Love A Girl With A Cold Face

Love A Girl With A Cold Face
BAB 14



masalah perdebatan ayah dan rayen selesai begitu saja saat rayen menerima perjodohannya.kartu yang tadinya di blokir oleh bank atas perintah ayah ray.kini normal seperti semula.


takdir berkata lain. janji yang sempat ray janjikan pada kekasihnya,hanya ucapan yang tak terbukti bagi fanny.3minggu telah berlalu. ray memutuskan untuk pergi ke rumah fanny dengan hati bimbang tidak karuan.ia berangkat dengan mobil kesayangannya dan menuju di mana rumah fanny terletak.


setelah beberapa menit kemudian.rayen sampai di depan rumah kekasihnya yang tak asing di depannya.pagar yang terbuat dari papan ulin berwarna coklat.menjadi benteng pembatas rumah fanny.sontak satpam penjaga langsung membukakan pagar yang berada di dekatnya.


di teras rumah terlihat akan fanny yang berpakaian femenim dengan busananya yang selalu terlihat sexsi.


"Hi dear, why do you rarely see me?"ucap fanny dengan manja. hai sayang,kenapa kamu jarang sekali menemuiku?


"I am sorry"ucap rayen sambil meraih kepala fanny dan mencium keningnya.


"kau mau mengajakku kenama?"tanya fanny sambil memeluk tubuh rayen.


"ketempat biasa kita betemu"


"emmm,baiklah.tunggu sebentar di sini aku akan segera kembali.oky?"ucap fanny dengan mencium pipi ray.


ray hanya mengangguk dan menunggu fanny berganti baju.setelah beberapa menit ray menunngu,fanny datang dengan style dres femenim yang cukup simpel.


****


di meja makan yang cukup mewah.yang sering menjadi tempat biasa bagi rayen.kini harus menjadi tempat terakhirnya berbicara dengan fanny.


raut muka yang tampak muram,terlihat oleh fanny di wajah rayen.keraguan yang selalu muncul di hati rayen.mengunggkap kan apa yang ingin ia bicarakaan enggan untuk ia ungkapkan pada fanny.


"hei beby,kau kenapa?"tanya fanny dengan berhenti mengunyah.


"tak apa,ayo sini biar kusuapi"dengan menutupi keraguannya,ray meromantiskan suasana.


"ini lebih enak dari suapan ku sendiri"kata fanny dengan memaniskan senyumannya.


"kalo begitu biar kusuapi sampai habis"ucap rayen dengan membalas senyuman fanny.


"fan,"panggil ray dengan suara rendah.


"ada apa sayang?"tanya fanny yang tampak heran.


"aku sangat mencintai mu.dan aku sangat menyayangimu fan."


"aku tau itu ray.akupun juga sangat mencintai mu sayang."


"tapi.."


"tapi?tapi apa.?"tangkap fanny dengan menyangkal jawaban rayen.


"hubungan kita sampai di sini saja fan,maafkan aku tak menepati janjiku sendiri.kau boleh membenciku."


"A-apa maksudmu?"


"maaf fan,aku di jodohkan.dan aku tidak bisa menolak permintaan ayah.yang bisa kulakukan hanya menerima perjodohan ini.maaf"ucap ray dengan putus asa.


"hei!ayolah kau jangan bercanda ini bukan lelucon ray,!?"ucap fanny yang tak percaya.


"fan!aku serius.ini bukan lelucon atau candaan kali ini.aku benar-benar serius.maaf, sebaiknya kau mencari orang yang lebih baik dari ku."dengan sedikit menunduk mengatakan dengan berat hati.


jawaban dan pertanyaan yang tadi selalu terlontar di bibir fanny,kini sunyi tak ada suara.hingga ray memutuskan untuk mendongak melihat fanny.air mata yang berlinang tumpah membasahi seluruh wajah fanny.tampa suara dan isakan.membuat hati ray terpukul saat melihat fanny menerima jawaban yang tak ingin ia dengar.


"kenapa.kenapa kau menerima permintaan ayahmu jika kau mencintai ku ray?


"aku sudah menolak fan.aku sudah menolak berkali-kali,!! bahkan ratusan kali,namun ayah masih memaksaku.bahkan mengancamku! aku tidak bisa menolak permintaan ayah. maaf kan aku."


"aku tidak akan melepaskanmu!cam kan itu baik-baik.apa yang akan terjadi lihat saja nanti"ancam fanny dengan meninggalkan rayen di meja makan.