
Mungkin Aku bisa mengubah pemikirannya. Batin Li Mei menatap Kaisar.
Li Mei mengajak Kaisar keluar di Tengah malam untuk Melihat Bintang-bintang di Langit yang indah
" Lihat Bintangnya indah sekali." ujar
Li Mei menunjuk kearah Bintang tersebut.
" Iya indah." menatap Li Mei.
" Menurutmu secantik Apa Dewi Bintang." tanya Li Mei.
" Secantik dirimu." jawab sang Kaisar sambil tersenyum sedikit.
..." Dewi Bintang belum pernah Aku Lihat,...
ia Suci dan Satu-satunya Dewi dari Ras Bintang." jelas Kaisar tersebut
" Satu-satunya cara agar bisa menjadi Dewa-Dewi harus mengorbankan Kultivasi mereka sedangkan Kultivasi Dewa-Dewi belum diketahui." menatap Bintang-bintang tersebut.
" itupun hanya Orang yang benar-benar memiliki Kekuasaan di Dunia ini
yang bisa. " ujar sang Kaisar.
" Seperti Kau." lanjut Li Mei.
sang Kaisar mengangguk pelan
" Tapi jika menjadi seperti itu Kau akan kehilangan Kultivasi, Aku yakin Kau punya Kultivasi yang Tinggi." ujar Li Mei.
" Aku sudah melatih Kultivasi selama Seumur hidupku, merasa Sakit dan menderita itu bagai Makanan sehari-hariku." balas sang Kaisar.
" Aku tahu sebagai Kaisar pasti punya Pilihan yang Sulit dan punya Tanggung jawab yang besar terhadap Kekaisaran, Namun Kau harus memikirkan Apa yang Perasaanmu katakan."
di rumahku ada kepercayaan bahwa
Kau mempunyai Pelindung yang akan melindungimu Tapi bukan secara Langsung dan Roh yang bertugas untuk mengarahkanmu ke jalan yang benar dengan Mengikuti Kata hati." jelas Li Mei.
" Maksudnya?"
" Iya, Jika Kau mengikuti Kata hati yang Benar-benar Baik untukmu maka ikutilah itu sebagai Latihan Kau berkomunikasi dengan Roh tersebut lewat Kata hati dia sudah bisa mendengarnya." jelas Li Mei.
" Kata hati." memikirkannya.
sang Kaisar mendekat Lalu Mencium
Li Mei Tiba-tiba membuat Li Mei Terpaku
" Kata hatiku mengatakan Aku harus Menciunmu." ujar sang Kaisar.
" itu Kata hatimu atau Kau sendiri yang menginginkannya." ujar Li Mei.
" Kau hanya mengarang nya kan,
sini Kau." menggelitik sang Kaisar.
" Kau ini." balik menggelitik.
" Hahaha udah-udah Geli." ujar Li Mei yang meminta Berhenti.
" Hehehe Kau harus bilang Ampun Kaisar Tampan." ujar sang Kaisar.
" Iya-iya. Ampun Kaisar Tampan." ujar
Li Mei yang kegelian dikelitik sang Kaisar.
Kaisar menghentikan nya
" Kau jago juga ternyata." puji Li Mei.
" Hanya seperti itu mudah." balas
sang Kaisar.
" ini Sudah malam Aku pulang dulu yah." pamit Li Mei.
Li Mei Langsung pergi
di Tempat biasa Li Mei bertemu dengan
Li Jiaheng untuk diantar Pulang
" Mengapa Lama sekali!"
" Maaf jika Lama, Ayo kita ke Toko dulu sebentar Aku ingin membeli Tepung untuk membuat Roti dan Kue." ajak Li Mei.
Mereka pun pergi ke Toko tepatnya Li Mei yang masuk kedalam Toko tersebut
Beberapa saat Li Mei keluar membawa Bungkusan
" Pegangin." pinta Li Mei.
" Kau pegang Sendiri." tolak Li Jiaheng membuat Li Mei kesal.
Li Jiaheng menggendong tubuh Li Mei dan terbang meninggalkan Ibukota
di Paviliun
Tepung di tumpahkan di sebuah
Meja panjang
Li Jiaheng memiki Ide jailnya
Li Jiaheng mengambil Tepung tersebut
" Sini." panggil Li Jiaheng.
Li Mei dengan Polosnya mendekat
Li Jiaheng membuka Tepung di tangannya dan Meniupnya ke arah wajah
Li Mei sambil Tersenyum
Fyuuu
Khuk
Wajah Li Mei kini sedikit ada Tepung
Hatchiii!
