
bayaran yang sempat bermasalah kini sudah beres di selesaikan oleh rayen.ia kembali duduk dan menjelaskan apa yang baru saja ia alami tentang kartu yang tiba-tiba terblokir.rayen memutuskan untuk menceritakan dari awal sampai akhir pada sahabat-sahabatnya.
keseriusan yang tertanam di wajah rayen dengan menceritakan masalahnya dengan serius.membuat sean dan rangga terkekeh akan masalah yang di alaminya.berbeda dengan raka.ia sama seriusnya dengan rayen yang sedang mendengarkan masalah sahabatnya itu.
"wah!kau beruntung sekali ray"ucap rangga yang setengah menggangu ke seriusan rayen.
"apa maksudmu?"tanya ray yang sedikit jengkel.
"tentu saja kau beruntung.akan ada seseorang yang menemanimu tidur di ranjang."saut sean yang langsung menyangkal pertanyaan rayen.
"dan tentunya itu akan menjadi penghangat ranjangmu bukan??"sambung rangga dengan jawaban.dan pertanyaan yang sedikit usil.
"diam kalian!kalian tau klo aku sudah memiliki fanny,dan aku tidak ingin perjodohan ini.beruntung di mananya hah!?"rasa kesal juga kemarahan yang tidak jelas membuat emosinya hampir keluar dari jeruji besi dalam otaknya yang sempat mendidih.dengan sigap raka tersenyum dengan mengisyaratkan sean dan rangga agar tidak berulah kembali.
"iya,iya.kami tau,kami hanya bercanda ray."ucap rangga dengan serius melihat ray yang melintirkan sedikit urat di dahi yang sempat keluar dan terlihat di kulit putihnya.
setelah beberapa menit kemudian.rayen memutuskan untuk pergi menuju di mana ayahnya selalu mengurus perusahaannya.
ia pergi dengan mobil yang sedang ia kendarai dengan kecepatan yang tinggi membuat tujuannya semakin cepat ia tujui.
"ayah!kenapa memblokir kartu ku!?"dari balik pintu ray cepat-cepat masuk dan bertanya.
"mana sopan santun mu?"tanya papa ray dengan sedikit tak peduli.
"itu tidak penting.yang penting kenapa ayah memblokir kartuku!?"ucap rayen kembali dengan bertanya ke2 kalinya.
"apa kau sudah lupa?aku bukan ayahmu.bukankah aku sudah bilang padamu,semua fasilitas yang ku kasih padamu akan ku tarik kembali jika kau tidak menerima permintaan ku."singkat ayah ray dengan melanjutkan mengerjakan dokumen yang ada di depannya.
"keluar dari ruangan ini.jangan anggap aku sebagai ayahmu lagi.dan jangan kau berani menginjakkan kakimu kembali ke rumah."ancam ayah ray dengan raut muka yang tenang.ray hanya diam dengan expresi yang tak bisa diartikan.
seketika.satpam penjaga kantorpun datang memasuki ruangan ayah ray.
"bawa orang ini keluar."perintah ayah ray pada satpam yang berdiri di pintu ruangan.
sontak membuat ray semakin geram dan ber emosi.ke dua satpam tak ragu memegang lengan ray dan menuntunnya untuk keluar dari ruangan ayahnya.namun tatapan pembunuh yang terpancar di kedua bola mata ray melototi ke2satpam yang sedang menarik lengan ray untuk pergi keluar.
sontak membuat ke2nya ragu untuk membawa pergi ray yang sedang kambuh akan emosi. "sudah,jangan ragu-ragu..bawa pergi saja.ini perintah dariku."ucap ayah ray pada satpam yang mati akan tatapab rayen.
"baik tuan.maaf tuan muda,mari ikut saya."ucap salah satu satpam dengan menarik lengan rayen.namun,tarikan dari ke2satpam tak menggerakkan kaki ray untuk melangkah.
"ayah."ucap ray dengan menepis tangan yang memegang lengannya.
"pergi!!ayah tidak pernah main-main dengan siapapun ray,keputusan ayah sudah bulat.tidak ada gunanya kau memohon."tegas ayah ray dengan mengguncakkan sedikit emosi.
"aku terima."ucap ray dengan berat namun tegas.
ayah ray hanya diam membisu.dengan otak yang belum mengerti apa yang di ucapkan putranya,ia hanya menatap wajah ray dengan expresi bingung.
"ray terima perjodohan ini." sontak membuat ayahnya sedikit kaget apa yang baru saja ia dengar dari ray yang keras kepala.
"apa?ayah tidak salah dengar kan!?"tanya ayah ray dengan tidak percaya.sedangkan rar hanya mengepalkan tangan berusaha menahan emosi.