Love A Girl With A Cold Face

Love A Girl With A Cold Face
pertanyaan vena.



di kamar vena.


mata yang tadinya sempat bercucuran air mata, kini tak lagi membasahi pipi vena.vena tengah duduk di pinggir kasur dekat dengan neneknya.mata vena terlihat sembab karna tangisan tadi.vena hanya diam tak bergeming mengingat apa isi surat itu.


"kau istrihatlah di sini,jika kau merasa lebih baik,akan nenek ceritakan masalah surat itu.nenek pergi dulu."ucap nenek yang sambil mengusap kepala vena.


tampa menunggu jawaban dari vena..nenek choi beranjak dari duduknya dan berjalan keluar meninggalkan vena sendirian.


****


waktu telah berlalu..kini matahari telah berganti bulan di lagit.pintu blakon yang sengaja vena buka..membuat pikirannya terlepas.vena beranjak dari kasurnya merjalan menuju blakon memandangi bulan.ia hanya merasakan hembusan angin malam yang dingin menusuk pori-pori terdalamnya.namun vena tetap tidak menghiraukan angin yang menbuatnya kedinginan.ia hanya berdiri memandangi bulan yang tampak terang menderang.


"apa ini takdirku?apa sudah waktunya..."tanya vena denvan menatap bulan yang terang di langit.


"kenapa kau tak menjawab? apa ini takdirku?kenapa kau mengambil satu persatu orang yang aku sayang.?"tanya vena dengan tetap bertanya ke arah bulan.


"kKENAPA!!!"teriakan vena sontak membuat pengawal yang berada di taman kaget dengan teriakan vena.dan langsung bergegas ke dalam untuk melihat ke adaan vena.


nenek choi yang tengah memarahi semua pelayan di ruang tamu,sontak mengubah pandangannya pada penjaga yang berlari ke kamar vena tampa permisi.seketika langkah penjaga terhenti karna ke 2seorang pengawal yang menahan langkahnya atas pwrintah nenek choi.langkah kaki yang membuat suara seperti injakan kuda terdengar oleh telinga para pelayan.nenek choi terlihat tergesa-gesa apa yang ingin penjaga itu lakukan.


"apa yang kalian lakukan!nona muda dalam bahaya,cepat selamatkan nona muda!!kenapa malah menahanku!!"teriak sang penjaga pada ke 2 pengawal.


seketika nenek menghampiri penjaga itu.


"apa yang ingin kamu lakukan?hah!!di mana kesopananmu!!"ucap nenek dengan membentak penjaga itu dengan emosi penuh.


tampa menghiraukan apapun..nenek langsung membuka pintu menerobos kamar vena.seketika..nenek hanya melapangkan dadanya melihat vena berdiri di blakon.ia mendekat mengahmpiri vena yang tidak berhenti bertanya-tanya.


"vena..,"panggil sang nenek


seketika..vena mengalihkan pandangannya pada arah suara itu yang memanggilnya.


vena hanya diam menatap neneknya sudah berada di depannya.


"kemarilah sayang,ayo duduk.tenangkan pikiranmu."ucap nenek dengan mengandeng tangan vena menuju tempat duduk di dekatnya.


"vena..,kau jangan marah pada yang di atas.ini semua adalah takdir.sekecewa apapun kamu pada allah..,percayalah nak.ia merencanakan sebuah kebahagiaan untuk mu."ucap nenek dengan menguna menennangkan vena.


"jika ia merencanakan kebahagiaan untuk ku.kenapa dia mengambil ayah!!?kenapa harus ayah!! yang jadi korbannya demi kebahagiaan ku..,?kenapa...!!"ucap vena dengan terus bertanya dengan di iringi teriakannya.


"tenanglah vena,ini memang takdir.!kau jangan sampai salah paham sayang.ayahmu pergi bukan berkorban untuk kebahagiaan kamu..melainkan ini takdir dan hanya kebetulan sayang.mengertilah vena."ucap nenek guna membenarkan isi otak vena yang penuh dengan penyesatan.


"aku tidak percaya akan takdir."ucap vena sambil meninggalkan neneknya di blakon.


vena pergi meninggalkan neneknya tetap berada di blakon.sedangkan nenek membuang nafas kasarnya setelah menghela napas guna membuang sebagian kesedihan yang ia rasakan.nenek menutup pintu blakon dan mendekat ke kasur yang brada vena yang tengah berbaring menutupi seluruh tubun dan kepalanya.dan berkata dalam hati...


"suatu saat nanti kamu pasti mengerti vena." sambil berjalan menunu keluar meninggalkan vena.