Li Mei'S Love Star

Li Mei'S Love Star
saling memberikan Hadiah



Sikap Kaisar yang seperti itu membuat Prajurit Terkejut dan bengong


di Gazebo Kekaisaran terlihatlah Pemandangan indah dengan Perjamuan mewah


" Silahkan duduk." ujar Kaisar mempersilahkan.


Li Mei Langsung duduk


" Terima kasih, Repot-repot nih buat perjamuan yang Mewah." ujar Li Mei sambil menatap Makanannya.


Li Mei Lalu menatap Kaisar menunggu sesuatu


" Hahaha Aku mengerti maksudmu.


Bawa kesini." perintah Kaisar kepada Prajurit.


para Prajurit pun pergi


beberapa menit kemudian terlihatlah


1 Kotak besar yang ditaruh di Tanah


Kaisar tersebut membukakan nya


Jrenggg


Li Mei menatap Isinya yang tak lain


Taeil Emas dengan Berbinar


" Woahhh!"


Li Mei dengan Senang Lompat-lompat


" Aku Kaya. Yey." Senang Li Mei yang Langsung menarik Tangan Kaisar Lalu berputar bersama.


Kaisar ikut berputar sambil menatap wajah Li Mei yang Senang membuat Kaisar ikut Senang


Li Mei Lalu berhenti berputar dan Langsung duduk di Kursi karena sudah merasa Pusing


Kaisar yang melihat itu hanya menggeleng-geleng


Kaisar duduk di Kursinya


" ini Makanlah." ujar sang Kaisar yang menyuapi Li Mei.


Li Mei membuka Mulutnya dan melahap makanan tersebut dengan di Suapi


sang Kaisar


Li Mei juga selalu menatap Kaisar di saat Makan karena itu Li Mei tak melihat Apa yang dirinya Makan


" Bagaimana?"


" Manis." balas Li Mei yang terus menatap Kaisar.


" Manis?"


" iya Manis." balas Li Mei yang masih belum sadar.


sang Kaisar mencoba Makanannya


" Asin kok kenapa Manis?"


" Ha?"


Li Mei baru sadar Apa yang dia katakan


" Oh... Iya-iya Asin maksudnya." ujar


Li Mei jadi Gelagapan.


" Saya ingat ini Saya belikan Gantung wewangian yang harus Selalu Kau bawa nantinya. memberikan wewangian kepada orang khusus untuk orang yang dia sukai." kasih Kaisar.


Li Mei dengan Senang mengambilnya dan menggantungkanya di Hanfu miliknya


" ini Aku juga ada Hadiah Spesial untukmu." kasih 1 Snack favorit milik


Li Mei.


" benarkah?"


" Iya. ini Makanan Favoritku, namanya Snack. Kau harus menjaganya dengan Baik. " pinta Li Mei.


" Hadiah pertama darimu Tentu Aku akan menjaganya, Aku Janji akan menjaganya jika perlu dengan Nyawaku tak peduli ini adalah Racun atau bukan." Janji Kaisar.


" hahaha Tak perlu seperti itu juga." balas Li Mei yang hanya mengira Kaisar bercanda.


Setelah dari sana Li Mei keluar dari Gerbang istana ke gerbang Ibukota dikawal oleh Prajurit sedangkan Kaisar dan Li Mei menunggangi Kuda bersama


di Perjalanan Tiba-tiba Mereka dihadang para Bandit


Bandit-bandit tersebut memanah para Prajurit membuat Kaisar turun tangan sendiri


Kaisar turun dari Kuda


" Kau tunggu disini." pinta Kaisar.


Kaisar mengeluarkan Pedangnya dan mengarahkan Pedang kearah pada Bandit dirinya Tepat berdiri didepan Kuda Li Mei sebagai Pelindung


" Beraninya Kalian melukai Prajurit-prajuritku dan menghadang Kaisar." ujar sang Kaisar dengan


nada Dingin.


" dan Beraninya berbuat masalah di Kawasanku." Lanjut Kaisar.


" Kami Tak Takut, dengan Kaisar maupun Raja. Serahkan Harta Kalian." Pinta para Bandit.


" Pasti banyak Hartanya jika dari Kekaisaran." Lanjut yang lain.


sang Kaisar Langsung menyerang mereka menggunakan Pedangnya


saat sedang Bertarung salah satu dari Bandit mempunyai Siasat Licik dengan menyandera Li Mei.


" Menyerahlah atau Gadis ini akan Aku Bunuh. Serahkan hartamu!"


" Weh Apaan kalian ini, Dasar Maling. Jangan kasih Kaisar." Larang Li Mei.


