
vena mengusap wajahnya dengan kasar.dan mengingat.saat ayah nya di kepung oleh banyak musuh.di mobil itu, pak kevano dan pak aryan serta pak joo.terjebak dengan pengawal yang mengepung mobil vena.
salah seorang pengawal itu keluar dari pintu mobil dengan setengah badanya,dan menembakkan pistol ke arah langit.suara pistol yang menggelegar terdengar di telinga vena,membuat energi vena terkuras akan hal itu.
"pa..vena takut paa.."keluh vena pada ayahnya yang sedang memeluknya.
"iya sayang,ayah tau.. kamu pasti takut.tenang yah.ayah janji akan jaga km. ya sayang,''sambil mengecup kening vena.
"tuan,ini harus bagaimana"seru pak yan dengan ke bingungan yang sedang mencari ke sempatan untuk kabur.
pak kevano terdiam.dan hanya menatap putrinya yang sedang ketakutan.dan pak kevano menarik napasnya dalam" dengan menutup mata.dan memutuskan sesuatu.
"baiklah,pak yan.pak joo,saya minta tolong bawa vena dan selamatkan hidup kalian ber2 dan hidup putri saya.saya sangat berterimakasih atas jasa kalian selama ini,pak joo..dan pak yan saya sudah menganggap kalian seperti saudara dan sahabat saya.jadi saya mohon pergilah."ujar pak kevano panjang lebar.dengan memohon.
"tidak bisa tuan,kami tidak bisa pergi tampa tuan..."ucap pak joo dengan sangat khawatir.
"iya tuan,saya juga,saya tidak bisa meninggal kan tuan disini menunggu ajal!!"seru pak yan
"ini bukan saatnya membahas ajal.pak yan. pak joo,tolong dengarkan saya untuk terakhir
kalinya."ucap pak kevano yang memeluk erat vena yang sedang ketakutan.
"pa..vena mau sama papa..vena ngk mau ninggalin papa..,"seru vena yang sedang melemah.
suara pistol mulai di tembakkan,gemuruh dari langit mulai menampakkan awan yang hitam.hujan akan segera turun,pada saat pak kevano berteriak pada pak joo dan pak yan untuk membawa vena,para pengawal itu menembakkan pistol ke arah mobil yang di tumpangi pak kevano.untung nya mobil yang selalu menjadi mobil pribadi pak kevano dengan vena. mobil anti pluru.
pak joo dan pak yan keluar dan berlari sekuat tenaga dari mobil itu di tengah lebatnya hujan.dan meninggalkan pak kevano yang menunduk akan pistol yang sedang tak berhenti menembaknya.saat pak yan dan pak joo mengarah ke sebuah pohon untuk bersembunyi,tiba" pak yan tertembak di punggungnya di sekitar bahu.
"pak yann,pak?"panggil pak joo dengan terperangah akan hal itu.
"saya tidak apa"pak. ayo selamatkan nyonya muda,ini bukan saatnya mengurus luka saya,yang terpenting nyawa nona,kita sudah berjanji pada tuan van."ujar pak yan dengan menahan luka tembakan di bahunya.
pak joo merangkul pak yan yang sedang memegang bahunya dengan sambil mengendong vena yang terkulai lemas.pak yan tetap memaksakan berlari dengan sisa tenganya.sedangkan pak kevano menabrak salah seorang pengawal.dan berusaha mengalihkan semua pengawal itu untuk mengikutinya.suara pistol itu berjedar dengan suara sama persisnya seperti petir mengenai pak yan.
"pak yaaaan!! tolong sadarlaah!!,pak.pak,pak yan" teriak pak joo dengan menyeret tubuh pak yan yang pingsang sesaat.
"pak joo..pak yan kenapa,pak yan kenapa banyak darah." ucap vena sambil tersedu"melihat pak yan terkulai lemah dengan di penuhi darah.
"pak joo,nona muda..saya baik²saja. terimakasih telah menghawatirkan saya,saya rasa,hidup saya akan segera berakhir,tolong berikan buku ini,pada keluarga saya.nona muda ven,saya sangat senang bekerja di rumah nona muda sampai akhir hidup saya." ucap pak yan dengan kata"terakhirnya.
setelah mengucapkan kata²itu.pak yan tak bergeming tiba² terdiam dengan muka pucat.
sulit rasanya mengarang semua ini😂klo ada kesalahan mohon maaf kakak,😢tolong like nya dan komenannya.. vote saya dong kk!!,
selamat bertemu di episode selanjutnya..,