
ketika sudah di luar kelas
Lyuci mengulurkan tangan Devan dari punggungnya.
"aku bisa sendiri!" kata Lyuci dengan nada ketus. Devan hanya diam dia tetap mengikuti Lyuci hingga ke UKS.
...----------------...
Di UKS Lyuci berbaring dan menutupi wajahnya dengan selimut. Lalu ketika Devan hendak pergi Lyuci menghentikannya dengan bertanya.
"Devan kamu kenapa?" tanya Lyuci sambil membuka selimut dari wajahnya. Tapi Devan hanya diam saja.
"kamu kenapa berubah kek gini , aku salah apa? hiks..hiks..." tanya Lyuci lagi.
"kamu gak salah tapi ada alasan tertentu" Kata Devan dingin lalu meninggalkan Lyuci.
Lyuci memandangi punggung Devan yang mulai menjauh.
...----------------...
Tiba waktu pulang Lyuci Seperti biasa di jemput oleh kakaknya. Namun hari ini dia tidak bekerja.
Sore hari Lyuci mengajak kedua adiknya Marvel dan Mia berjalan jalan di sekitar komplek.
"kak aku mau eskrim"
"iya kak aku juga mau"
Pinta mereka berdua dengan wajah memohon. Lyuci tidak bisa menolak dan membelikan mereka eskrim.
Lyuci sangat senang melihat kedua adiknya tertawa riang. Namun dia kembali sedih karena teringat Devan. Luci melamun sambil mengingat kenangannya dengan Devan.
"hhm...Devan.."
Lyuci terus melamun hingga dia tersadar ketika mendengar suara kakaknya yang menyuruh mereka untuk pulang.
Sesampainya di rumah Lyuci menyiapkan makan malam untuk mereka berempat , mereka makan sambil di temani candaan Marvel dan Mia.
Lyuci tetap tersenyum walau hatinya sedang bersedih. Lyuca menyadari ada yang aneh dengan Lyuci sejak dia pulang sekolah.
...----------------...
Lyuca dan Lyuci duduk di ruang tamu sambil berbincang. Hingga pertanyaan Lyuca mambuat Lyuci terdiam tak bisa berbicara.
"Lyuci kamu ada masalah di sekokah? kalo ada cerita sama kakak" tanya Lyuca.
Namun Lyuci tidak menjawab dia hanya bisa diam sambil menunduk.
"Lyuci kitakan dulu udah janji bakalan curhat satu sama lain kalo ada masalah" Kata Lyuca. Dengan mengumpulkan keberaniannya Lyuci akhirnya menceritakan semuanya kepada kakaknya.
" Lyuci bingung kak , salah Lyuci apa sama dia" kata Lyuci matanya mulai berkaca kaca.
Lyuca memeluk Lyuci , Lyuci menangis di pelukan Luka.
"kakak juga pernah mengalami hal yang sama" kata Lyuca.
"benarkah?" tanya Lyuci sambil mendongak menatap Lyuca.
"kakak sebenarnya tidak ingin memberitahumu soal ini , tapi sepertinya sekarang harus kakak ceritakan" kata Lyuca.
"kakak pernah mempunyai sahabat , dia juga murid baru waktu itu. Kakak yang menjadi teman pertamanya di sekolah. Kami selalu bersama hingga suatu hari dia berubah dan tidak menghiraukan kakak. Kakak menanyakan alasannya tapi jawabannya malahan membuat kakak bingung,_..." lanjutnya lagi.
"memangnya jawabannya apa kak?" tanya Lyuci penasaran.
"dia bilang...kenapa aku baru tau kalau kau anak dari orang itu , itu saja yang dia katakan. Beberapa hari kemudian dia pindah sekolah keluar negeri" Jawab Lyuca.
"jadi sekarang kakak tidak pernah lagi bertemu dengannya?" tanya Lyuci lagi.
"ya , mungkin sekarang dia udah balik kesini. pesan kakak buat kamu , jangan sia siain kesempatan yang masih ada kalian juga kan udah mau lulus" kata Lyuca memberitahu adiknya.
"aku udah nanya sama dia kak , dia bilang aku gak ada salah apa apa tapi ada alasan tertentu" kata Lyuci.
"mungkin dia butuh waktu , udah jangan di pikirin terus" kata Lyuca agar Lyuci tidak memikirkan hal itu terus.
"iya kak , aku tidur dulu ya" kata Lyuci sambil beranjak dari duduknya.
Lyuca hanya mengangguk saja. Lalu Lyuci dan Lyuca kembali kekamar mereka masing masing dan tidur.
......................