Love A Girl With A Cold Face

Love A Girl With A Cold Face
19



 


**ingin rasanya meledak!**


 


JEGREK!! pintu terbuka.di balik pintu terlihat karyawan perempuan langsung menyambut kedatangan rayen.


"selamat datang di studio angle,."ucap karyawan berambut hitam.


tanpa menjawab sambutan karyawan yang ada di depannya,rayen hanya melonggarkan dasi nya yang sedang mencekat di lehernya.


"apa ada yang bisa saya ban.."


"saya pengantin pria yang akan melakukan pemotretan hari ini."potong rayen dengan wajah datar.sambil membuka jas yang dipakainya.


sontak membuat karyawan tersebut terpesona dengan ketampanan ray yang sedang membuka sedikit jasnya.


"tapi pengantin perempuannya bilang hari ini akan foto sendirian.."belum sempat memperjelaskna semuanya,rayen memotong perkataannya untuk yang kedua kalinya.


"ini kejutan buat dia."ucap rayen yang mengedipkan sebelah matanya dan jari telunjuknya yang menutup mulutnya sendiri.


ruangan yang begitu banyak cahaya dengan gaya glamor,di penuhi dengan kamera merek ***** termahal.


"pengantin perempuan Sekaran sedang pemotretan" ucap karyawan yang sedang membuka pintu ruangan.


terlihat di pandangan rayen terdapat vena yang sedang melakukan pose pengantin yang sedang di potret.gayanya terlihat di arahkan.tubuh yang belum berpengalaman terlihat kaku saat di suruh ber pose.matanya melihat arah kamera yang sedang menyekreknya.dengan badan yang tetap berdiri tegap serta tangan memegang bunga di dada.


"bagus! angle yang sangat baik untuk pengantin pria memberi ciuman." ucap foto grafer di balik kameranya yang di pegang.


langkahnya pelan karna tidak ingin di ketahui kedatangannya oleh vena.


"anu,pak foto grafer..."belum sempat mengatakannya..perkataanya terpotong saat rayen dari belakang memotong ucapannya yang sedari tadi mengendap" mendekati vena.


"kau tidak boleh bergerak."mata vena mendadak membelalak saat mendengar suara dari belakang punggungnya. suara yang tak asing dan begitu familiar di telinganya terdengar secara tiba-tiba.


tangannya melingkar di perut vena dengan gaya pose ala pengantin sedang di gayakan oleh rayen.vena mendongakkan kepalanya melihat rayen yang berada di belangkangnya.tubuhnya begitu tinggi saat berdampingan dengan vena.jas yang dikenakannya sangat cocok dengan gaun vena.hingga menserasikan mereka berdua yang bengong akan pesonanya masing-masing.


"ini kan angle bagus untuk ciuman."ucap rayen yang sedang membuyarkan lamunan vena.


"kenapa laki-laki ini...kenapa ada disini!?" batin vena bertanya-tanya akan kedatangan rayen yang tiba-tiba.


"kenapa kau ada di sini.."ucap vena dengan panik.sedangkan rayen tidak memperdulikan pertanyaan vena yang panik.ia menunduk menatap wajah vena yang menoleh menatap wajahnya.


dan..rayen menutup matanya pelan lalu mendekatkan bibirnya pada vena.vena hanya diam mematung dengan mata yang masih membelalak.jantungnya berdegup tak karuan sampai-sampai suaranya terdengar olehnya.


sempurna!pose foto yang mengairahkan di cekret oleh foto grafer.


sedangkan keduanya masih tetap tercekat bibirnya.hingaa foto grafer tersebut tak berhenti menyekreknya ber ulang-ulang.


"pengantin laki-laki dan perempuan,sekarang sangat bagus!sangat bagus!"


"pengantin perempuan,fokus dong."bisik rayen yang meggoda vena yang sedang menatapnya.wajahnya memerah! matanya tetap menatap rayen yang mengodanya.ia mengingat bagaimana rasa sentuhan lembut bagai marsmello menyentuh bibir manisnya.


"sial! kenapa bibirnya begitu manis!? ini baru pertama kali aku menyentuh bibir seseorang!kenapa begitu enak saat di sentuh?" seru rayen yang berusaha menutup kw bingungannya.