru biologi kepada Alex.


"saya hanya mau denger penjelasan ibu saja bu" jawabnya.


"Oo kalo gitu, ya udah kamu boleh duduk dikursi yang kosong" kata Guru biologi lagi. "boleh saya duduk didekat Lyuci?" tanya Alex. Kebetulan kursi didekat Luci kosong.


"oh iya silahkan" jawab Guru biologi.


Alex pun duduk didekat Lyuci.


Lyuci merasa tidak nyaman karena Alex selalu menatapnya bukannya mendengarkan penjelasan dari Guru. Sedangkan Devan ia tetap mendengarkan penjelasan dari Guru sambil sesekali mengawasi Lyuci dan Alex.


...


Selesai pelajaran Lyuci mengembalikan buku Devan dan berterima kasih kepadanya, lalu ia berpamitan dengan Devan karena ingin menemui sahabatnya Rina.


Tapi saat keluar kelas Lyuci langsung dihadang oleh Alex. Lyuci menyuruhnya untuk minggir tapi Alex tidak mau.


Dikelas itu hanya tersisa 3 orang Lyuci,Devan,dan Alex. "minggir bisa nggak?" kata Lyuci dengan nada ketus kepada Alex.


"kalo gak bisa gimana" kata Alex.


Sedangkan Devan hanya memperhatikan Lyuci dan Alex. "Alex Cavana Henmars, ck akhirnya aku melihat wajahmu juga secara langsung" gumamnya.


Lalu ia bangkit dan barjalan keluar sambil menarik tangan Lyuci."berani sekali kau!, apa kau tidak tahu siapa aku?!" kata Alex marah.


"aku sudah tahu kau siapa, jadi kau tidak perlu memberitahuku lagi" kata Devan dengan nada Ketus lalu melanjutkan jalanya.


Lyuci hanya diam dan tetap mengikuti Devan, hingga mereka sampai dikelas, sampai dikelas Devan baru melepaskan pegangan tangan mereka.


"makasih ya Dev"


"iya sama sama" jawab Devan


"oh iya aku baru ingat, Dev aku pergi dulu ya soalnya aku mau kekelas sahabat aku dulu". Lyuci pamit dengan Devan dan ia hanya


mengiyakan dengan anggukan.


Lyuci pun pergi kekelas Rina.


Sampai dikelas Rina Lyuci melihat ada siska salah satu temannya juga. Lyuci lalu memanggilnya.


"Siska" panggil Lyuci.


Siska yang melihat Lyuci memanggilnya pun langsung menghampiri Lyuci.


"kenapa ci?" katanya.


Ci adalah panggilan Siska untuk Lyuci.


"Rina hari ini sekolah gak" tanya Lyuci.


"hah? Kamu gak tau" tanya Siska balik dengan ekpresi terkejut.


"gak tau kan belum kamu kasih tau" jawab Lyuci."Rina gak ada ngasih tau kamu kalo dia lanjutin sekolah keluar negeri?".


"serius" kata Lyuci.


"iya beneran Rina baru aja berangkat tadi pagi"


"Oo pantesan Rina nitip surat buat kamu, bentar ya aku ambilin" lanjutnya lagi.


Siska mengambilkan surat yang dititip oleh Rina untuk Lyuci.


"nih, aku mau kekantin dulu ya bye" kata Siska pamit. "iya makasih ya suratnya" kata Lyuci


Siska pergi dan Lyuci membuka surat itu.


......................