" Turun!"


di saat sudah Turun Li Mei menjadi lebih dekat dengan Bandit tersebut


Li Mei kasih Kode menggunakan Mata kearah Kaisar dan Kaisar untungnya paham apa yang dimaksud


dengan cepat Li Mei Langsung mengeluarkan Bubuk Cabai berbentuk botol di Kantongnya hingga mengenai Mata Bandit tersebut membuatnya Kesakitan


Ahhh Mataku!


Kaisar Langsung menggunakan Kultivasi untuk menangkap Semua Bandit


" Yes Ketangkap, Bagus." Puji Li Mei menunjukkan Jempolnya keatas.


Bandit-bandit tersebut diikat pakai Tali dengan Kuat


Li Mei tersenyum Jahat atau Smirk menatap para Bandit sedangkan yang ditatap mempunyai Firasat buruk


Li Mei Langsung menendang dan menampar para Bandit hingga Tepar Pingsan


" Rasain, beraninya menyanderaku." ujar


Li Mei.


Selang beberapa menit kemudian para Prajurit datang dan menangkap para Bandit


" Maaf Kami terlambat yang mulia." ucap Prajurit tersebut.


" bawa Mereka dan Hukum seberat-beratnya karena ingin melukai Kaisar. " Perintahnya.


" Baik." balas mereka Lalu membawa Bandit-bandit tersebut sisanya ikut Kaisar.


di Hutan Li Mei meminta sampai sini saja mengantarnya


Kaisar tak setuju karena takut jika Li Mei dalam Bahaya Tapi Li Mei berusaha meyakinkan Kaisar akhirnya Kaisar dan Prajurit balik meninggalkan 1 Peti tersebut


di saat Kaisar sudah Pergi


" Bagaimana cara membawa Peti besar ini? Aku tak kuat jika membawanya seorang diri." Bingung Li Mei.


" Tapi Aku juga tidak bisa membiarkan Kaisar tahu Identitas ku dan dia." lanjut


Li Mei.


disaat sedang Berpikir Peti tersebut Tiba-tiba Terbang membuat Li Mei Terkejut hingga terjatuh


" Ter... Terbang Peti nya terbang!"


Li Mei melihat keatas dimana Peti nya terbang Lalu Peti tersebut pergi membuat Li Mei mengikutinya


Tunggu! Hartaku!!


Li Mei Berlari mengejar Peti tersebut hingga sampailah di Paviliun


" Loh inikan Paviliun kenapa kesini?"


" Siapa lagi yang tahu Paviliun ini selain Kau dan Saya." ujar Li Jiaheng yang sudah muncul disamping Li Mei.


" dari mana Kau datangnya, Cepat sekali." Terkejut Li Mei.


" dari tadi... Maksudnya-


" Ayo loh Ketahuan ngikutin Yah." Goda


Li Mei.


" Siapa yang ngikutin Saya hanya ingin melindungi Peti itu." sangkalnya.


" Pemiliknya enggak mau dilindungin?"


" buat Apa Saya melindungi Kau, tak ada untungnya." balas Li Jiaheng.


" Yaudah tuh Ambil Peti nya. Kau mau kan Peti Tapi Aku ambil Hartanya." ujar Li Mei terkekeh.


" Kau saja Petinya, Saya jelas Hartanya." ujar Li Jiaheng.


" yaudah Ambil sana Tapi jangan Lupa permintaanku masih ada 2." peringat


Li Mei.


" Baiklah." balas Li Jiaheng.


" Saya lihat Kau tak terluka. baguslah jadi tak perlu merepotkan. Ayo saatnya Latihan." ajak Li Jiaheng.


" Tak bisa kau Istirahat dahulu." tawar


Li Mei.


" Tidak." balas singkat Li Jiaheng.


Li Mei akhirnya mengikuti Li Jiaheng untuk latihan di Hutan


" Latihan kali ini adalah Kau coba untuk menerbangkan Daun." ujar Li Jiaheng.


" Langsung Latihan? Kau belum mengajariku caranya." kaget Li Mei.


" kalau begitu Ikuti Saya." pinta Li Jiaheng dan mulai mempraktekkan caranya.


Li Mei melihatnya dan kagum


" Apakah Aku akan bisa seperti itu nanti."


tanya Li Mei dengan Semangat.


" Coba saja." balas Li Jiaheng.


Li Mei pun mempraktekkan cara yang sama dengan yang diajarkan Li Jiaheng Namun Tidak terjadi Apa-apa


" Loh kok enggak bisa." Bingung Li Mei Lalu menatap Li Jiaheng.


" Saya tak tahu, Kau coba Lagi hingga bisa." balas Li Jiaheng.


" Serius, sampai bisa?"


~Bersambung~


Jangan Lupa Like, Komen Favorit,


dan Share. Terima Kasih