
seketika,vena tampa ragu berjalan menuju arah sofa yang ada di ruang tamu.
"mengapa nenek di sini?"tanya vena ketika nenek cho hendak mengatakan sesuatu.
"tentu saja karna aku ingin berkunjung ke sini."ucap nenek dengan nada angkuh.
"kesehatan nenek belum setabiil,lain kali saja jika sudah sembuh total.Nenek boleh berkunjung ke rumah siapa saja."kata vena yang sambil melangkah meninggalkan neneknya.
"heii,nenek ini sudah sembuh totaal,aku berkunjung karenamu,mengapa sikap mu terhadap nenek mu makin parah?"tanya Nenek dengan bibir yang sedikit maju,
vena tak menghiraukan ucapan nenek yang sedikit meraju'kesal pada vena.ia berjalan menaiki anak tangga yang tak jauh dari ruang tamu.sedangkan nenek masih saja tetap mengomel dengan sikap cucunya setiap kali mereka bertemu.
"hah!!,,,bagaimana kau ini. kenapa sikap esnya belum saja reda."ucap nenek yang sedikit menatap pak joo,
pak joo terdiam akan perkataan nenek choi,pak joo hanya sedikit menunduk dengan apa yang baru saja ia dengar dari Nenek vena yang sangat ia hormati dari dulu.
*****
pagi pukul 7:19
nenek choi tengah barada di meja makan yang sedang menunggu akan kedatangan vena.sarapan yang menjadi hidangan vena tiap harinya sudah siap tertata rapi di meja makan.vena duduk di meja makan tepat di hadapan neneknya.seketika, nenek choi memulai pembicaraan.
"apa kau sudah ada pasangan?"tanya nenek yang sambil mengunyah makanannya.
"tidak."ucap vena dengan singkat.
"ikut nenek setelah selesai sarapan."kata nenek yang membuat vena penasaran apa yang ingin neneknya lakukan.
"baiklah."ucap vena dengan simpel tampa membantah.
selesai sarapan.nenek menuju ruang kerja almarhum ayah vena.vena mengikuti langkah neneknya yang menuju di mana dulu ayah vena selalu bekerja saat waktu senggang.
"apa yang nenek cari?kenapa mencari ke ruangan kerja papa?tanya vena yang sedikit penasaran.
"surat wasiat."nenek menjawab dengan singkat yang sambil mencari knop pintu dengan berbentuk buku²tebal.
"bukan kah sudah di bacakan oleh pengacara tentang surat wasiat pada taun lalu,?"kata vena yang sedikit heran dengan neneknya.
"itu surat wasiat tentang penerus perusahaan"ucap nenek pada vena yang sudah menemukan pintunya sambil membuka pintu itu.
vena seakan tak percaya apa yang telah ia lihat.dari ia kecil,ia tak pernah mengetahui ruangan rahasia itu.sedangkan nenek memasuki ruangan itu.
"nenek tau ruangan ini dari mana?"tanya vena.
"ini adalah ruangan nenek dulu,dan ruang kerja ayahmu itu ruangan nenek,setelah nenek menyerahkan perusahaan pada ayahmu,nenek juga memberikan ruangan ini padanya."ujar nenek panjang lebar pada vena.
seketika,nenek teringat akan apa yang akan ia ambil,ia menuju meja kerja dan membuka laci yang sudah bergantung kunci kecil berwarna emas.dan mengambil sebuah gulungan yang seperti gulungan kerajaan terdahulu.nenek memberikan gulungan kecil itu pada vena.vena mulai membuka tali merah yang mengikat gulungan kertas itu.tertulis akan wasiat yang sudah ayahnya pesankan pada vena dengan sepenuh hati.
di dalam wasiat itu tertulis.
jika surat ini di temukan tandanya aku sudah mati.aku berdoa.., yang membaca surat ini adalah putriku sendiri.maafkan ayah tidak menemanimu lagi di dunia ini,ayah sangat menyayangimu lebih dari apapun.karna kamu adalah jantung hati ayah vena.maafkan ayah tidak menepati janjimu nak.ayah akan selalu ada di sisimu dan selalu menjagamu.ayah ingin kau bahagia bersama orang lain. tetaplah ceria walaupun tidak bersama ayah.
ayah ingin kau menikah dengan pilihan ayah demi kebahagiaan kamu vena.menikahlan dengan teman anak ayah.dia bernama RAYEN BRAMASTA DAN AYAHNYA MICHAEL HARTONO.ayah ingin kau bahagia. ini permintaan ayah satu²nya.maafkan ayah vena.
vena hanya terdiam membaca surat itu.vena tampa sadar menjatuhkan air matanya satu persatu dengan menahan isakan tangisnya,ini adalah pertama kalinya nenek melihat vena menitikkan air matanya di depannya.nenek merasa bersalah telah memberi surat itu,tak seharusnya ia berikan pada vena.namun air mata vena semakin deras tak tertahankan nenek tampa ragu memeluk vena dengan erat seakan memberiak separuh kekuatannya.
seketika ruangan sunyi itu pecah dengan tangisan vena yang semakin nyaring isakannya.
hy kk.selamat membaca,sampai bertemu di episode selanjutnya ya,episode nanti akan ada pernikahan tanpa ikatan cinta ni shobat.., penasaran di episode selanjutnya,like dulu dong jan lupa komen dan favoritenya ya.. thank you kakak,author jadi ngk semangat klo ngk ada yang komen apa lagi like nya dikit
:( tapi tetep nulis kok aku,hehe,selamat membaca..,