Love A Girl With A Cold Face

Love A Girl With A Cold Face
sesi pemotretan.



baju yang sudah terlihat rapi di kenakan oleh tubuh langsing vena.style yang terlihat elegan selalu menjadi favorit baginya.ia berjalan melangkah menuruni anak tangga dengan bunyi suara yang berasal dari sebuah sepatu high heels yang melekat di kakinya. dari meja makan suara yang tak asing terdengar dari telinga vena yang membuatnya mendekatinya.


"selamat pagi!!sini kau sarapan balok es."seru nenek choi dari meja makan yang sedang menghidangkan sesuatu.


"nenek.kau tak perlu menyiapkan semua ini.apa gunanya aku menyewa koki jika nenek sendiri menyajikan makanan untukku!"tegas vena yang menyinggung koki ho dan para pelayan lainnya.


"hei,,ini kemauan ku,nenek bosan jika hanya duduk manis dan hanya memerintah saja.


sudahlah!sebaiknya kau makan masakanku!."bantah nenek tegas saat tau jika cucunya sedang menyinggung koki ho.


tak berlangsung lama,nenek choi menghentikan vena saat ingin berangkat ke kantor untuk bekerja seperti biasa.


"vena..,!"panggil nenek dengan suara rendah.


langkahnya berheti saat tangannya sambil mengaduk-aduk isi tasnya.tampa menjawab nenek choi melanjutkan perkataannya.


"pernikahan mu kurang 2minggu lagi,bagaimana dengan persiapannya!? dan juga kau belum bertemu dengan rayen kan?"


"aku akan panggil ru na untuk mendiskusikan pesta pernikahanku.desain,dekorasi dan yang lainnya itu kalaupun nenek mau memilihkannya.aku tak bisa memilih ataupun mengurus persiapan ini karna masalah pekerjaan.aku sudah menugaskan pak joo dan lina-li untuk membantu persiapan ku.nenek tenang saja,kalo begitu aku pergi!"ujar vena panjang lebar dan mulai pergi dari pandangan neneknya.


tampak raut muka yang menggambar akan expresi nenek yang kecewa terlihat oleh pak joo.ia hanya memandang vena yang berlalu pergi saat berdebat. "aku bingung harus apa..ketidak peduliannya semakin hari semakin parah.sikap dinginnya tidak berubah!"pasrah nenek sambil menekan dahinya yang terlihat mengkerut.


****


"kau mau kemana ray?"ucap mama rayen yang sedang memandanginya penuh pertanyaan!


"kekantor mah"ucap ray dengan melontarkan senyumannya.


"ray!pernikahanmu kurang 2minggu lagi.kapan kau akan melakukan pemotretan!?"tanya ayah ray dengan memincingkan alisnya ke atas.


"hah!?masih ada sesi pemotretannya pa,!?"sontak membuat rayen kaget masih ada hal sepele yang belum di lakukan nya.


ayah ray hanya diam dengan expresi dingin dan mata yang menatap.hingga ibundanya menjawab keberatan rayen dari ucapannya.


"tentu saja ray,itu belum kau lakukan."ucap mama leo dengan senyum keibuannya.


"tidak usahlah ma,untuk apa pemotretan?hanya tinggal nikah saja sudah beres kan!"malas rayen melakukannya hingga ia tak sadar dengan urat-urat yang keluar di dahi ayahnya yang sedang menahan amarahnya.


"masih banyak persiapan yang belum beres tentang pernikahanmu.ayah tidak mengijinkan mu pergi ke kantor.lakukan apa yang ayah suruh!"tagas pak michael sambil berjalan melangkah melewati rayen dan istrinya.


"tapi pa.."belum sempat rayen mengatakan apa yang ingin ia bantah!ayahnya langsung menyergap dengan kata "ayah tidak mau tau!"


pundaknya terasa sedang di tepuk halus oleh bundanya.kepala yang mengangguk dengan mata yang terpejam serta seulas senyuman di lontarkan pada rayen yang mengartikan untuk menuruti apa kemauan ayahnya.rayen pasrah.dan hanya rasa kesal di hatinya yang bertubi-tubi.