Li Mei bersin sehingga membuat Tepung di tangan Li Jiaheng berbalik kearah Wajahnya membuat wajahnya lumayan putih dengan Tepung
Li Mei yang melihat itu Terkejut karena dirinya tak tahan Bersin
Khuk-Khuk
" Lihat ini." menunjuk kearah tumpukan Tepung.
" Apa?"
Li Mei mencoba mendekatkan wajahnya ke Tepung melihat ada Apa Tapi...
hingga masuk ke tumpukan Tepung
Li Mei mengangkat wajahnya sambil menutup Matanya
Khuk-Khuk-Khuk
Li Mei perlahan membuka Matanya yang dipenuhi Tepung
Hahaha
" Kau!"
Kini wajah mereka terlihat seperti Hantu
" Rasakan." balas Li Jiaheng dengan Senyuman di wajahnya.
Li Mei mengambil Kamera miliknya dan menghidupkannya
" Ayo Kita berfoto." ajak Li Mei.
Li Mei membalik Kameranya ke wajah mereka
Li Mei berpose dengan 2 Jarinya seperti di Dunianya sedangkan Li Jiaheng hanya diam
Cekrek
Li Jiaheng menjadi Waspada akan Suara yang keluar dari Kemera tersebut
Li Mei mengambil 1 Lembar Foto di dalam Kamera tersebut Lalu menggoyangkan Foto tersebut dan kasih ke Li Jiaheng
Taddaaa
Li Jiaheng melihat Foto tersebut
" ini bisa dijadikan Kenangan." ujar Li Mei.
" Ternyata ada benda seperti ini untuk menyimpan Kenangan yang bisa dibawa lebih muda." ujar Li Jiaheng.
Li Jiaheng membersihkan wajah Li Mei menggunakan Tangannya dengan Perlahan
Setelah bersih mereka mengambil Potret Lagi kali ini Li Jiaheng mengikuti menggunakan 2 jarinya sambil tersenyum
Cekrek
" Kau harus menyimpannya dengan Baik." ujar Li Mei.
" Tidak mau." Langsung mengambil Fotonya.
Tidak mau kok diambil. Batin Li Mei terkekeh kecil.
" Saya hanya akan bantu menjaganya daripada dibuang." ujar Li Jiaheng.
Li Mei membuat Roti dan Kue sedangkan Li Jiaheng hanya melihatnya
Li Mei Lalu mengukusnya
Li Mei membuat Kue dan Roti untuk ia bawa ke Sekolah dan untuk Li Jiaheng
Besok harinya
Li Mei kasih 1 Roti dan Kue untuk dicoba oleh Li Jiaheng
" Bagaimana rasanya?"
" Lumayan." balas Li Jiaheng.
" Baguslah." ujar Li Mei dengan Tenang.
beralih di Sekolah
Li Mei memberikan Kue dan Roti kepada Kaisar
dan membagikan kepada Murid-murid 1 persatu Lalu membagikannya ke Guru
" Woah ini enak Sekali." takjub Kaisar setelah mencobanya.
" nama Makanan ini Apa?"
" ini Roti dan ini Kue, Roti bisa jadi pengganti Nasi jika tak mau Makan Nasi atau sedang Diet yaitu ingin menurunkan berat badan kalian bisa memakan Roti. lebih bagus jika makan Ubi jalar sih."
jelas Li Mei.
" benarkah? Wahhh." ujar para Murid antusias terutama para Putri.
" Sungguh enak, Kau beli dimana?"
" Aku buat sendiri." ujar Li Mei.
" Wah!"
Aku akan untung besar jika Aku Jual Resep pembuatan Kue dan Roti di Dunia ini sepertinya. Batin Li Mei sambil Tersenyum.
Saat waktu Istirahat Guru tersebut Pergi dari kelas
Li Mei Langsung berdiri bahkan naik bangkunya
" Semua Mohon Berkumpul Sebentar!"
Kaisar yang disebelahnya melihat kelakukan sang Pacar yang berdiri di Bangku menjadi Khawatir takut terjatuh
" Hati-hati." Khawatir sang Kaisar.
" Tenang saja, Kau dengarkan Caraku berbisnis." ujar Li Mei.
Mereka berkumpul
" Aku akan menjual Resep Roti dan Kue secara Terpisah." ujar Li Mei.
para Putri/Pangeran Langsung berbinar mendengar Kesempatan Emas tersebut
" Pertama, Kue." ujar Li Mei.
" dimulai dari 1 Taeil Emas." Lanjut Li Mei.
" 2 Teil Emas!"
" Kyakkk Duh-duh."
Li Mei dijewer oleh sang Kaisar
Li Mei memegang Telinganya
" Kenapa kok dijewer Akunya." Komplain Li Mei.
~Bersambung~
Jangan Lupa Like, Komen, Favorit,
dan Share. Terima Kasih