Love A Girl With A Cold Face

Love A Girl With A Cold Face
orang yang tidak tau terimakasih



sebelum pesta berakhir,saat vena keluar untuk menyambut tamu,semua para istri dari pengusaha²itu terpana sekaligus kagum akan vena.desas desus dari semua wanita²itu mulai heboh dengan pembicaraan positifnya yang memuji.


"ya ampun.. coba kalian lihat.betapa berkarismanya wanita itu."ucap salah satu dari rombongan tante² yang terkenal akan gosipnya.


"ya..benar!!dia masih gadis sudah membangun perusahaan sebesar ini.


apalagi di masa depan nanti,sungguh tidak bisa di bayangkan."


"sungguh menantu idaman kan bu,dia sangat cantik melebihi selebriti."


angguk semua wanita itu,dengan tersenyum satu sama lain.dan kembali mendengar penyambutan dari vena.


*****


keesokannya,vena brangkat kerja meskipun ia kekurangan istrahat akibat pesta tadi malam. vena tertidur lelap di dalam mobil yang iya tumpangi menuju kantor.sesaat pak sopir mengerem mobilnya secara mendadak.namun,karna vena lelah ia tak mendengar kegaduhan di luar.


ckiiiiiiiit...!!suara rem mobil yang di tekan.hingga kening pak sopir terbentur ke setir mobil dengan keras akibat mengerem dengan mendadak.seketika pak sopir mengeluarkan setengah badannya ke luar jendela mobil.dan berkata..


"adu,den...kalau mau nyebrang liat²den,..saya jadi terbentur gara² aden."ucap pak sopir dengan nada yang sedikit keras pada lelaki itu dengan ucapan extra hati" karna pak sopir lihat penampilannya tak biasa.


lelaki itu segera bergegas menghampiri pak sopir.laki² itu sangat tampan dengan wajah ala² korea. kulit yang putih.dengan tinggi badan yang cocok dengan wajahnya membuat pak sopir itu bingung pada tuan yang tampan di tengah jalan sendirian.


"maaf pak,saya bukan mau menyebrang.. tapi mencari tumpangan." ucap lelaki itu,laki" itu adalah rayen.anak pengusaha no2yang terkaya.anak dari sahabat pak kevano.


"tumpangan?"tanya pak sopir.


"iya pak.karna mobil saya tiba²mogok"kata rayen.


"emmmz..gimana yah.gi mana kalo aden ikut saya saja."


"boleh pak.tapi bapak ke arah mana?"tanya rayen.


"saya ke arah kantor LQ mengantar nona muda saya,kebetulan nona saya sedang tertidur jadi tidak apa²klo saya mengantar aden kalau satu tujuan."


"kalau begitu mari den silahkan naik.tapi saya minta tolong,jangan mengobrol di mobil karna nona muda saya sedang istrahat."ucap pak sopir


"iya pak.tolong sebentar tunggu di sini.saya ambil sesuatu dulu"


pak sopir mengangguk dan menunggu rayen yang mengambil sesuatu di mobilnya.kemudian rayen masuk dan duduk di samping pak sopir.rayen tidak tau seperti apa yang di katakan nona muda oleh pak sopir itu,karna ada sebuah horden yang sengaja menutupi kursi tengah.


seperti kamar saja,masak mobil ada hordennya.kata rayen dalam hati.


setelah sampai di depan kantor,rayen berterimakasih kembali pada pak sopir. namun saat rayen hendak turun,tiba²vena berkata.


"siapa kau?mengapa ada di dalam mobilku?" dengan muka datar dan pertanyaan yang sedikit tak bersahabat.


rayen kaget setelah mendengar kata² itu,dia membayangkan muka orang yang bertanya padanya seperti nona yang manja dan badan yang gumpal/gemuk.dan wanita yang tergila2dengan orang laki²tampan.namun saat ia memalingkan muka nya pada vena yang sudah dari tadi bangun.rayen terpana dengan kecantikannya.tapi rayen mengusir pikirannya itu dengan cepat.


"anu,nona.saya yang bawa aden ini ke mobil. aden ini membutuhkan tumpangan karna mobilnya mogok.kebetulan aden ini satu tujuan dengan nona muda.jadi saya membantunya."ujar pak sopir panjang lebar.


rayen hanya diam saat melihat pak sopir mengatakan sejujurnya dengan panik.seketika hp rayen bergetar. "piip" sebuah pesan yang masuk pada ponselnya.


"saya minta maaf,jika nanti saya bertemu dengan nona lagi saya akan meminta maaf terimakasih pak sopir."


rayen keluar dari mobil vena.dan bergegas pergi hingga menghilang dari pandangan vena.


orang yang tak tau berterimakasih.jelas²mobil ini punyaku..tapi malah terimakasih nya dengan pak sopir. gerutu vena dalam hati.


"saya mengerti dengan kebaikan bapak,saya juga tidak keberatan.tapi kalau tampa ijin saya sedikit tidak menyukainya."ucap vena pada pak sopir.


"maafkan saya nona muda."


"tak apa,"sambil keluar dari mobil menuju kantor.